
Desy dan Very pun sudah tiba di rumah nyonya Heva. Desy berlari menuju rumah tersebut, mencari sosok Deswey. Hingga pelayan rumah tersebut memberi tahu keberadaan Deswey.
Desy pun langsung memeluk Deswey dengan Idak tangisnya, di sana ada nyonya Heva dan Herlan yang tengah duduk sore. Melihat hal itu nyonya Heva hanya tersenyum dengan kebersamaan dua saudara tersebut.
"Sore bos, sorry kami mendadak disini, dan sepertinya kami izin rehat di sini nyonya Heva," ucap Very berbicara pada Herlan dan nyonya Heva.
"Okey, bisa di atur itu, kalian berdua sehat kan," ucap nyonya Heva bertanya.
"Kita semua sehat kok mama Heva, hanya saja kemarin saya demam," ucap Desy menjawab.
"Haha, sayang banget ya, berarti kalian tidak menikmati honeymoon kalian berdua," ucap Herlan menjawab.
"Ih Kak Herlan nyebelin ya," ucap Desy dalam pelukan Deswey.
"Sorry adik ipar ku tersayang, aku bercanda kok," ucap Herlan meminta maaf.
"Yaa sudah mama Heva, Herlan dan Very, aku mau bicara dengan Desy dulu ke kamar," ucap Deswey memohon izin.
"Iya sayang, silahkan," ucap Herlan yang lain hanya mengangguk mengiyakan saja.
Nyonya Heva pun pergi meninggalkan Herlan dengan Very karena mau beristirahat. Sedangkan Herlan dan Very tengah berbicara serius terkait perusahaan.
Di kamar Deswey.
"Kak Deswey jadi keadaan papa dan mama bagaimana? terus kondisi di rumah bagaimana?" ucap Desy menangis.
"Kamu tenang saja adikku tersayang, papa dan mama sudah menyiapkan rumah bawah tanah, jadi kakak yakin papa dan mama dalam keadaan baik begitu pun dengan para pelayan lainnya," ucap Deswey menjelaskan pada adiknya.
"Bagaimana Kakak bisa tahu tentang semua itu? terus kenapa papa memberikan pesan kepada kita berdua?" ucap Desy penasaran.
"Papa memberikan pesan tersebut agar kamu tidak merasa di anak tiri kan karena papa pernah mendengar bahwa kamu cerita dengan mama, bahwa perlakuan papa terhadap mu berbeda padahal semua itu demi kebaikanmu," ucap Deswey mengelus rambut panjang adiknya.
__ADS_1
"Baik Kak Deswey, terima kasih penjelasan nya dan kapan kita bisa menemui papa dan mama? terus keadaan rumah bagaimana?" ucap Desy bertanya kembali.
"Rumah kita saat ini dibakar, akan tetapi semoga papa dan mama serta para pelayan bisa dengan cepat mengevakuasi barang yang penting, bahkan para pelayan yang diletakkan di rumah bawah tanah di tutup mata agar mereka tidak mengetahui rumah tersebut dan mungkin seminggu paling lama kita bisa bertemu keduanya," ucap Deswey menjelaskan.
Desy pun menangis sejadinya dipelukan sang kakak, Desy baru mengetahui bahwa rumah mereka sudah berapa kali di buat kembali, Desy tidak mengetahuinya karena sengaja dia di ungsikan di tempat yang membuat nya nyaman, hingga sudah besar seperti sekarang Desy baru memahaminya, dan seolah-olah dia ingin meminta maaf kepada kedua orang tuanya.
Terutama mama yang selalu jadi pelampiasan amarahnya, hingga Desy menceritakan bahwa dirinya kena alergi ketika honeymoon dengan suaminya, hal itu membuat Deswey murka.
"Kenapa kamu bisa membantah perkataan Very ? Very sudah berusaha menjadi suami yang baik, maka tugas kami belajar menjadi dewasa jangan bersifat ke kanak-kanakan, kamu paham nggak," ucap Deswey berusaha lembut dengan emosi.
"Kakak marahi saja terus Desy tidak apa-apa, dengan begitu Desy merasa mama berada di sampingku dan memarahi ku, jika nanti bertemu dengan mama aku aku menceritakan semuanya dan berjanji akan belajar bela diri dengan pelatih," ucap Desy masih dalam pelukan sang kakak
"Suami kamu itu pelatih yang handal loe, jadi belajar dengan dia saja, dia pasti bersikap lembut namun kasar pada mu, hanya saja ketika berlatih dengan suami sendiri, usahakan jangan manja apalagi merengek dengan pasangan sendiri," ucap Deswey memberi nasehat.
"Siap kakak, terima kasih," ucap Desy menuju kamar mandi.
Deswey yang melihat sang adik kembali tersenyum bahagia, dia pun ikut bahagia.
"Terima kasih kakak ku tercinta," ucap Desy menjawab dari kamar mandi.
Desy pun mandi dengan semangat sedangkan Deswey menemui suaminya dan Very yang berada di bawah.
"Eeh Herlan kemana Very berada?" ucap Deswey bertanya.
"Ih nyebelin banget sih sayang, kok malah nyari laki-laki lain selain suami kamu, kamu nggak lagi sayang aku," ucap Herlan cemberut.
"Hihi, suami ku tersayang, please saat seperti ini jangan cemberut dulu ya, nanti kalau di kamar aku kasih cium banyak," ucap Deswey menjawab dengan tersenyum.
"Beneran loe sayang, awas kalau kamu nggak nepati janji," ucap Herlan menjawab dengan tersenyum.
"Oh ya sayang, tadi Very menceritakan apa dengan mu?" ucap Deswey bertanya serius.
__ADS_1
"Very tadi bertanya sayang, bagaimana keadaan papa dan mama kamu? ya aku jawab semuanya aman, hanya saja yang tahu situasi seperti nya hanya Deswey karena setelah pesan tersebut tidak ada informasi apapun," ucap Herlan menjawab dengan memegang jemari istrinya.
"Ih Herlan, kamu yang sabar dong, nanti ke kamarnya, berarti kemana Very sekarang," ucap Deswey bertanya.
"Mandi sayang, tapi aku suruh di kamar sebelah mereka, karena aku pikir kalian pasti sedang bicara, makanya aku suruh dia di kamar sebelahnya," ucap Herlan menjawab sambil kursinya di dekati pada istrinya.
"Kenapa sih kamu hari ini, coba katakan?" ucap Deswey bertanya.
"Sayang, ingat loe kamu itu sekarang berbadan dua, jadi harus jaga diri kamu, aku nggak mau jauh dari kamu, pokok nya jika kamu keluar apapun, dan itu rahasia tolong kasih kepercayaan pada suami mu ini," ucap Herlan sambil memeluk istrinya.
"Ehm baiklah sayang, tapi jika suatu saat aku bercerita dengan mu, ku harap kamu menerima dengan akal sehat ya sayang, jangan sampai kamu berpikir yang tidak-tidak tentang hal apapun , tugas kamu pun harus mempercayai ku," ucap Deswey memeluk suaminya.
Malam pun tiba, setelah semuanya selesai mereka pun makan bersama dengan tersenyum walau terkadang mereka masih memikirkan nyonya Geby dan tuan Herley.
Deswey pun tidak bisa berbuat apapun, mereka hanya bisa mendoakan tuan Herley dan nyonya Geby.
Di rumah bawah tanah.
Nyonya Geby sedang memikirkan sesuatu tentang anak-anaknya, dia hanya bisa menatap foto mereka dari foto, karena ponsel mereka tidak bisa digunakan.
Tuan Herley pun mendekati istrinya dan berkata.
"Kenapa istriku, kamu rindu Deswey dan Desy kah? jika demikian mereka pun tengah rindu dengan kita, jadi doakan segera kita bisa segera pulang ya sayang, karena aku harus memastikan kondisi di luar dulu, kita baru sehari disini, kamu bersabar ya istriku," ucap tuan Herley mencium kening istrinya.
Keduanya pun kembali rebahan, agar nyonya Geby bisa beristirahat karena dia merindukan kedua anaknya.
[Semoga anak-anakku dengan pasangan sehat semua serta bahagia, aamiin] gumam Nyonya Geby langsung tertidur.
💜💜💜💜💜
like dan comment yaðŸ¤
__ADS_1