
#Biasakan setelah membaca like dan comment ya terima kasih😊
#Next
**
Nyonya Heva menikmati hari-harinya bersama suaminya tuan Arkana. Tuan Arkana sangat bahagia atas kebersamaan mereka. Apalagi dengan adanya si kembar Jihan dan Joe anak dari Herlan.
"Sayang, kita buat anak nya kapan?" ucap nyonya Heva menggoda suaminya.
"Hihi, malu dong sayang, nanti di dengar oleh anak-anak kita lagi," ucap tuan Arkana sambil menyeruput minuman di depannya.
"Weekend ya sayang, aku sudah bilang sama Herlan, kita berbulan madu weekend, jadi kamu luangkan waktu buat ku," ucap nyonya Heva.
"Oke sayang, aman itu yang penting kamu bahagia, itu sudah bagian dari hidup ku," ucap tuan Arkana.
"Cup," ciuman pun mendarat di pipi tuan Arkana.
Nyonya Heva kembali tersenyum dengan sikapnya, sedangkan tuan Arkana tidak tahan melihat istrinya dan langsung menyosor istrinya dengan mencium di pipi istrinya.
Deswey yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum bahagia, melihat mertuanya bahagia, bahkan seperti kembali muda kembali.
"Argh kok aku kangen dengan suamiku sih," ucap Deswey masuk ke kamar dan duduk di dekat jendala kamar mereka yang ada tempat duduknya.
Deswey pun menelpon suaminya, akan tetapi belum lama di matikan nya lagi, Deswey malu dan takut akan menganggu istrinya.
Herlan yang melihat ponselnya berdering langsung melihat yang menelponnya.
"Eh tumben ya istriku menelpon, kangen kah dia dengan ku, aku telpon balik saja lah," ucap Herlan tersenyum.
Herlan pun menelpon istrinya dengan segera dan duduk santai di kantor.
📱"Hai istriku cantik, gimana kabar kamu dan anak-anak?" ucap Herlan bertanya.
📱"Semuanya baik kok sayang, oh ya sayang, aku rindu kamu sayang," ucap Deswey dengan nada malu-malu.
📱"Argh, masa' sih sejak kapan istri ku mengatakan semua ini, ini terasa seperti sebuah hadiah luar biasa," ucap Herlan tersenyum indah.
📱"Ih kamu begitu banget sama aku sayang, aku serius rindu kamu sayang," ucap Deswey dengan manja.
__ADS_1
📱"Hihi, aku sudah lama tidak menggoda mu sayang, sejak aku sibuk terus kamu sibuk mengasuh anak-anak kita, jadi belum ada kesempatan banyak goda kamu," ucap Herlan dengan nada tersenyum.
📱"Hihi, kapan pulang nya hari ini?" ucap Deswey bertanya.
📱"Ehm jam 17.30 sayang pulang nya, kamu mau di belikan apa sayang," ucap Herlan bertanya pada istrinya.
📱"Makanan favorit sayang, jangan lupa belikan buat papa dan mama ya sayang," ucap Herlan.
📱"Oke istriku, kalau begitu aku matikan ya, tapi cium dulu dong," ucap Herlan manja.
📱"Hihi, iya sayang aku cium kamu kok, muuuaah," ucap Deswey dengan lembut.
📱"Muaaah sayang, sampai ketemu di rumah ya istriku tercinta," ucap Herlan Bahagia.
📱"Iya sayang," ucap Deswey senyum-senyum sendiri setelah telponan dengan suaminya.
Herlan pun menutup panggilan telpon tersebut, Herlan bahagia dan selalu tersenyum, bahkan Very yang melihat senyuman Herlan pun mulai menggodanya.
"Ayo, lagi mikirin apa itu? nanti aku adukan sama Deswey," canda Very.
"Enak saja, aku tersenyum habis telponan dengan istriku, kamu tahu nggak Very istriku itu termasuk wanita yang cuek, ego nya tinggi, kalau bilang kangen saja susah, nah barusan dia telpon kangen sama aku dengan sikap manja nya, yaa aku bahagia dong istriku berubah begitu," ucap Herlan masih tersenyum dan menandatangani dokumen yang di depannya.
Padahal di dalam hati Very pun jadi cemburu melihat kemesraan Herlan dengan istrinya.
"Istriku lagi apa ya sekarang? atau dia sibuk dengan dokumen perkuliahannya, kalau aku telpon ganggu bisa-bisa kenal omel dan malam mu di cemberut, argh susah punya istri labil, sudah lah kembali kerja saja," ucap Very kembali ke ruangannya.
Hal yang sama terjadi dengan Deswey, dia tersenyum dan bahagia, tanpa sadar dia sudah di depan mama Heva dan papa Arkana, dan keduanya menyapa Deswey yang sedang tersenyum sendiri.
Nyonya Heva dan tuan Arkana jadi kepo tentang senyuman bahagia Deswey. Nyonya Heva pun mendekat ketika Deswey mengambil sebuah makanan.
"Sayang, kamu tersenyum karena apa?" ucap nyonya Heva, sedangkan suaminya hanya mengamati keduanya dari ruang keluarga.
"Ehm tadi ma, aku telponan sama suami ku, bilang rindu ke dia, dan ini pertama kali nya aku merasa rindu dengan suami ku," ucap Deswey tanpa tahu siapa yang mengajak nya bicara.
"Apakah selama ini kamu tidak rindu dengan suami mu?" ucap nyonya Heva penasaran.
"Rindu nya itu beda ma, tadi aku lihat mama sama papa bermesraan jadi aku rindu suami ku pengen di belai," ucap Deswey kembali tersenyum, dan nyonya Heva sedang mereka pembicaraan mereka agar di kirim ke Herlan.
"Apakah cinta itu sudah tumbuh di hati mu sayang?" ucap nyonya Heva kembali penasaran.
__ADS_1
"Iya ma, kali ini cinta itu kembali tumbuh besar, wajar jika Herlan sangat tersiksa jika aku menyueki nya," ucap Deswey.
Pembicaraan terhenti karena suara tangisan si bayi, Deswey pun tersadar dan segera mengambil makanan buat dirinya.
"Ma, tadi kita bicara apa?" ucap Deswey bertanya.
"Si kembar nangis sayang, hayo kita ke kamar kamu," ucap nyonya Heva mengalihkan.
Keduanya pun menuju kamar dan meminta suaminya mengirim rekaman tersebut, tuan Arkana hanya patuh saja. Sebab dia lucu melihat tingkah menantu nya yang makin cinta.
Deswey pun mengendong si kembar begitu pun nyonya Heva yang ikut membantu. Setelah keduanya diam, mereka kembali di letakkan kembali.
Si kembar tidak bisa berjauhan dengan mama nya, saling terikat satu sama lainnya jika Deswey sakit keduanya langsung diam, karena paham kondisi mama nya.
Sore pun telah tiba, akan tetapi Herlan belum juga pulang. Deswey gelisah luar biasa padahal beberapa menit yang lalu dia akan sampai di rumah.
Deswey pun meminta mama Heva untuk menjaga si kembar sedangkan tuan Arkana meminta bantuan anak buahnya mencari jejak Herlan.
Deswey pun sudah menghubungi Desy, hal yang sama terjadi Very pun tidak bisa di hubungi kontaknya. Keduanya menghilang dalam sekejap.
Hingga tuan Arkana mendapat kabar dari anak buahnya, bahwa mobil Very dan Herlan sudah di temukan akan tetapi tidak dengan keberadaan keduanya.
Desy dan Deswey kalang kabut mereka gelisah harus berbuat apa? Hingga Deswey bertekad untuk mengajukan diri, akan tetapi di tolak oleh mama Heva.
"Deswey, mama paham kamu menyayangi suami mu, tapi ingat si kembar sayang, Herlan pernah berpesan untuk menjaga mu dan anak-anak nya, maka mama mohon kabulkan permintaan Herlan, biarkan laki-laki yang mencari," ucap nyonya Heva menahan suaminya.
"Baiklah, aku akan menyerahkan pada papa Arkana dan papa Herley," ucap Deswey terkulai lemah.
Deswey pun pingsan, dia pun di istirahat di tempat tidur berdekatan dengan si kembar di jaga oleh nyonya Heva. Sedangkan Desy di jaga oleh nyonya Geby bersama si kembar dan penjagaan ketat.
Tuan Arkana dan tuan Herley pun menyusun strategi, mereka tahu siapa pelakunya. Sehingga meminta beberapa yang kuat menjaga dua rumah.
🍁🍁🍁
Bersambung 🍁
Penasaran
like dan comment ya🤭
__ADS_1