
Olivia makin mendekat ke Gerald, dia berani melawan orang tuanya demi cintanya. Begitupun hal yang dilakukannya sekarang, karena Olivia sangat mencintai Gerald. Hal yang sama dilakukan Gerald, kebahagiaan Olivia di atas segala kepentingan nya.
"Baiklah papa akan merestui hubungan kalian, akan tetapi tunda dulu pernikahan kalian selama satu bulan, maka papa akan memberikan trik kepada kalian agar aman menjalankan semuanya nanti," ucap papa Olivia.
"Baik pa, aku dan kak Gerald akan tunggu waktu satu bulan tersebut, yang penting papa merestui kami, karena kak Gerald tidak ingin menikahi ku kecuali dapat restu dari papa," ucap Olivia.
Mendengar hal itu papa Olivia hanya tersenyum, karena Gerald memang menganggap nya sebagai orang tuanya. Kalau bukan karena Gerald mereka tidak akan mungkin bisa menjadi seperti ini dan perusahaan makin maju.
Papa Olivia memiliki sebuah rencana untuk mengalihkan beberapa saham kepada Olivia dan Gerald atas nama orang lain yang telah dibuat samar sejak satu tahun yang lalu.
Papa Olivia sudah memprediksi bahwa keduanya memiliki perasaan yang bukan saudara tampak kasih sayang yang diperlihatkan Gerald yang tak biasa.
Padahal Gerald saat itu benar-benar menganggap Olivia sebagai adiknya. Entah, sejak kapan benih cinta itu datang di kehidupan keduanya.
Hingga Olivia penasaran dengan rencana papa nya dan berkata ;
"Pa, rencana apa yang papa buat untuk Olivia dan Kak Gerald?" ucap Olivia penasaran.
"Olivia dan Gerald nanti kalian tahu sendiri, sekarang silahkan kembali ke ruangan kalian, papa harap kalian bisa menuruti kata papa," ucap papa Olivia.
Olivia dan Gerald pun terdiam saja, sebenarnya Keduanya sangat penasaran. Hal yang membuat Olivia heran adalah Gerald tidak bicara saat papa Olivia mengatakan tentang penundaan satu bulan.
Saat Gerald memasuki ruangannya Olivia mengekor dari belakang, dan Gerald menyadari hal itu dan bertanya.
"Kamu kenapa ke ruangan kakak? kan ruangan mu disana," ucap Gerald menunjuk ruangannya.
Olivia mendorong Gerald hingga masuk ke ruangannya.
"Aku penasaran pada sebuah pertanyaan pada kakak, dan kenapa Kak Gerald terdiam sejak papa mengatakan tentang satu bulan yang lalu?" ucap Olivia penasaran.
Gerald pun duduk di kursinya dan hanya terdiam serta membuka dokumen nya. Olivia mendekatinya dan menutup dokumen tersebut.
__ADS_1
"Kak, katakan apa yang kalian simpan dari ku? " ucap Olivia makin penasaran.
"Ehm, sudahlah Olivia kamu kembali ke ruangan mu dulu, Kakak janji jika kita sudah berada di apartemen semuanya akan kakak ceritakan, akan tetapi tidak saat ini karena kakak sedang memikirkan sesuatu hal," ucap Gerald berdiri dan memeluk Olivia.
Olivia yang mendapat pelukan itu merasakan detak jantung Gerald tak menentu, firasat Olivia mulai menandakan bahwa akan terjadi sesuatu pada mereka, akan tetap Olivia terus menghilangkan perasaan aneh tersebut.
Masih begitu lama Gerald memeluk Olivia, Olivia merasakan kenyamanan sekaligus kegelisahan atas pelukan tersebut. Gerald pun melepas pelukannya dan mencium kening Olivia.
"Calon istriku Olivia, ke depannya kita berdua harus saling mempercayai ya, hari ini pun akan datang, dan kamu tenang saja semua hal sudah aku persiapkan, akan tetapi saat ini kami jangan bertanya apapun, sebab semuanya sudah kakak persiapan dengan sangat matang, fokuslah dengan pekerjaan dan kesehatan mu okey," ucap Gerald tersenyum.
"Baik, aku akan mempercayai perkataan mu Kak Gerald, aku akan kembali ke ruangan ku," ucap Olivia pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Olivia pun keluar dari ruangan tersebut dengan beberapa pertanyaan di kepalanya. Bahkan, dia merasa akan terjadi sesuatu pada keluarganya. Sebab perkataan Kak Gerald yang membuatnya sedikit aneh. Kuat dan Saling percaya.
[Apakah ada sesuatu yang akan terjadi saat satu bulan usai,? apakah rencana papa yang sesungguhnya?] gumam Olivia penasaran.
[Argh, makin aku pikirkan makin penasaran, hal apa yang akan terjadi, argh papa dan Kak Gerald buat penasaran saja] teriak Olivia dalam hati.
Keduanya tidak mengetahui rencana yang dibuat oleh papa mereka. Masih menjadi sebuah rahasia apa yang akan dilakukan oleh papa Olivia. (Jika teliti baca novelnya pasti tahu jawabannya๐).
Pikiran Olivia lagi-lagi teringat dengan perkataan papa nya yang membuat nya makin penasaran. Begitupun dengan Gerald sebenarnya, hanya saja Gerald masih bisa mengkondisikan pikirannya.
Hingga Olivia pun pergi ke kantin untuk menenangkan pikirannya dengan makan. Sedangkan Gerald lebih memilih menyendiri di kantor sementara dan tidak ingin diganggu siapapun.
Papa Olivia memahami konsep kedua hati anak-anak nya tersebut, akan tetap rencana yang dibuat oleh papa Olivia melibatkan emosi yang luar biasa. Maka dari itu, rencana tersebut perlu pematangan yang akan di sampaikan nya nanti.
(Penasaran nggak rencana apa yang dilakukan oleh Papa Olivia, nanti saja yaak hihi)
*
Herlan mencari istrinya ketika sampai di rumah, Deswey ternyata tengah berada di dekat kolam sedang duduk bersama mama nya.
__ADS_1
"Istriku dan mama, kalian berdua ternyata berada disini? aku memanggil dari tadi akan tetapi tidak ada yang menyahut sama sekali," ucap Herlan mendengus kesal.
"Haha, sejak kapan anak mama kesal tidak ada jawaban salam dari orang rumah," ucap nyonya Heva tersenyum.
Deswey hanya tersenyum melihat tingkah suaminya yang tak biasa, sebenarnya Deswey memahami suaminya mau apa?. Akan tetapi sengaja dibuatnya menunggu agar melihat kesabaran suaminya.
Herlan yang melihat istrinya tersenyum sendiri pun memainkan sebuah isyarat, keduanya pun saling tersenyum satu sama lain. Nyonya Heva pun membuat keduanya tertawa karena candaan dari nyonya Heva.
Nyonya Heva yang memahami hal itu pun berdiri, berselang dari itu. Pelayan yang mengurus nyonya Heva pun mengatakan bahwa nyonya Heva harus istirahat dan minum obat.
"Herlan dan Deswey, mama mau istirahat dulu ya, kalian berduaan lah," ucap nyonya Heva sambil tersenyum.
"Okey ma, terima kasih restunya," teriak Herlan memegang pinggang istrinya.
Deswey hanya tersenyum melihat tingkah suaminya. Herlan pun menggendong istrinya menuju kamar. Padahal saat itu waktu menunjukkan jam 13.30.
Setelah sampai di kamar, Herlan pun berkata ;
"Sayang, tadi aku melihat wanita cantik di kantor, makanya aku pulang selama sejam mau minta dimanja sama kamu, kayak biasanya saja sayang, kalau melakukan itu di malam hari saja, tapi siang hari manjakan aku," ucap Herlan manja.
"Emang mau manja seperti apa suamiku?" ucap Deswey sambil mengelus rambut suaminya.
"Ya kayak begini sayang, rambut ku di elus dan aku memeluk pinggang kamu dimana anak kita berada dalam perut kamu," ucap Herlan memeluk istrinya dalam posisi Herlan duduk di pangkuan istrinya dengan tumpuan bantal.
Keduanya tampak bahagia dengan manjaan yang dilakukan Herlan dan Deswey di setiap siang nya. Deswey hanya bisa tersenyum melihat tingkah suaminya, sedangkan Herlan bahagia mendapati istri seperti Deswey.
๐๐๐๐๐
like, comment , gift dan vote yaa.
dukungan kalian sangat berarti.
__ADS_1
terima kasih๐คญ