
Herlan dan Deswey tiba juga di sebuah hotel, setelah masuk mereka melepas pakaian menyamar yang mereka kenakan.
"Sayang, aku lelah," ucap Herlan langsung rebahan ke kasur.
"Hahaha, dasar Herlan kamu tidak biasa seperti ini maaf ya Herlan," ucap Deswey tersenyum.
"Tidak mengapa sayang? aku memang kurang tidur karena terus memikirkan dirimu, setidaknya walau lelah aku bersama mu," ucap Herlan manja dengan istrinya.
"Hihi, ya ampun tuan kulkas, kalau kamu manja imut banget yaa, kayak anoa yang nempel di pohon," ucap Deswey tersenyum dengan sikap manja suaminya.
"Apa? kok anoa sayang, aku kan manusia yang akan selalu mencintaimu," ucap Herlan masih memegang lengan istrinya.
"Hihi Herlan tadi kamu bilang lapar, ayo kita makan dulu," ucap Deswey mengajak suaminya.
"Nanti saja sayang, bisa nggak kita rebahan sebentar dalam posisi aku memelukmu, aku rindu kamu istriku, aku janji tidak berbuat apa-apa kok," ucap Herlan malu meminta permohonan kepada istrinya 🤭
"Haha, baiklah suamiku tersayang, ayo kita rebahan," ucap Deswey rebahan di samping suaminya.
Herlan sudah akut mencintai istrinya, bahkan saat tidur Herlan tidak melepas tangan istrinya. Deswey tersenyum menatap suaminya yang tak ingin lepas dari dirinya. Keduanya pun tertidur sangat pulas.
Dering ponsel terus berbunyi dari tuan Herley, hingga nyonya Geby menemui suaminya.
"Kamu kenapa sayang?" ucap nyonya Geby bertanya dengan suaminya.
"Aku dari tadi nelpon Herlan dan Deswey tapi tidak di angkat oleh mereka, apakah sekarang mereka sudah sampai di hotel?" ucap tuan Herley gelisah.
"Tadi aku dapat dari pegawai mata-mata mu serta Deswey yang membalas pesan ku, bahwa mereka tengah istirahat di hotel tersebut, jadi kamu gelisah ya sayang," ucap nyonya Geby sambil menunjukkan pesan tersebut.
Tuan Herley pun tenang dengan melihat pesan tersebut, tuan Herley gelisah bukan main, karena Deswey selalu saja dalam ancaman. Maka nya dia sangat khawatir dengan anaknya Deswey. Satu keluarga mengkhawatirkan Deswey karena mereka menyayangi Deswey.
Di tempat berbeda.
Very dan Desy menuju ke rumahnya, karena mereka sibuk untuk persiapan pertunangan sekaligus pernikahan mereka.
"Sayang, kita ke rumah ya, aku mau nanya tentang kabar Kak Deswey, aku mengkhawatirkan nya," ucap Desy pada calon suaminya.
__ADS_1
"Iya Desy kita akan ke rumah mu sekarang, sebenarnya lagi kita sampai di rumah mu," ucap Very menenangkan calon istrinya.
Mereka pun tiba di rumah Desy. Gerbang pun di buka oleh pelayannya, dan pintu rumah di buka otomatis karena yang tahu kode rumah tersebut hanya keluarga inti.
Desy pun langsung mencari kedua orang tuanya, Very yang mendengarkan hal itu hanya berusaha menenangkan Desy, akan tetapi Desy belum tenang jika belum dapat kabar dari orang tua nya tentang Kak Deswey.
"Mama, kalian kemana saja sih? aku teriak dari tadi," ucap Desy memeluk mama nya.
"Maaf sayang papa dan mama sudah terlelap tidur, papa mu saja nyenyak banget tidurnya, kamu kenapa sayang? ada yang kurang dari yang kalian beli," ucap nyonya Geby.
"Nah ada Very, ayo Very duduklah, kalau haus ambil sendiri di dapur ya, pelayan mama sedang istirahat jika larut begini," ucap Nyonya Geby pada Very.
"Siap mama Geby, akan dilaksanakan jika nantinya haus," ucap Very duduk di sofa.
"Mama, gimana keadaan Kak Deswey? mereka aman kan, kakak tidak terluka kan ma, semuanya baik kan," ucap Desy bertanya berkali-kali.
"Semuanya aman sayang, ya ampun kamu gelisah karena memikirkan kakak mu ya," ucap Nyonya Geby mengusap rambut anaknya.
"Iya ma, sepanjang mengurus pernikahan kami, aku selalu memikirkan Kak Deswey untuk Very pengertian jadi lebih banyak dia bergerak, aku sibuk nelpon kakak nggak di angkat," ucap Desy menceritakan.
Very hanya mengernyitkan dahi nya karena Desy tidak ada, dan nyonya Geby sudah kembali ke kamar. Desy pun datang dengan membawa minuman dan cemilan.
"Sayang, minum dan makanlah ya, kata mama kamu harus nginap di sini, jadi turuti saja ya kata mama," ucap Desy sambil memberikan minuman mana Very.
Very pun meminum air putih serta sedikit cemilan.
"Terus bagaimana kabar tuan Herlan dan Deswey?" ucap Very bertanya.
"Alhamdulillah syukurnya keduanya sehat dan aman kata mama, sekarang kita rehat yook, nanti aku antar kamu ke kamar tamu, dan ini cas yang mau kamu pinjam," ucap Desy sambil memberikan dan mengajak Very ke kamar tamu.
Sesampainya di kamar tamu.
"Very, di meja itu sudah di sediakan baru ya, jadi itu bisa di minum loe," ucap Desy memberi tahu.
"Baik Desy, terima kasih, dan selamat malam calon istriku," ucap Very.
__ADS_1
Desy pun kembali ke kamarnya.
Di tempat berbeda.
Deswey pun bangun dari tidurnya, dan dirinya sangat lapar, jadi Deswey duduk di atas kursi sambil memegang ponselnya.
"Banyak juga pesan yang masuk, semuanya dari Desy, kayaknya harus di balas nie agar di adik tidak gelisah meskipun dia sudah tahu dari mama dan papa," ucap Deswey membalas pesan adiknya.
Setelah membalas pesan tersebut, Deswey pun meneruskan makannya. Tiba-tiba dari arah belakang, Herlan datang langsung memeluk leher Deswey dan menciumnya. Deswey terkejut bukan kepalang. Dia pun memukul kepala suaminya agar bangun.
"Aw, sakit istriku," ucap Herlan matanya langsung terbelalak.
"Maaf, sekarang saat nya makan, kamu belum makan kan, jadi sekarang makanlah agar kamu bisa sehat saat kita pergi dari sini pagi-pagi," ucap Deswey.
Herlan pun ke kamar mandi dan cuci muka, mukanya masih cemberut habis di pukul istrinya tadi. Deswey pun paham dengan sikap suaminya.
"Maaf suamiku, jangan marah ya, karena aku tidak terbiasa di cium dari belakang, kamu tahu sendirilah aku pernah mengalami trauma tentang hal itu," ucap Deswey mengatakan.
"Iya istriku aku memahami, kalau begitu mari kita makan sekarang," ucap Herlan makan dengan lahapnya.
Deswey kembali tersenyum dengan sikap Herlan yang sudah berubah, hingga tiba-tiba Deswey membuat Herlan salah tingkah.
"Suamiku, kalau di perhatikan kamu lebih ganteng kalau cemberut," ucap Deswey spontan.
"Uhuk...uhuk... (suara batuk dari Herlan).
Deswey kembali tersenyum melihat salah tingkah suaminya hingga Deswey sengaja menggoda suaminya.
"Lebih ganteng lagi kalau tiap hari selalu tersenyum," ucap Deswey meneruskan perkataannya.
Herlan kembali salah tingkah, akan tetapi dia terus memakan makanan yang di hadapannya. Setelah selesai Herlan pun mencium istrinya dari arah belakang. Deswey langsung memutar ke belakang dan bibir mereka bertemu.
Untuk sesaat keduanya hanya terdiam.
Bagaimana kelanjutannya??🤭🤭
__ADS_1
Pemasaran ya🤭tunggu episode selanjutnya 🤭