Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 12


__ADS_3

"Mampus aku harus menikah segera dengan Herlan padahal masih banyak hal yang aku ingin lakukan sebelum menikah," ucap Deswey ngedumel dalam hati.


Lain halnya dengan Herlan.


"Ini mah pilihan yang tepat, aku bisa menang dalam taruhan yang kami lakukan, mertua ku memang penolong yang tepat" ucap Herlan senyum sinis.


Lamunan keduanya membuyar ketika Nyonya Heva melakukan video call.


"Hay Mom, Herlan gimana kabar Deswey apakah dia baik-baik saja," ucap nyonya Heva dengan penuh kekhawatiran.


"iyaa ma, kami baik semua..."


Saat Herlan ingin meneruskan, tangan Tuan Herley memegang kendali ponsel tersebut.


"Selamat malam Nyonya Heva, sebelumnya perkenalkan, saya Tuan Herley dan di samping saya istri bernama Gaby, kami adalah orang tua dari Deswey, kapan kita akan adakan pertemuan untuk pernikahan anak kita," ucap Tuan Herley.


"Waah suprise luar biasa Herlan, lusa saja bagaimana Tuan Herley nanti kami akan datang ke rumah Tuan Herley?"ucap nyonya Heva dengan nada serius.


"Kami disini hanya seminggu, jadi rumah kami cukup jauh bagaimana jika saya dan istri saja bertamu ke rumah Nyonya Heva, sekaligus melihat Deswey yang sangat diperlakukan dengan sangat baik," ucap nyonya Geby.


"Baiklah jika begitu adanya, pertemuan kita pukul 20.00 malam, kalau begitu nyonya Geby dan Tuan Herley saya pamit dulu mau istirahat lebih awal," ucap Nyonya Heva memutuskan panggilan telpon.


Panggilan Video tersebut pun berakhir.


"Maaf ya Tuan Herley dan Nyonya Geby, mama saya memang jadwal tidur nya jam 22.00 karena saran dari dokter seperti itu," ucap Herlan menjelaskan kenapa mama nya hanya berbicara sebentar.


"Tidak apa-apa Herlan, Tante memahami itu sepertinya makan malam kita harus selesai, mama juga capek nie," ucap nyonya Geby memberikan alasan kepada suaminya, padahal dia tahu kalau semua itu kode dari Deswey yang ingin istirahat lebih awal.


"Oke kalau begitu, Herlan saya akan menghubungi mu sekali-kali, karena tidak segampang itu kamu bisa menikahi anakku," ucap tuan Herley dengan sikap tegas.


Tuan Herley dan Nyonya Geby pun pamitan lebih dulu, setelah beberapa menit kedua nya menghilang. Deswey melahap semua makanan yang ada, Herlan yang melihat hal itu terkejut dengan sikap Deswey.


"Yaa ampun Deswey kamu seperti tidak pernah makan saja," ucap Herlan menggelangkan kepalanya.


"Huuush, kamu tidak tahu bagaimana aku mendietkan diri ketika ke pelelangan itu? kamu mah cowok mana tahu hal itu, tubuh langsing dengan pakaian gaun begitu, bagaimana bisa dipakai jika pinggang tidak ramping?" ucap Deswey sambil meneruskan makannya.

__ADS_1


"Jadilah istriku, maka kebebasan mu aku lepaskan, selama kebebasan mu tidak mengganggu bebanku" ucap Herlan berbicara serius.


Deswey pun tersedak mendengar ucapan Herlan " apaa? menikah? tapi.....belum selesai ucapan Deswey, Herlan memberikan minum kepada Deswey dan berkata,


"Jadilah istriku saya akan menyepakati yang kamu inginkan," ucap Herlan dengan nada serius.


Sebelum bicara Deswey menyelesaikan sisa-sisa makanan yang masih dimulutnya. Herlan melihat tingkah Deswey tidak habis pikir dengan tingkah Deswey. Herlan sudah mengetahui bahwa Deswey seorang mafia, bahkan di takuti di kalangannya, dia melarikan diri dari rumah karena menghindari perjodohan dan ingin menikmati hidup. Namun, Herlan benar-benar belum memahami bahwa tentang perasaannya itu, Mereka melakukan nya bukan karena cinta tapi sekedar kerjasama untuk mendapatkan keuntungan masing-masing.


"Baik aku terima kita menikah, sesuai dengan kesepakatan nantinya, dan besok aku akan ke perusahaanmu menemui," ucap Deswey sambil bersalaman dengan Herlan.


"Oke sepakat, datang saja ke perusahaan katakan kepada resepsionis kalau kamu adalah tunangan ku, dengan begitu semuanya akan tahu statusmu," ucap Herlan memperjelas.


"Itu mah gampang, atau aku langsung saja menerobos masuk agar lebih seru," ucap Deswey sambil tersenyum.


"Ehm dasar, segera habiskan makananmu, sudah itu kita pulang, sudah cukup makannya nanti kamu ngantuk lagi," ucap Herlan.


Saat dia asyik menikmati makanan dan selesai tiba-tiba minuman tumpah ke pakaian hingga basah dibagian depan. Dengan cepat sigap, Herlan pun meletakkan jas nya ke pundak Deswey. Deswey hanya bisa menerimanya dengan senang hati.


"Thanks Herlan, so sweet banget kayak suami ke istri di film-film," ucap Deswey sambil tersenyum.


Deswey pun berkata "bilang apa tadi?"


"Ehm nggak kok Deswey, siap-siap bentar lagi mau sampai rumah," ucap Herlan sambil tersenyum melihat tingkah Deswey.


Deswey pun mulai menggelitik badan Herlan, Herlan pun berelak karena mereka di dalam mobil keduanya terjatuh pada tumpuan yang tidak sepantasnya, dalam sesaat keduanya saling memandang dalam waktu 1 menit. Dan kembali duduk ketempat semula.


"Maaf Herlan aku tidak sengaja, tangan kamu nggak sakit kan," ucap Deswey sambil memeriksa telapan Herlan yang merah karena tertindih.


"Nggak apa-apa kok, nanti kalau sakit kan ada perawat yang merawat ku," ucap Herlan sambil tersenyum.


Deswey mengernyitkan alisnya " perawat siapa?"


Herlan memegang pipi Deswey "kamu lah, kan kamu menindih tanganku, aku nggak mau di rawat oleh orang lain selain mama dan kamu."


Deswey mulai salah tingkah dan malu-malu dengan sikap Herlan yang manis "semoga waktu tidak cepat berlalu."

__ADS_1


Deswey pun tertidur dengan pulas, saat tertidur dan Herlan cepat menangkap kepala Deswey yang hampir terjatuh dan meletakkan di atas pahanya. Herlan masih memegang ponselnya karena mendapat pesan dari perusahaannya.


Hingga beberapa menit kemudian pun berlalu.


Seperti nya Deswey tertidur pulas.


Herlan pun mengendong Deswey sampai ke kamarnya.


Saat Herlan meletakkan badan Deswey di kasur, dia bingung bagaimana melepas pakaian yang terkena air tadi sedangkan mama sudah tidur. Dia pun menghubungi bik Ninik.


"Hallo Bik Ninik, sekarang segera ke kamar Deswey tolong gantikan pakaiannya yang terkena air," ucap Herlan.


Saat Herlan mau pergi, tangan Deswey tidak ingin melepas tangan Herlan. Herlan jadi serba bingung dengan sikap Deswey.


Bik Ninik pun tiba membantu menggantikan pakaian Deswey, karena tangan Deswey tidak ingin lepas darinya. Dia pun memalingkan wajah nya saat bik Ninik menggantikan pakaian tersebut.


"Tuan Herlan, sudah selesai," ucap bik Ninik.


"Makasih bik Ninik, tunggu sebentar bik ayo kita foto bertiga dulu, nona Deswey tidak ingin melepas tangannya dan nanti dia yang berfikir saya yang mengganti pakaiannya," ucap Herlan.


Cekrek....


Ketiganya pun berfoto dan di kirim ke ponselnya Deswey, agar tidak salah paham dengan kelakuan Deswey saat tidur.


Herlan pun terlelap dalam tidurnya begitupun dengan Deswey..


Pagi pun tiba.


Nyonya Heva sibuk mencari Herlan karena tidak biasanya dia kesiangan, saat di lihatnya kedua bergandengan tangan saat tidur. Dia pun memotret moment tersebut dan pergi meninggalkan keduanya saat terlelap tidur..


Ketika Deswey terbangun


"Aaaaaaarrrghhhh" teriak Deswey.


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ

__ADS_1


Bagaimana kelanjutannya yaa?☺️


__ADS_2