Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 89


__ADS_3

Olivia dan Gerald satu sama lain makin dekat, bahkan mereka selalu saja berduaan di apartemen Gerald terkadang di apartemen Olivia.


Gerald sangat mencintai Olivia begitupun sebaliknya, hingga keduanya berjanji akan selalu setia satu sama lain.


Tanpa terasa waktu yang telah di janjikan oleh papa mereka tiba, Keduanya di panggil ke ruangan Papa Olivia.


Olivia dan Gerald satu sama lain saling lirik. Hingga papa Olivia memulai semuanya.


"Olivia dan Gerald dengarkan intruksi papa dengan benar ya," ucap papa Olivia.


Keduanya pun hanya mengangguk saja atas pesan dari papa Olivia.


"Kalian berdua akan papa kasih warisan sebuah saham, akan tetapi nama kalian sudah tertera di saham itu, masing-masing kalian mendapat 10% persen dari perusahaan ini, dan ini KTP kalian nantinya, buat seolah-olah kalian meninggal, dan kalian buat identitas baru dengan KTP ini, papa sudah merencanakan semuanya, jadi barang-barang kalian diharapkan segera di ungsikan di tempat lain buka di negara ini tapi di tempat lain, apakah kalian mengerti?" ucap papa Olivia.


"Papa, mengapa papa melakukan semua ini?" ucap Olivia bertanya.


"Olivia, umur papa tidak akan lama lagi, jadi papa berharap kalian bisa hidup bahagia ke depannya, jadi nanti papa akan membuat scenario kalian berdua papa pecat dan kalian frustasi atas keputusan papa ini, dan saat itu kalian persiapkan diri dengan scenario berikutnya," ucap papa Olivia.


"Siap pa, Gerald paham dengan perintah papa," ucap Gerald dengan tegas.


"Tapi Olivia tidak ingin berpisah dengan papa," ucap Olivia.


"Olivia ini semua demi kebaikan kamu, doakan papa selalu sehat, kalian jangan lupa ubah penampilan kalian, jangan sampai orang curiga setelah kematian kalian," ucap papa Olivia.


"Dan ingat pertahankan air mata ini, karena setelah keluar dari sini, kalian akan berakting menangis karena papa pecat, sedangkan Gerald jika mau melakukan sesuatu jangan sampai papa jantungan," ucap papa Olivia.


"Siap pa," ucap Gerald.


Olivia pun mempertahankan air matanya, sehingga dia menghempaskan diri ketika pintu di buka. Semua karyawan heran dengan sikap Olivia yang tak biasa.


Papa Olivia pun mengumumkan pada semua karyawan bahwa Olivia dan Gerald di pecat karena tidak becus menyelesaikan sebuah proyek yang sebenarnya sudah selesai itu hanya sebuah alasan saja.


Olivia pun menangis histeris dan mengejar papa nya sedangkan Gerald meninju dinding dengan pelan.

__ADS_1


Setelah selesai beberapa menit karyawan pun bubar, keduanya terpaksa membereskan barang-barang mereka. Saat keluar wajah Olivia muram dengan membawa barang-barang nya begitu pun dengan Gerald.


Keduanya menuju apartemen masing-masing. Sesampainya di apartemen masing-masing, keduanya pun telponan.


📱"Kak Gerald, aku masih kepikiran dengan papa," ucap Olivia duduk di atas kasurnya.


📱"Ikuti saja kata papa, ini sudah rencananya, yang penting kita selalu ingat jika selesai semua rencana ini, kita harus berada di samping papa agar kita bisa melindunginya," ucap Gerald mengatakan.


📱"Tunggu maksudnya melindungi papa bagaimana? apakah papa dengan Kaka Gerald menyimpan rahasia tentang keluarga dengan aku? katakan sekarang kak Gerald," ucap Olivia teriak.


📱"Ehm baiklah aku jelaskan semuanya, sebenarnya semua keluarga mu itu satu sama lain saling merebutkan harta papa mu begitu pun dengan mama, bahkan mama memiliki selingkuhan, hanya saja papa simpan dengan rapi agar dia merasa baik-baik saja di rumah tersebut, sehingga nanti ketika terjadi gejolak, papa akan pura-pura meninggal, begitu pun dengan kita, hanya saja dalam scenario tentang papa, hanya papa yang tahu," ucap Gerald menjelaskan.


📱"Bagaimana mungkin mama selingkuh Kak Gerald?" ucap Olivia merasa tidak percaya.


📱"Itu memang benar adanya Olivia, bahkan saya sendiri yang melihat nya dengan papa, bahkan saat itu papa hampir saja sesak nafas, untungnya kami membawa alat nafas papa," ucap Gerald menjelaskan.


📱"..... (terdiam menangis)


📱"Olivia, jangan menangis sayang, aku kan masih di samping mu, papa juga berpesan untuk menjaga mu, papa hanya mempercayai mu pada ku, jadi aku mohon jangan bersedih," ucap Gerald memohon.


📱"Yaa sudah kamu tenangkan diri ya sayang, atau aku ke tempat mu sekarang," ucap Gerald.


📱"Iya kesini temani aku," ucap Olivia.


Gerald pun langsung menuju apartemen Olivia, dia mengunci pintu apartemennya dan menuju apartemen Olivia. Saat Gerald masuk Olivia langsung meloncat dan memeluk Gerald dengan erat dan dia mencium Gerald.


Gerald yang mendapatkan serangan tersebut pun tidak tinggal diam, di letakkan Olivia di kasurnya secara perlahan, dia pun mencumbu bibir Olivia secara lembut, setelah usai Olivia pun meminta berhenti.


"Kak Gerald janji kan akan menikahi ku," ucap Olivia bertanya dan Gerald posisi duduk.


"Iya Olivia aku akan menikahi mu, akan tetapi kita menikah dengan identitas baru, jadi kita bisa menikah di tempat lain bukan disini," ucap Gerald menjawab.


"Kalau begitu aku serahkan seluruh raga ku untuk Kak Gerald," ucap Olivia mendekati Gerald dan mencium telinga Gerald.

__ADS_1


Gerald menahan nafsunya dan malah berkata :


"Olivia, aku menyayangimu, akan tetapi yang berharga ini tunggu kan beberapa hari setelah kita sah, aku janji akan memuaskan setiap yang kamu inginkan, sekarang kita berpikir bagaimana caranya agar kita bisa buat scenario seolah-olah kita, berarti kita harus mengikhlaskan satu mobil, sedangkan mobil mu kita jual," ucap Gerald pada Olivia.


"Yups itu rencana bagus Kak Gerald, kalau begitu lebih cepat lebih baik, aku ingin segera menjadi istrimu," ucap Olivia mencium bibir Gerald.


Kedua nya saling mencumbu satu sama lain, sebelum Gerald kembali menuju apartemennya untuk kembali beres-beres.


Di sisi lain.


Desy dan Very tengah berduaan di rumah mereka, setelah Deswey dan nyonya Heva sembuh, dan mama nya sudah kembali ke rumah mereka yang telah dibangun kembali oleh papa.


Desy sibuk dengan tugas perkuliahan nya, padahal dia tengah berbadan dua, hal itu membuat Very risau luar biasa. Very pun meletakkan susu bumil dan makanan buah untuk Desy tanpa berbicara.


Desy yang melihat tingkah suami nya cemberut pun langsung bertanya.


"Sayang, muka kamu kenapa di tekuk begitu?" ucap Desy bertanya sambil membereskan berkas perkuliahannya.


"Nggak apa-apa kok istriku," jawab Very seadanya.


Selesai membereskan Desy pun meminum susu dan secuil buah yang sudah di sajikan suaminya. Desy pun menghampiri suaminya di kasur.


"Bilang saja sayang, kamu cemberut itu kenapa?" ucap Desy bertanya sambil mencubit pipi suaminya.


"Ehm aku kasihan dengan kamu sayang, malam-malam masih saja menyelesaikan tugas kuliah, kan masih bisa besok pagi, kamu sedang hamil sayang," ucap Very menjelaskan.


"Baiklah sekarang kita bobok ya, kamu jangan cemberut lagi ya," ucap Desy mencium keningnya, Very pun mencium balik.


Hingga keduanya terlelap dalam tidurnya.


🍁🍁🍁🍁


like, comment, gift dan vote ya

__ADS_1


terima kasih 🤭


__ADS_2