Istriku Sayang Istriku Malang

Istriku Sayang Istriku Malang
Bidadariku


__ADS_3

waktu tanpa terasa berlalu dengan cepat Kanaya kini telah terbiasa dengan kondisinya


hampir satu bulan Kanaya mengalami kebutaan


Kanaya menganggap itu adalah bagian dari takdir hidupnya .


''bersama Rakha yang selalu mendampinginya juga Axelle dan semua orang yang menyayanginya dengan tulus


saat Rakha di kantor Kanaya akan di temani Sarra atau Axelle juga para pelayan terutama Bi nah yang juga menyayangi nona mudanya itu


sikap Kanaya yang baik membuat banyak orang menyukainya.


hari itu Kanaya tengah menemani Axelle bermain di taman bersama Rena yang datang berkunjung untuk membicarakan tentang pernikahan


Siska dan Jonathan yang akan dilangsungkan beberapa hari lagi


saat ini Sarra juga tidak ada dirumah


Sarra tengah mempersiapkan pesta pernikahan untuk Jonathan anak angkatnya itu sama seperti Rakha


Sarra ingin yang terbaik untuk Jonathan


dan Adam pun setuju dengan keinginan sang istri yang memang Adam pun sangat menyayangi Jonathan


''Naya...


bagaimana keadaanmu apa kau sudah memeriksakan kembali keadaanmu ''


tanya Rena


''aku sudah tak peduli lagi Ren...


dengan keadaan ku bagiku saat ini yang terpenting adalah orang-orang di sekitarku bahagia


Rena menggenggam tangan Kanaya


agar sahabatnya itu tak bersedih


''aku tau kau wanita yang kuat Nay....


Kanaya hanya mengangguk Axelle duduk di pangkuan Rena


''unty lena... gimana gambal Axelle bagus gak?


wah sayang kamu pintar gambar mu sangat baguss


puji Rena dan mengenggam tangan Kanaya ia takut sahabatnya sedih saat Axelle meminta penilaian gambarnya


Kanaya pun mengulas senyum tipisnya


''oh ya Naya... apa kau akan hadir dipernikahan Jonathan dan Siska ?


Siska ingin kau hadir di hari bahagianya


ku dengar kau menolak karna alasan matamu ?


''Kanaya pun mengangguk pelan


''ia aku menolak aku tidak ingin semua orang melihat keadaan ku


aku tak ingin keluargaku malu karna aku''


'kau tak boleh berpikiran begitu , justru mereka akan sedih kalau kau tak hadir


tukas Rena

__ADS_1


Kanaya pun hanya mengulas senyum tipis tanpa menjawab sahabatnya itu.


saat mereka asyik mengobrol tiba-tiba Bi nah datang menghampiri


''nona muda ada yang ingin bertemu dengan anda''


''siapa Bi?


'Tuan Prawira ''


''ayah mertua''


Kanaya beranjak dengan dibantu Bi nah


wanita kesayangan Rakha itu menemui Prawira


dan di ikuti Rena dan Axelle


Prawira menatap Kanaya datang dituntun Bi nah


dan di dudukan di hadapannya Prawira menatap sedih keadaan mantan menantunya itu


''Naya...


Kanaya hanya memasang senyum tanpa tau dimana orang yang ia ajak bicara Bi nah meninggalkan Kanaya dan Prawira untuk bicara


Prawira mendekati Kanaya ia mengelus kepala Kanaya dengan sayang


''Naya... kenapa bisa sampai begini nak?


maaf ayah tidak tau keadaan mu dan baru bisa melihatmu hari ini ''


''Ayah mertua....


menumpahkan kesedihannya


selama ini


''apa dalam hidupku aku memang tak akan pernah bahagia ?


ayah , aku .... aku lelah orang-orang yang kusayangi menderita karna aku hiks... hiksss..


Prawira mengelus kepala Kanaya dengan perasaan sedih ia dapat merasakan kepedihan hati Kanaya ia pun mengheula napas dengan berat


''Naya... kau jangan bicara seperti itu


orang-orang di sekitarmu sangat mencintai dan menyayangimu dengan tulus nak


kau harus tegar, demi mereka ayah tau ini berat tapi kau harus kuat dan semangat jangan putus asa mana Kanaya ayah yang dulu selalu bersemangat dan pantang menyerah itu ?


Kanaya mengusap air matanya dan terseyum tipis


Rena yang berada di sana pun ikut terharu


Axelle mendekati Kanaya


''Mommy ''


Kanaya meraba wajah Axelle


yang memeluknya


''Naya ... putramu sangat tampan ia mirip sekali dengan Rakha.


puji Prawira pria paruh baya itu nampak mengelus kepala Axelle

__ADS_1


Axelle sayang, ucapkan salam pada kakek


ia kakek Prawira ayah Mommy''


jelas Kanaya pada putranya Prawira menatap Kanaya dengan mengulas senyum ia bahagia Kanaya memperkenalkannya pada Axelle sebagai Kakeknya .


''halo kakek , aku Axelle ''


ucap Axelle dengan mungulurkan tangan mungilnya Prawira menyambut tangan itu


''halo anak tampan, jadi namamu Axelle


nama yang bagus jadilah pembawa kebahagiaan untuk semua orang ''


Axelle menggnggukan kepalanya


ditengah obrolan mereka Rakha pulang untuk makan siang dirumah


Rakha nampak terkejut mendapati Prawira yang datang berkunjung tengah mengobrol akrab dengan istri juga putranya dan Rena .


''Tuan anda disini ?'


sapa Rakha dengan mengulurkan tangannya dan di sambut Prawira


''iya , aku datang untuk mengunjungi Naya maaf membuatmu terkejut ''


''tidak apa-apa tuan , aku senang anda berkunjung ''


Rakha menghampiri Kanaya dan mengecup keningnya


Prawira senang dengan Rakha yang begitu mencintai Kanaya


mereka pun memutuskan untuk makan siang bersama Rakha terlihat melayani dan menyuapi Kanaya dengan telaten


Rena dan Prawira dibuat terharu dengan apa yang dilakukan Rakha .


Rakha membawa Kanaya ke butik milik Sarra untuk mencoba gaun yang akan dipakai dihari pernikahan Jonathan dan Siska


awalnya Kanaya menolak namum karna permintaan Siska dan pepatah Prawira ahirnya Kanaya setuju.


Rakha di sambut dengan ramah oleh pegawai Sarra yang suda tau kalau Rakha akan ke butik bersama Kanaya.


''nona muda ini gaun anda '' biar saya bantu memakaikannya ''


ucap pegawai itu


Kanaya mengangguk pelan



beberapa saat kemudian Kanaya keluar dibantu pegawai butik itu


''Tuan muda bagaimana menurut anda penampilan Nona?''


Rakha yang tengah mencoba pakaiannya pun nampak terpana dengan tampilan sang istri yang nampak seksi dan menggoda namun elegant dengan gaun itu


Rakha mendekati sang istri di tariknya pinggang Kanaya agar merapat dengan dirinya


membuat sang pegawai terpana dan salah tingkah melihat itu


''kau selalu sempurna Bidadariku ''


bisik Rakha


dan tanpa basa-basi Rakha mencium bibir Kanaya dengan mesra di hadapan semua pengunjung butik yang datang untuk mencoba gaun diruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2