Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 72


__ADS_3

Gerald bingung dengan sikap adiknya, dia menyesal mengatakan kepada Olivia bahwa dirinya bukan saudara kandungnya. Karena hal itu harus di rahasiakan dari orang luar, sehingga jika Olivia tidak di beri tahu di awal, maka akan membuat dirinya tidak merasa nyaman berada di rumah tersebut.


Hingga suatu hari meeting terjadi, akan tetapi semua hal itu bukan kehendak Olivia semakin dekat dengan kakaknya, akan tetapi perusahaan yang meminta agar Olivia dan Gerald pergi menemui klien mereka yang berada di Paris. Sehingga keduanya harus mempersiapkan untuk keberangkatan mereka.


Hal itu menjadikan keduanya begitu dekat, hingga begadang di kantor pun sudah biasa mereka lakukan, awalnya canggung bagi Gerald akan tetapi Olivia membuat semuanya jadi biasa saja.


Olivia berusaha menjadi profesional di saat dia bekerja dengan Gerald, meskipun di dalam hati nya terus bergejolak. Olivia tetap memendamnya.


Akan tetapi hati tidak dapat dipungkiri ternyata karena kebersamaan mereka Gerald memiliki perasaan lebih terhadap adiknya. Akan tetapi lagi-lagi Gerald berusaha bersikap profesional.


Hingga suatu hari, keduanya terpaksa berpesta dengan para teman kantor mereka, untuk perpisahan dengan teman-teman mereka di kantor, di sebabkan keduanya dinas lama selama seminggu.


Tibalah mereka di suatu tempat. Seperti biasa mereka minum layaknya manusia yang mabuk lainnya, hanya saja ketika Olivia di suruh minum, selalu saja Gerald yang mengambil minuman tersebut dan beralasan bahwa adiknya tidak diperbolehkan meminum alkohol.


Akan tetapi naas bagi Olivia, dia harus membopong kakaknya untuk mencari taxi, karena mobil keduanya tertinggal di perusahaan dan tidak sempat untuk mengambilnya.


Olivia pun mendapatkan taxi, dan merebahkan kakaknya di sampingnya.


"Aduh, kemana ya? tadi kakak telpon papa dan mama mereka tidak akan pulang karena masih ada meeting, ehm ke hotel terdekat saja lah," gumam Olivia dalam hati.


"Pak sopir, antar kita ke hotel terdekat ya, kakak saya berat banget ini," ucap Olivia mendengus kesal.


"Memangnya lelaki ini siapa nya nona?" ucap pak sopir bertanya.


"Ini kakak aku Pak, dia mabuk begini, bagaimana bisa pulang nanti papa dan mama bakal marahi kami lagi?" ucap Olivia mendengus kesal.


"Baik nona, akan sampai di hotel terdekat," ucap pak sopir.


"Terima kasih pak," ucap Olivia.


Setengah jam kemudian, mereka sampai di hotel tersebut, pihak hotel sudah mengenal keduanya, karena terkadang sesekali di antara mereka pernah ke hotel tersebut.


Sesampainya di kamar hotel, dengan kelelahan yang sangat luar biasa Olivia pun merebahkan tubuh kakaknya di atas kasur, akan tetapi karena tubuh kakaknya kekar, Olivia pun menindih kakaknya dan tanpa sengaja keduanya berciuman di bibi*.

__ADS_1


Olivia ingin berdiri akan tetapi, pelukan erat dari Gerald tidak bisa lepas begitu saja. Hingga suara menggigau datang dari mulut Gerald.


"Olivia, adikku tercantik, biarlah seperti ini ya, sejujurnya aku sudah menyukai mu sejak pertama kita bertemu, akan tetapi aku sadar dengan identitas ku, maka dari itu aku hanya berusaha membuatmu sadar akan identitas ku, dan kamu pantas mendapatkan pria yang lebih baik," ucap Gerald dari mulutnya yang menggigau.


Olivia terkesima dengan ucapan Gerald, Olivia pun membiarkan saja dirinya dalam pelukan sang Kakak, meskipun dia menginginkan lebih, akan tetapi kebersamaan ini sudah dari cukup memberikan rasa nyaman.


Tanpa di sadari keduanya sudah saling menyukai satu sama lain, meskipun Gerald malu mengatakannya setidaknya Olivia sidang mengetahui isi hati dari kakaknya.


Hingga pagi pun menjelang. Gerald terkejut dalam keadaan dirinya memeluk Olivia dengan sangat erat.


"Dek bangun, kenapa kita bisa di ranjang yang sama," ucap Gerald khawatir.


"Terus apakah kakak melakukan sesuatu dengan mu,? kalau iya bagaimana kakak menjelaskan pada orang tua mu kalau begitu, kita pasti akan di usir karena hal itu, tapi jika demikian aku akan siap bertanggung jawab atas semua kelakuan ku malam itu," ucap Gerald berbicara tanpa henti.


"Argh kakak berisik banget sih, nanti aku jelaskan ya, akan tetapi biarkan aku tidur sejenak, Kakak mandi lah lebih dulu, pakaian kakak buat kerja sudah aku pesan kan, nanti pakailah dan di atas meja sudah ada sarapan buat kita, aku tidur sebentar lagi ya, kakak mandilah sana, kalau sudah baru bangunkan aku untuk mandi," ucap Olivia berbicara dengan mata yang belum terbuka sepenuhnya dan langsung memeluk bantalnya.


Setelah Gerald selesai mandi, dia pun membangunkan adiknya, namun naas saat membangunkan adiknya, Olivia memegang lengannya dan akhirnya terjatuh di pelukan adiknya. Olivia pun langsung mencium bibi* kakaknya, Gerald hanya terdiam dengan sikap adiknya.


Olivia pun ke kamar mandi, sedangkan Gerald berpakaian untuk bersiap ke kantor, karena waktu masih menunjukkan pukul 06.15 sehingga mereka tidak akan telat datang ke kantor.


"Kak, izinkan aku memakaikan dasi ke kakak, setelah aku memakai pakaian ku," ucap Olivia melepas handuk di depan kakaknya, Gerald pun langsung menunduk.


Olivia tidak peduli tentang hal itu, lagian juga Gerald adalah kakaknya, mana mungkin Gerald akn berbuat macam-macam dengan dirinya.


Setelah selesai Olivia pun memakaikan dasi ke kakaknya, Gerald duduk di ujung kasur sedangkan Olivia posisi berdiri. Setelah selesai lagi-lagi Olivia mencium bibi* Gerald.


Keduanya pun makan bersama, Olivia tidak banyak bicara. Setelah selesai sarapan Gerald pun berkata kepada adiknya.


"Olivia, apakah kakak memiliki kesalahan padamu? ingat kamu belum menjelaskan semua yang terjadi malam itu," ucap Gerald bertanya.


"Haha, tenang saja kak, nanti aku jelaskan pada kakak kok, tapi bukan sekarang ya," ucap Olivia.


Gerald pun berpamitan, akan tetapi ada yang beda kali ini yang inisiatif malah Gerald.

__ADS_1


"Olivia, janji ya kamu akan menjelaskan nya," ucap Gerald mencium kening adiknya dan berlalu pergi begitu saja.


"Iya kak, kakak duluan saja keluar dari hotel ini, nanti aku menyusul naik taxi untuk ke kantor," ucap Olivia seolah tidak ingin melepas Gerald.


Lagi-lagi Gerald pun memeluk adiknya untuk terakhir kalinya sebelum dia pergi menuju perusahaan.


Setengah jam kemudian, Gerald sudah berada di perusahaan, entah kenapa setelah kejadian malam itu, dia merindukan sosok adiknya. Ternyata Olivia datang setelah 15 menit Gerald datang ke kantor. Gerald pun meminta sekretaris nya untuk menyuruh Olivia masuk ke kantornya karena ada yang mau dibicarakannya.


"Mba Olivia, dipanggil tuan Gerald ke dalam kantor nya," ucap sekretaris menyampaikan padanya.


"Oke baiklah, terima kasih," ucap Olivia bersiap menemui kakaknya.


Sesampainya di pintu Gerald memeluk adiknya dari belakang, sontak Olivia terkejut atas pelukan Gerald. Olivia pun bertanya.


"Kak Gerald, kamu kenapa? hal semalam nanti kita bicarakan, akan tetapi bukan di kantor sekarang, nanti kita ketahuan menginap di hotel semalam," ucap Olivia menyampaikan.


"Maaf adikku tersayang," ucap Gerald melepas pelukannya.


"Terus kenapa memanggil ku kemari," ucap Olivia bertanya.


"Aku cuma rindu saja, kamu boleh kembali kerja," jawab Gerald kembali ke tempat duduknya dan cuek seperti biasa.


"Oke baiklah," ucap Olivia pergi.


Olivia pun pergi meninggalkan kantor kakaknya.


"Argh, gila kamu Gerald apa yang kamu lakukan pada adikmu?" ucap Gerald setelah Olivia keluar dari kantornya.


Hal yang sama pun terjadi pada Olivia.


"Awas saja Kak Gerald,iih menyebalkan," ucap Olivia dalam hati.


💜💜💜💜

__ADS_1


Penasaran nie !!!


like dan comment dong, kasih bunga ya makacih🤭


__ADS_2