
#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih atas perhatiannya🤭
Next
Deswey dan Herlan kembali dengan kesibukan nya masing-masing. Herlan di perusahaan nya sedangkan Deswey masih membantu perusahaan papa nya.
9
Desy kembali fokus dengan perkuliahannya dan Very masih membantu di perusahaan Herlan.
Hingga suatu kejadian membuat semuanya sibuk termasuk Deswey hingga Herlan yang sibuk menghubungi istrinya.
📱"Sayang, kamu kapan pulang? aku sangat merindukanmu," ucap Herlan bertanya pada istrinya.
📱"Sepertinya malam ini aku pulang larut sayang maaf ya," ucap Deswey pada suaminya.
📱"Kalau begitu aku selingkuh saja," ucap Herlan cemberut.
📱"Haha, kamu mau selingkuh dengan siapa sayang? coba aku mau lihat wanita nya lebih cantik dari aku nggak, lebih dari aku segala-gala nya kah," ucap Deswey menjawab.
📱"Ih aku benaran sayang, aku selingkuh sebentar lagi," ucap Herlan memperlihatkan selingkuhannya.
📱"Haha, oh si kembar kesayangan ku, boleh dong sayang kamu selingkuh dengan mereka, sangat di bolehkan," ucap Deswey tersenyum memandang suaminya yang tengah cemberut di video call.
📱"Jadi kapan kamu pulang sayang?" ucap Herlan kembali ke kamarnya.
📱"Nanti kita bertemu lagi ya sayang, aku matikan dulu panggilan nya," ucap Deswey memberikan kecupan pada suaminya.
Herlan hanya tersenyum malu melihat tingkah istrinya yang makin imut jika bertingkah seperti itu.
Di sisi lain Olivia masih tetap tetap bertegur sapa dengan papa nya. Bahkan, hampir saja Olivia keguguran karena menyelamatkan papa nya. Karena hal itu membuat Olivia menyerah dengan sikap papa nya yang masih mengingat mendiang mama nya.
Hingga Gery yang selalu menjadi jalan tengah bagi keduanya, bahkan setelah papa nya menerima kepergian istrinya Olivia masih belum mau bicara dengan papa nya.
Meskipun waktu makan malam di kala itu, Olivia tidak banyak bicara sama sekali.
__ADS_1
"Olivia, ayo nikmati makan bersama, jangan diam saja," ucap Tante Siska mencairkan suasana.
"Maaf Tante Siska, istri ku kurang sehat seperti nya karena kondisi bayi dalam kandungan," ucap Gery membantu istrinya menjawab.
"Iya Tante Siska, terima kasih akan tetapi benar yang dikatakan oleh suamiku," ucap Olivia sambil makan perlahan.
"Baiklah, mari kita makan bersama," ucap Tante Siska.
Mereka pun makan bersama tanpa suara setelah nya. Olivia dan papa nya belum juga bicara, sehingga Tante Siska meminta tolong pada Gery bahwa ada sedikit masalah dengan mobilnya.
Gery pun izin dengan istrinya untuk menemani Tante Siska. Hal itu di mengerti oleh Olivia, Olivia pun sengaja duduk diam tanpa bicara agar papa nya sendiri yang bicara dengan nya.
Ego yang dilakukan Olivia memang sengaja agar papa nya sadar di dunia ini masih ada Olivia, Gery dan bayi yang akan lahir ke dunia ini sebagai cucu nya.
"Olivia, apakah kamu masih tadi mau bicara dengan papa mu," tanya Papa nya mendekat.
"Papa bukan saja minta maaf sama aku, tapi juga minta maaf sama anakku, sama suami ku karena tingkah papa kita semua kena imbas nya, kita semua sayang dengan papa, maka nya kita bersikap demikian," ucap Olivia memberikan pemahaman kepada papa nya.
"Iya sayang, maafin papa ya, cucu kakek ma-aaf ya, nanti Gery papa sendiri yang akan bicara, selama kamu maafin papa terlebih dahulu ya Olivia," ucap papa menjelaskan.
"Iya baguslah kalau begitu, papa fokuslah dengan Tante Siska, walau Tante Siska sangat lah baik, tapi hati wanita juga lemah, semoga papa memahami maksud ku," ucap Olivia mengingat papa nya.
Keduanya pun pelukan, Gery yang melihat dari kejauhan merasa bahagia melihat keduanya sudah akur kembali. Setidaknya Gery tidak menjadi alat komunikasi perantara bagi keduanya.
Gery pun menelpon Tante Siska untuk mengabari, Tante Siska sangat bahagia mendengar kabar akurnya Olivia dengan papa nya. Gery pun langsung menemui keduanya.
Ketiganya pun selesai dan menuju ke mobil mereka. Gery pun mulai mengeluarkan candaan maut di antara mereka. Hingga mereka pun tanpa terasa sudah sampai di rumah.
Olivia dan Gery pun beristirahat di kamarnya. Sedangkan papa nya di kamar. Setelah Gery mengantarkan istrinya ke kamar dia pun menemui papa di kamarnya.
"Papa, boleh kah Gery masuk ke kamar," tanya Gery.
"Boleh sayang, dengan senang hati," jawab papa dari dalam kamarnya.
Gery pun masuk ke dalam kamar papa. Keduanya pun larut dalam pembicaraan tersebut. Hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan larut malam. Gery pun berpamitan setelah papa nya terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
Gery pun kembali ke ruang kerjanya, sebab masih ada hal yang ingin di baca nya. Hingga teriakan Olivia langsung melepaskan semua pekerjaan dan menuju kamar istrinya.
"Sayang, kamu kenapa? ada yang sakit bagian mana coba katakan pada ku," ucap Gery bertanya pada istrinya.
"Anak kita menendang sayang, maka nya aku terbangun dan kesakitan," ucap Olivia memeluk suaminya.
"Sayang, bisa tunggu sebentar, aku bereskan meja kerja ku dulu ya, nggak lama kok," tanya suaminya.
"Baik sayang," ucap Olivia mengambil minum.
Saatnya suaminya masuk ke kamar, tiba-tiba gelas pecah karena Olivia tidak sampai meletakkan di meja.
"Sayang, maaf tangan ku tidak sampai," ucap Olivia dengan wajah memelas.
"Iya sayang tidak apa-apa, maaf ya tadi aku ada pekerjaan sehingga kamu harus mengambil sendiri," ucap Gery sambil membersihkan serpihan beling.
"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Olivia.
"Mau ambil sapu dan membuangnya pecahan beling sayang, para pelayan semuanya pasti sudah tidur, kasihan mereka hanya bangun membersihkan hal ini, kamu tunggu di sini ya sayang," ucap Gery pergi meninggalkan istrinya.
Olivia makin cinta dengan suaminya bagaimana tidak Gery memperlakukan Olivia sangatlah lembut? bahkan melebihi apapun. Gery bisa melakukan sesuatu tanpa harus ada pelayan yang membantunya.
Prinsip Gery selama dia bisa melakukannya, kenapa harus meminta bantuan orang lain?. Hinga suatu hari ada sebuah pertanyaan yang membuat Olivia meneteskan air mata dan memeluk suaminya.
"Istri ku, jika suatu saat nanti aku terluka dan harus banyak istirahat bahkan tidak bisa membantu mu, apakah kamu akan membuang mu?" tanya Gery sambil membuang pecahan beling.
Untuk sesaat Olivia terdiam dan bingung harus menjawab apa?
"Jawab saja sayang, aku janji tidak akan marah," ucap Gery selesai membuang pecahan beling dan berada di dekat istrinya.
"Tidak akan terjadi hal itu, kita akan selalu bahagia dan akan bahagia, aku tidak berpisah dengan mu dalam kondisi apapun itu lah yang akan selalu aku tanamkan pada diriku," ucap Olivia pada suaminya.
Gery pun tersenyum dengan sikap istrinya. Setelah pembicaraan tersebut keduanya lelap tidurnya.
❤️
__ADS_1
Bersambung ❤️
Like dan comment ya😂🤭