
Desy pun mempelajari buku yang diberikan mama nya dengan sangat baik, bahkan seharian dia membaca buku tersebut. Kecuali makan dan beribadah dia berhenti membaca.
Buku setebal 600 halaman Desy baca dengan sangat senang, saat tuan Herley pulang di sore harinya, dia tidak dapati Desy menyapa nya yang rutin dia lakukan, akan tetapi tidak pada hari itu. Sehingga tuan Herley pun menemui istrinya yang sedang mempersiapkan makan malam mereka.
"Sore sayangku," ucap nyonya Geby sambil mencium suaminya.
"Sore sayang, kamu tahu nggak Desy kemana? biasanya sore begini dia menyapa ku sayang, Desy sehat kan?" ucap tuan Herley khawatir.
"Sudah sayang jangan ganggu anak kamu satu itu lebih polos dari Deswey ternyata," ucap nyonya Geby sambil tersenyum.
"Hal apa sayang sehingga kamu tersenyum begitu dan membedakan keduanya, cerita akan aku penasaran," ucap tuan Herley.
Nyonya Geby pun duduk, dan menceritakan kepada suaminya. Tuan Herley hanya tersenyum dan tertawa dengan anaknya yang kutu buku tersebut.
Tuan Herley tidak menyangka bahwa anaknya yang kutu buku tidak pernah sekalipun membaca tentang buku pernikahan. Sehingga membuat tuan Herley tertawa terbahak-bahak.
"Ya ampun ma, ada-ada saja Desy, terus tanggapi Very bagaimana ma?" ucap tuan Herley bertanya pada istrinya.
"Yang menyarankan belajar dengan mama ya Very, mungkin Very lagi sibuk jadi nggak mau jelasi, tapi kata Desy malah di suruh nanya mama saja, dengan polosnya anakmu menanyakan langsung ke saya, hingga mama memberi tahu beberapa tips," ucap nyonya Geby.
" Emang berawal dari mana ma, Desy mau membaca buku tentang pernikahan," ucap tuan Herley penasaran.
"Begini Pa cerita nya, Desy merindukan Deswey jadi dia menelpon Deswey, eeh ternyata nggak di angkat, lalu dia menelpon Very, menanyakan kemana Herlan dan Deswey kenpa nggak mengangkat telpon dari nya, kata Very mereka sedang honeymoon, dengan polosnya Desy bertanya pada Very, apa itu honeymoon, Very malah menjawab tanya saja dengan mama mu," ucap Nyonya Geby dengan gelak tawa mempraktekkan gaya anaknya bicara.
"Hahahaha, terus ma, Desy langsung nanya ke mama begitu, honeymoon itu apa?" ucap tuan Herley penasaran.
"Iya pa, jadi mama kasih tahu dan menyuruh dia baca, saat mama tanya ternyata Desy belum pernah membaca hal-hal tentang pernikahan, makanya mama bilang ternyata Desy lebih polos dari Deswey," ucap nyonya Geby masih dalam senyumnya.
"Haha, ada-ada saja ya ma, anak kita, kalau gitu ayo ma kita buat adonan kue di kamar," ucap tuan Herley langsung menggendong istrinya.
Nyonya Geby tak berdaya jika sudah di gendong oleh suaminya, biarpun keduanya sudah berumur, tapi energi keduanya masih kuat. Bahkan, tuan Herley tidak pernah sekalipun memandang kan mata nya pada wanita lain, karena tuan Herley sangat mencintai nyonya Geby.
***
Deswey dan Herlan pun sangat bahagia sudah melakukan pengemulan beberapa kali. Hingga keduanya mengungkapkan perasaan satu sama lain.
__ADS_1
Pagi pun menjelang.
Herlan memeluk istrinya sangat erat, Herlan tak ingin berjauhan dari istrinya.
"Sayang, kamu mau pergi kemana? jangan jauh dari aku, aku nggak mau di tinggalkan, kalau kamu lapar, tinggal telpon saja kamu mau pesan apa?" ucap Herlan memelas dan langsung mengambil ponselnya dan memberikan pada istrinya.
Deswey pun membaca menu yang ada keduanya masih di dalam selimut tanpa busana, makanya Herlan tak ingin berjauhan dengan istrinya.
"Suamiku kamu mau milih menu yang mana?" ucap Herlan bertanya.
Herlan pun melihat menu dan menunjukkan mau nya.
"Okey, aku telpon dulu ya," ucap Deswey ingin menelpon.
Akan tetapi langsung di rampas oleh Herlan.
"Maaf sayang aku saja yang menelponnya, karena yang menerima pasti lelaki," ucap Herlan kode cemburu.
Deswey hanya tersenyum dengan suaminya yang menampakkan kecemburuan yang berlebihan.
"Yaa pesan yang saya bilang tadi, dan ingin jangan salah pesan," ucap Herlan bicara tegas.
Herlan pun meletakkan ponselnya di samping kasur mereka.
"Istriku kapan kamu bilang sayang, masa' hanya saat kita berhubungan kamu bilang sayang," ucap Herlan manja.
"Hihi, baik Herlan ku sayang," ucap Deswey mencubit hidung suaminya.
"Iih jangan ada nama aku sayang," ucap Herlan manja dan menggelitik pinggang istrinya.
"Aduuuh, hihi, iyaa...iya, sayangku," ucap Deswey memberi kode untuk memberhentikan gelitikan nya.
Saat keduanya sedang asyik bercanda, dering ponsel Deswey berbunyi, kali ini dari nyonya Geby.
"Pagi sayang, gimana hari-hari kalian di sana?" ucap nyonya Geby pada Deswey.
__ADS_1
"Menyenangkan ma, ini Herlan belum bangun masih di pelukan ku," ucap Deswey bicara pada mama nya.
"Oke sayang, kalian nikmati saja honeymoon nya ya, mama berharap kalian berlama di sana, agar mama segera menimang cucu," ucap nyonya Geby.
"Argh mama, ehm iya sih Herlan mau nya seminggu begitu, meskipun dia masih kerja melalui ponsel dengan Very, nanti kami pertimbangkan mana baiknya saja ma," ucap Deswey pada mama nya.
"Iya sayang, kalau kalian pulang kabari mama ya sayang," ucap nyonya Geby yang mana suaminya berada dalam pelukannya.
"Siap ma, aku tutup dulu ya," ucap Deswey menutup panggilan tersebut.
Setelah selesai mengangkat telpon mama nya Deswey menepuk pipi suaminya.
"Sayang, bangun lah, kita sarapan yook, tadi kan makanannya udah aku letakkan di atas meja, kita tinggal makan," ucap Deswey pada suaminya.
"Iya..iya, tapi janji sudah makan kita pelukan lagi," ucap Herlan masih mata tertutup dan berbicara.
Deswey pun memegang tangan suaminya dan mendorong suaminya masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka, entah kenapa malah keduanya masuk ke dalam kamar mandi.
"Iih sayang, kan jadi kita basahan bersamaan," ucap Deswey memukul dada suaminya.
Herlan pun mencium bibir istrinya dengan lembut, Deswey pun membalas ciuman tersebut. Hingga keduanya terbuai dalam lautan cinta yang mendalam dalam guyuran air yang menyapu dua insan tersebut.
Suara percintaan mereka hanya terdengar dalam lautan cinta di hotel itu saja, karena keduanya begitu menikmati penyatuan mereka. Keduanya baru 2 hari berada di hotel tersebut, akan tetapi keduanya sungguh menikmati kebersamaan itu.
Setelah selesai keduanya pun mandi bersama dan menikmati makanan yang telah tersaji.
"Sayang, kita jalan-jalan ke mall yook hari ini," ucap Deswey kepada suaminya.
"Oke siap sayang, kita ke mall hari ini," ucap Herlan bersemangat menemani istrinya.
"Kok kamu bahagia banget sayang," ucap Deswey tersenyum pada suaminya.
"Yaa semangat dong sayang, kamu sudah menerima cinta ku dan kamu juga sudah memberikan hak ku sebagai seorang suami, pastilah apapun yang kamu inginkan aku akan mengabulkannya," ucap Herlan mencium pipi istrinya.
Deswey hanya tersenyum dengan sikap suaminya yang lucu dan manja, tidak lagi terlihat di matanya Herlan yang cuek, gengsian dan arogan. Herlan yang dilihatnya adalah suaminya yang lembut dan penyayang.
__ADS_1
💜💜💜💜💜
Semoga cinta selalu bersemi di antara keduanya, akan tetapi episode selanjutnya, akan ada cobaan yang akan mereka lalui loe.