Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 109


__ADS_3

Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih atas perhatiannya 😀


Next


Waktu berlalu dengan sangat cepat seperti detik yang berubah menjadi menit, menit yang berubah menjadi jam begitu lah waktu terus berputar di muka bumi ini.


Papa Olivia pun sudah kembali sembuh sepenuhnya, kebahagiaan pun terpancar di keluarga Olivia. Olivia yang kala itu kandungan nya sudah 5 bulan mereka harus mempertimbangkan pernikahan papa nya dengan Tante Siska.


Hingga suatu malam di meja makan, saat Gery dan papa nya fokus, Olivia mengeluarkan perkataan yang membuat keduanya terkejut.


"Papa sekarang sudah sehat, perusahaan juga sudah stabil, aku mengandung 5 bulan, jadi waktu yang tepat untuk merencanakan pernikahan papa," ucap Olivia spontan sambil menikmati makanannya.


Keduanya tersedak dengan ucapan Olivia. Olivia terkejut dengan sikap keduanya. Hingga dia menawarkan minum pada suami dan papa nya.


"Kalian berdua kenapa sih? kayak mendengarkan lotre saja tersedak bersamaan, emang nya kalian mau komentar apa?" tanya Olivia sambil menyantap makanan nya.


"Ehm, maksud perkataan Olivia bagaimana papa belum paham?" tanya papa.


"Iya, aku juga belum paham sayang," ucap Gery bertanya.


"Haha, kalian berdua memang kompak kalau bertanya," ucap Olivia.


"Maksudnya Olivia, papa harus segera menikahi Tante Siska sebelum kamu hamil besar, apakah begitu sayang?" tanya papa.


"Nah itu papa nyambung perkataan aku kan, jadi aku berharap papa membicarakan hal itu, aku pun tidak tahu papa, apakah nanti melahirkan anak ku kembali sehat?" ucap Olivia tiba-tiba.


"Jangan berkata begitu sayang, papa tidak tega kalau bersikap begini, baiklah beri papa waktu kalau begitu," ucap papa.


"Oke, kalau begitu mari kita lanjutkan makanan kita bersama," ucap Olivia sambil tersenyum.


Mereka pun makan bersama menikmati santapan makanan di depan mereka dengan banyak pertanyaan, atas pernyataan Olivia barusan membuat keduanya bertanya-tanya.


Di tempat berbeda.

__ADS_1


"Argh menyebalkan kenapa juga papa Arkana tidak mempertemukan aku dengan mama tiri ku," ucap Arsya sambil melihat sekeliling.


"Kayaknya, aku harus mengejutkan papa bahwa sebenarnya dia memiliki anak akan tetapi di telantarkan oleh mama, karena mama tidak ingin menikahi papa," ucap Arsya mencari taxi.


Arsya Putri, seorang wanita berusia 17 tahun kembali ke kota tuan Arkana. Di karenakan Ibu panti nya berpesan dia harus tahu orang tua nya. Arsya sudah pernah ke rumah mama nya, akan tetapi perlakuan papa tiri nya nya membuat dia enggan ke rumah tersebut dan beralasan ingin kembali ke panti asuhan.


Arsya Putri pada saat masih di rumah mama nya mencari tahu tentang papa nya, dan informasi pun dapat dia segera mencari tahu atas bantuan teman-teman nya.


Arsya Putri berkepribadian tomboy, jago bela diri dan random. Tidak ada yang tahan dengan sikap random Arsya meskipun demikian sifat peduli dan penyayang itu lah membuat anak panti menyukainya.


Arsya Putri pun mencari kosan, dia pun mengambil kosan yang dekat dengan kampus nya. Saat dia mencari kosan tiba-tiba ada teriak pencuri, dengan pendengaran nya yang cepat dan tepat di depan nya Arsya melayangkan tendangan maut nya ke pencuri tersebut.


"Hyaaaak, buuk," penjahat pun terjatuh telak, wanita yang teriak tersebut pun langsung teriak untuk mengamankan pencuri tersebut.


"Terima kasih ya nak atas bantuannya," ucap nyonya Heva.


"Sama-sama Ibu, ini dompet nya," ucap Arsya.


"Kamu baru di sini," ucap nyonya Heva.


"Tunggu sebentar nanti sopir saya akan datang ke sini," ucap nyonya Heva.


Tidak lama dari itu, datang lah sopir nyonya Heva bersama tuan Arkana.


"Sayang kamu tidak apa-apa kan?" ucap tuan Arkana.


"Tidak apa-apa sayang, gadis remaja ini menolong ku, dia sama dengan Deswey jago bela diri," ucap nyonya Heva.


"Terima kasih ya," ucap tuan Arkana.


Arsya Putri memandang dengan lekat wajah di depan nya dan itu mirip sekali dengan papa nya. Dia pun menatap wajah tersebut dengan wajah kerinduan. Hingga nyonya Heva menghilangkan lamunan nya.


"Ayo Arsya ikut Tante kita makan bersama, kamu pasti belum makan kan, nanti masalah kosan itu gampang," ucap nyonya Heva.

__ADS_1


"Baik tuan Arkana dan nyonya Heva," ucap Arsya.


Arsya pun mengikuti keduanya, di hati Arsya begitu bahagia mendapatkan bahwa papa nya mendapatkan pendamping seorang wanita yang sangat elegan, cantik dan baik.


Tidak lama dari itu mereka pun sampai di restoran, Arsya pun makan dengan segera dia menyukai makan tersebut dan langsung mengucapkan rasa terima kasih. Akan tetapi Arsya ingin bicara dengan keduanya.


"Tante, bisa bantu aku nggak mencari papa ku," ucap Arsya memberi foto.


"Tante lihat dulu ya," ucap Nyonya Heva.


Nyonya Heva dan tuan Arkana melihat foto suami istri tersebut. Keduanya terkejut atas foto tersebut. Tuan Arkana pun mulai penasaran dengan kisah Arsya. Arsya pun menceritakan semuanya kepada tuan Arkana.


"Arsya, apakah ini orang tua mu?" ucap nyonya Heva bertanya.


"Iya nyonya ini adalah orang tua ku, sebenarnya aku sengaja di letakkan mama ke panti asuhan, dan aku mendengar cerita dari ibu panti mama melahirkan nya di panti asuhan, setelah itu langsung menitip di sana, papa nggak salah dalam hal ini, aku saja yang tidak tepat lahir di rahim mama," ucap Arsya meneteskan air mata.


"Kita ke rumah sakit ya untuk tes DNA, sepertinya Tante kenal dengan papa mu, terus apakah kamu tahu siapa orang tua mu sayang," ucap nyonya Heva.


"Saat saya melihat tuan Arkana mirip seperti papa, tapi saya tepis kembali, mana mungkin secepat itu takdir mempertemukan kami, saya mau Tante di tes DNA dan di pertemukan dengan papa," ucap Arsya semangat.


"Baik, kalau begitu kita makan terlebih dahulu, agar kita tahu apakah suami Tante benar papa kamu?" ucap nyonya Heva.


"Siap, setelah itu aku akan menceritakan semuanya," ucap Arsya melanjutkan makan nya.


Tuan Arkana sengaja pergi ke kamar mandi untuk menghapus air matanya, tuan Arkana syok hal tersebut terjadi pada nya. Tuan Arkana pun mencoba mengingat masa dulu bersama istrinya.


Dan dia teringat ketika bahwa dia menceraikan istrinya karena sebuah perselingkuhan bahkan dia tidak tahu bahwa istri nya sedang hamil. Nyata nya memang istrinya berselingkuh, mungkin hal itu lah membuat istrinya tidak menjelaskan semuanya.


Tuan Arkana pun pergi menemui nyonya Heva dan Arsya dia melihat anak nya makan dengan lahap bahkan Tuan Arkana pun berkeyakinan bahwa Arsya anak kandung nya.


Setelah selesai mereka pun menuju rumah sakit.


🍁

__ADS_1


Bersambung ❤️


Like dan comment ya😘


__ADS_2