
Setelah Deswey selesai dengan kongres nya dia pun rebahan di hotel yang sudah di pesan kan khusus untuknya.
"Ehmm sepertinya hari ku ke depannya melelahkan, untung saja sehabis pulang kongres tadi ke mall beli oleh-oleh dan sudah dikirim," ucap Deswey rebahan.
Saat Deswey asyik rebahan dan ingin tertidur dering ponselnya berbunyi.
π"Istriku kamu baikkan, kamu sehat kan, kamu sudah makan belum?" ucap Herlan banyak pertanyaan dari otaknya.
π"Ampun dah Herlan, banyak sekali pertanyaan yang kami ajukan, eeh tunggu di Swiss kan jam 00.34 pagi karena di Paris jam 06.34 sore," ucap Deswey bertanya.
π"Iya istriku, habis lembur kau nya, jadi baru sekarang bisa menghubungi kamu, habisnya aku datang kesana menemani kamu tidak boleh, kan aku udah bilang rindu kamu," ucap Herlan ngomel.
π"Hahaha, suami ku unik dan ganteng deh, tapi kan sekarang kita telponan," ucap Deswey tertawa mendengar kerinduan suaminya.
π"Istriku, kita kan baru sehari jadian, kamu udah pergi, yaa wajar dong aku merindukanmu," ucap Herlan menjawab.
π"Yeeey kata siapa kita jadian pas aku berangkat, aku belum menerima (menjulurkan lidah)," ucap Deswey tersenyum pada suaminya.
π"Ih istriku nyebelin, kamu kok tega banget dengan aku begitu sayang," ucap Herlan manyun.
π"Aduuh, nggak tega aku kalau lihat muka manyun suamiku, jadi mau kamu apa suamiku?" ucap Deswey bertanya.
π"Yaa aku mau, kamu terima aku lah sebagai kekasih kamu, kan kamu belum siap kita jadi sepasang suami istri yaa, udah jadikan aku kekasihmu saja," ucap Herlan manja dengan istrinya.
π"π Hahaha suamiku, itu istilah baru ya, bukankah kita sudah menikah jadi pasangan sudah jadian kan kita sudah lakukan," ucap Deswey tertawa dengan candaan suaminya.
π"Iiiih bukan begitu istriku, jadi kalau jadian itu kita statusnya kekasih walau kita sudah sah suami istri, kalau pasangan yaa menurut ku jadian sekaligus pasangan halal dan melakukan hubungan suami-istri, kan kamu belum siap dengan pilihan kedua," ucap Herlan menjelaskan.
π"ππ€ hahah baiklah suamiku, aku mau menjadi kekasihmu sekaligus pasanganmu," ucap Deswey dengan tersenyum.
π"Apa? ini serius kan istriku, kamu tidak bohong kepada ku kan, terus aku harus bahagia dan horeeeeee akhirnya Deswey jadi istriku seutuhnya," ucap Herlan bahagia.
π"Tunggu aku pulang ya suamiku, aku pasti berusaha menjadi istri mu," ucap Deswey tersenyum.
π"Oke sayang, sudah malam kita istirahat yaa kekasihku sekaligus istriku," ucap Herlan sambil memberikan ciuman melalui virtual.
π" Muaaahπ, selamat tidur suamiku," ucap Deswey.
__ADS_1
Panggilan terputus.
"Maafkan aku suamiku, mungkin lama kita akan bertemu, karena seseorang sedang mengincar ku," ucap Deswey dalam hati.
Deswey pun kembali istirahat dan tertidur, karena besok dia harus datang ke kongres terakhir.
Pagi pun menjelang di Paris.
Deswey bersiap berangkat, Deswey mempersiapkan alat yang bisa menjaga dirinya.
"Seperti nya hari ini akan terjadi sesuatu deh," gumam Herlan dalam hati.
Deswey pun berangkat dengan beberapa perwakilan negaranya di dalam bis itu. Saat bis berjalan ada penjarahan di dalam bis. Ketakutan dalam bis tersebut tak terelakkan, Deswey diam sejenak mengamati semuanya.
"Untung saja aku memasukan ponsel tak berguna di tas ku, barang yang berguna sudah ku alihkan di tempat teraman," gumam Deswey memantau situasi.
"Jangan buka, itu uang ku dan ponselku berguna," ucap Ibu-ibu yang menangis.
"Bos, saya tidak menemukan wanita yang anda cari sesuai foto tersebut," ucap lelaki yang menutup matanya.
"Lakukan saja penjarahan nanti kita cari yang lain," ucap bos mereka.
Deswey pun melakukan penyerangan dengan orang yang berada di depannya dengan penusukan obat bius, dan menembak penjarahan satunya dengan tembakan obat bius.
Dooor....
Dooor...
Ckckck.....
"Pak Sopir jalankan kendaraan nya, di antara kalian apakah ada yang menelpon polisi," ucap Deswey.
"Sudah kami lakukan," ucap anak muda yang di depan.
"Bagus kalau begitu, hayoo kita ikat dua penjahat ini dan ini lakban hitam sambil melempar ke arah depan," ucap Deswey selesai dengan tugasnya.
Benar saja selang berapa menit polisi menaiki bis yang kami tumpangi dan memegang kedua perampok tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih atas bantuan para penumpang semua," ucap pak Polisi.
Semua bertepuk tangan dengan keberanian Deswey.
"Kak, bagaimana kakak bisa membidik dalam satu waktu?" ucap anak muda itu bertanya.
"Hehe, kakak hanya seorang peneliti jadi jarum atau cairan yang kakak tusuk atau tembakan itu hanya cairan bius saja kok, nanti mereka bangun kalau sudah tiba di kantor polisi," ucap Deswey menjelaskan.
Kembali semua bertepuk tangan, ternyata ada yang diam-diam merekam kejadian tersebut, seorang wanita yang menggigil ketakutan, akan tetapi melihat keberanian wanita yang menolong mereka wanita yang merekam video tersebut kembali tenang.
Rekaman tersebut pun viral di jagat Paris, untungnya wajah Deswey tidak terlalu terekspos. Deswey tidak mengetahui sama sekali bahwa dirinya kembali viral atas tindakan penjarahan tersebut.
Deswey pun kembali beberes, namun dia terkejut semua pakaiannya di bongkar oleh seseorang.
"Haha, dasar bang*** siapa yang melakukan ini? seperti nya mereka akan datang?" ucap Deswey.
Deswey pun membuat jebakan di depan pintunya, dia pun keluar lewat jalan jendela dan menuju lobi utama dengan pakaian seorang laki-laki berjenggot.
Deswey pun meletakkan kunci tersebut beserta tulisan yang di dalamnya. Resepsionis itu pun paham, karena resepsionis tersebut memang di suruh oleh pihak wewenang untuk menjaga Deswey.
Deswey pergi tanpa hambatan, Deswey pun menaiki bis dengan santai hingga menuju pesawat, hanya saja dia berganti kelas ekonomi di sebabkan ada seseorang anak muda di sampingnya yang menginginkan kelas eksekutif, mendengar hal itu Deswey bertukar tempat dengan anak muda tersebut saat di lihatnya.
"Bukankah Kakak yang hari ini menolong kami dalam bis tadi," ucap anak muda tadi.
"Diam-diam saja ya, sekarang tiket kita tukaran jika ada yang bertanya tentang kakak katakan saja tiket pesawat kakak di tunda hingga besok, okey," ucap Deswey kepada anak muda tersebut.
"Oke Kak, terima kasih ya," ucap anak muda tersebut.
Deswey tidak mengetahui bahwa anak muda yang bersamanya saat itu adalah salah satu orang yang akan menyelamatkan hidupnya (penasaran nantikan episodenya)πβΊοΈ
Pesawat ekonomi yang dipesan pemuda tersebut pun dinaikin oleh Deswey, Deswey pun kembali istirahat.
Deswey sangat lega, tidak lagi ada hal kesulitan yang menyakiti dirinya.
"Mimpi suami ku dan mama ku benar adanya, jika mereka tidak mendapatkan aku di Paris, pasti akan mengejar sampai ke Swiss, semoga aku sampai selamat di rumah," gumam Deswey dalam hati.
Beberapa jam kemudian, pesawat pun lepas landas. Ternyata Herlan sudah menunggu istrinya 1 jam yang lalu, karena Herlan tidak mau istrinya di jemput orang lain.
__ADS_1
πππππ
nantikan pertemuan keduanya yang unyuk-unyuk haha