
waktu tanpa terasa berlalu dengan cepat Kanaya kini telah terbiasa dengan kondisinya
hampir satu bulan Kanaya mengalami kebutaan
Kanaya menganggap itu adalah bagian dari takdir hidupnya .
''bersama Rakha yang selalu mendampinginya juga Axelle dan semua orang yang menyayanginya dengan tulus
saat Rakha di kantor Kanaya akan di temani Sarra atau Axelle juga para pelayan terutama Bi nah yang juga menyayangi nona mudanya itu
sikap Kanaya yang baik membuat banyak orang menyukainya.
hari itu Kanaya tengah menemani Axelle bermain di taman bersama Rena yang datang berkunjung untuk membicarakan tentang pernikahan
Siska dan Jonathan yang akan dilangsungkan beberapa hari lagi
saat ini Sarra juga tidak ada dirumah
Sarra tengah mempersiapkan pesta pernikahan untuk Jonathan anak angkatnya itu sama seperti Rakha
Sarra ingin yang terbaik untuk Jonathan
dan Adam pun setuju dengan keinginan sang istri yang memang Adam pun sangat menyayangi Jonathan
''Naya...
bagaimana keadaanmu apa kau sudah memeriksakan kembali keadaanmu ''
tanya Rena
''aku sudah tak peduli lagi Ren...
dengan keadaan ku bagiku saat ini yang terpenting adalah orang-orang di sekitarku bahagia
Rena menggenggam tangan Kanaya
agar sahabatnya itu tak bersedih
''aku tau kau wanita yang kuat Nay....
Kanaya hanya mengangguk Axelle duduk di pangkuan Rena
''unty lena... gimana gambal Axelle bagus gak?
wah sayang kamu pintar gambar mu sangat baguss
puji Rena dan mengenggam tangan Kanaya ia takut sahabatnya sedih saat Axelle meminta penilaian gambarnya
Kanaya pun mengulas senyum tipisnya
''oh ya Naya... apa kau akan hadir dipernikahan Jonathan dan Siska ?
Siska ingin kau hadir di hari bahagianya
ku dengar kau menolak karna alasan matamu ?
''Kanaya pun mengangguk pelan
''ia aku menolak aku tidak ingin semua orang melihat keadaan ku
aku tak ingin keluargaku malu karna aku''
'kau tak boleh berpikiran begitu , justru mereka akan sedih kalau kau tak hadir
tukas Rena
__ADS_1
Kanaya pun hanya mengulas senyum tipis tanpa menjawab sahabatnya itu.
saat mereka asyik mengobrol tiba-tiba Bi nah datang menghampiri
''nona muda ada yang ingin bertemu dengan anda''
''siapa Bi?
'Tuan Prawira ''
''ayah mertua''
Kanaya beranjak dengan dibantu Bi nah
wanita kesayangan Rakha itu menemui Prawira
dan di ikuti Rena dan Axelle
Prawira menatap Kanaya datang dituntun Bi nah
dan di dudukan di hadapannya Prawira menatap sedih keadaan mantan menantunya itu
''Naya...
Kanaya hanya memasang senyum tanpa tau dimana orang yang ia ajak bicara Bi nah meninggalkan Kanaya dan Prawira untuk bicara
Prawira mendekati Kanaya ia mengelus kepala Kanaya dengan sayang
''Naya... kenapa bisa sampai begini nak?
maaf ayah tidak tau keadaan mu dan baru bisa melihatmu hari ini ''
''Ayah mertua....
menumpahkan kesedihannya
selama ini
''apa dalam hidupku aku memang tak akan pernah bahagia ?
ayah , aku .... aku lelah orang-orang yang kusayangi menderita karna aku hiks... hiksss..
Prawira mengelus kepala Kanaya dengan perasaan sedih ia dapat merasakan kepedihan hati Kanaya ia pun mengheula napas dengan berat
''Naya... kau jangan bicara seperti itu
orang-orang di sekitarmu sangat mencintai dan menyayangimu dengan tulus nak
kau harus tegar, demi mereka ayah tau ini berat tapi kau harus kuat dan semangat jangan putus asa mana Kanaya ayah yang dulu selalu bersemangat dan pantang menyerah itu ?
Kanaya mengusap air matanya dan terseyum tipis
Rena yang berada di sana pun ikut terharu
Axelle mendekati Kanaya
''Mommy ''
Kanaya meraba wajah Axelle
yang memeluknya
''Naya ... putramu sangat tampan ia mirip sekali dengan Rakha.
puji Prawira pria paruh baya itu nampak mengelus kepala Axelle
__ADS_1
Axelle sayang, ucapkan salam pada kakek
ia kakek Prawira ayah Mommy''
jelas Kanaya pada putranya Prawira menatap Kanaya dengan mengulas senyum ia bahagia Kanaya memperkenalkannya pada Axelle sebagai Kakeknya .
''halo kakek , aku Axelle ''
ucap Axelle dengan mungulurkan tangan mungilnya Prawira menyambut tangan itu
''halo anak tampan, jadi namamu Axelle
nama yang bagus jadilah pembawa kebahagiaan untuk semua orang ''
Axelle menggnggukan kepalanya
ditengah obrolan mereka Rakha pulang untuk makan siang dirumah
Rakha nampak terkejut mendapati Prawira yang datang berkunjung tengah mengobrol akrab dengan istri juga putranya dan Rena .
''Tuan anda disini ?'
sapa Rakha dengan mengulurkan tangannya dan di sambut Prawira
''iya , aku datang untuk mengunjungi Naya maaf membuatmu terkejut ''
''tidak apa-apa tuan , aku senang anda berkunjung ''
Rakha menghampiri Kanaya dan mengecup keningnya
Prawira senang dengan Rakha yang begitu mencintai Kanaya
mereka pun memutuskan untuk makan siang bersama Rakha terlihat melayani dan menyuapi Kanaya dengan telaten
Rena dan Prawira dibuat terharu dengan apa yang dilakukan Rakha .
Rakha membawa Kanaya ke butik milik Sarra untuk mencoba gaun yang akan dipakai dihari pernikahan Jonathan dan Siska
awalnya Kanaya menolak namum karna permintaan Siska dan pepatah Prawira ahirnya Kanaya setuju.
Rakha di sambut dengan ramah oleh pegawai Sarra yang suda tau kalau Rakha akan ke butik bersama Kanaya.
''nona muda ini gaun anda '' biar saya bantu memakaikannya ''
ucap pegawai itu
Kanaya mengangguk pelan
beberapa saat kemudian Kanaya keluar dibantu pegawai butik itu
''Tuan muda bagaimana menurut anda penampilan Nona?''
Rakha yang tengah mencoba pakaiannya pun nampak terpana dengan tampilan sang istri yang nampak seksi dan menggoda namun elegant dengan gaun itu
Rakha mendekati sang istri di tariknya pinggang Kanaya agar merapat dengan dirinya
membuat sang pegawai terpana dan salah tingkah melihat itu
''kau selalu sempurna Bidadariku ''
bisik Rakha
dan tanpa basa-basi Rakha mencium bibir Kanaya dengan mesra di hadapan semua pengunjung butik yang datang untuk mencoba gaun diruangan itu.
__ADS_1