
~ Biasakan setelah membaca like dan comment ya, makasih ya🤭 gift dan vote kalau bisa~😊
Next.
Desy lama memeluk kakaknya, mereka berpindah tempat, karena keduanya sulit untuk beristirahat. Deswey masih menangis diikuti dengan Desy, keduanya saling menangis hingga Deswey kembali sadar adiknya ikut menangis.
"Desy, sejak kapan kamu berada disini?" ucap Deswey bertanya.
"Kakak gimana sih? kan aku dari tadi di sini sama kakak," ucap Desy menjelaskan.
"Oh begitu kah, maaf Desy adikku, kakak tidak memperhatikan kamu, terus yang jaga anak kamu siapa?" ucap Deswey bertanya.
"Ada Very kok kak, dan juga mereka semua sudah terlelap dalam tidurnya," ucap Desy pada kakaknya.
Keduanya pun saling menguatkan satu sama lain, mereka pun melihat kolam dan kedua nya sama-sama mandi ke dalam kolam tersebut. Saat mendengar bunyi kolam renang, bibi datang karena panik.
"Ya Tuhan, saya pikir nona berdua kecebur atau gimana begitu?," ucap bibi khawatir.
Deswey dan Desy pun menghampiri bibi dan berkata.
"Kita hanya menyegarkan pikiran kita saja kok bibi," ucap Deswey sambil tersenyum.
"Bibik tolong buatkan kita es jeruk dan cemilan Snack ya, makasih bibik," ucap Desy kembali berenang.
"Baik non," ucap bibik pergi mengambilkan yang di suruh.
Desy dan Deswey pun kembali berenang, setelah di rasa selesai keduanya kembali ke tepian dan mengenakan handuk untuk makan dan minum yang sudah di sediakan oleh bibik.
"Kakak, apa kita harus menghubungi mama Heva atau papa Arkana?" ucap Desy bertanya sambil meminum jus jeruk.
"Ehm nanti saja, biasanya mama Heva nanti ngabarin kita kok, tapi sekarang belum ada kabar, jadi mama dan papa kita belum sadarkan diri kalau begitu," ucap Deswey sambil menyeruput es jeruknya.
"Iya juga sih kak, baik lah kalau begitu kita tunggu saja kabar dari mama Heva," ucap Desy sambil makan cemilan.
Keduanya menikmati pagi menjelang siang itu dengan minum es jeruk dan cemilan di tepian kolam.
Saat keduanya berjemur untuk mengeringkan tubuh, tiba-tiba bibik membangunkan keduanya.
"Nona Deswey dan nona Desy, kalian berdua di panggil oleh suami kalian di dapur, katanya makan siang," ucap bibik pada keduanya.
__ADS_1
Keduanya pun membuka mata perlahan, karena cukup lama keduanya terlelap tidur ternyata.
"Emang sekarang sudah jam berapa bik?" ucap Deswey bertanya.
"Sekarang sudah jam 11.30 nona Deswey," ucap bibik menjawab.
"Apa sudah jam 11. 30 wah si kembar lama juga tidurnya?" ucap Desy yang langsung menuju dapur.
"Makasih ya bibik," ucap Deswey pada bibi.
"Sama-sama nona," ucap bibik membawa gelas yang sudah kosong.
Bibik pun meninggalkan kolam tersebut.
Sesampainya di dapur, Desy dan Deswey terkejut suami mereka memegang si kembar.
"Eh suamiku," ucap keduanya pada suami mereka masing-masing.
"Hayo Deswey kita pindah tempat makan di balkon, kamu bawa Jihan aku bawa Joe," ucap Herlan kepada istrinya.
"Iya suamiku," ucap Deswey meninggalkan keduanya.
Mereka pun makan di tempatnya masing-masing. Si kembar asyik bermain bersama kedua orang tua mereka. Di tengah keasyikan mereka tanpa memegang ponsel.
Bibik mendapatkan kabar bahwa orang tuan Deswey dan Desy sudah sadar, bibi pun segera menemui keduanya.
Desy dan Deswey serta suami mereka pun bersegera mempersiapkan barang bawaan bahkan, sedangkan bibik menunggu rumah untuk persiapan makan malam.
Mereka pun segera membawa mobil mereka masing-masing menuju rumah sakit, Desy dan Deswey yang berada di mobil yang berbeda sangat bahagia ketika mendengar kabar bahwa orang tua mereka sudah sadar.
Sesampainya di rumah sakit, nyonya Heva dan tuan Arkana sudah berada di depan ruangan tersebut. Si kembar di pegang oleh nenek dan kakek mereka, jadi Desy dan Deswey yang masuk ruangan tersebut.
Sedangkan Herlan, Very , nyonya Heva serta tuan Arkana sudah pindah tempat sebab mereka sedang memegang bayi.
"Mama dan papa, kenapa kalian bersamaan sakitnya," ucap Desy bertanya.
"Iya nggak tahu sayang, kalau sudah waktunya sakit, mau kayak mana lagi," ucap Nyonya Geby menjawab.
"Iya kalian tahu sendiri kan papa saat ini juga tengah sakit karena gempuran kemarin," ucap tuan Herley menjawab.
__ADS_1
"Jadi papa, black white apakah sudah di penjara semuanya?" ucap Deswey bertanya.
"Belum sayang, bos nya masih dalam pencarian, padahal itu lah yang harus nya selalu di cari, papa serta yang lainnya bingung harus mencari kemana?" ucap tuan Herley.
"Papa dan Kak Deswey bisa nggak jangan bahas tentang hal itu, kita bahas tentang mama yang melahirkan si kembar lelaki," ucap Desy tersenyum.
"Jadi papa dan mama rencana nya mau menamakan apa nie?" ucap Desy penasaran.
"Ehm apa ya, kalau papa sih sudah ada persiapan, Zean dan Zafran seperti nya nama itu cocok nggak sayang," ucap tuan Herley pada istrinya.
"Bagus sayang, jadi namanya Zean Herley, Zafran Herley," ucap nyonya Geby sambil tersenyum.
Akhirnya satu keluarga itu Bahagia mendengar kabar gembira tersebut. Setelah selesai berbicara dengan papa dan mama nya, keduanya harus meminum obat dan istirahat sejenak. Karena keduanya butuh pemulihan.
Sehingga Deswey dan Desy keluar dari ruangan tersebut, saat keduanya ingin pulang mereka hanya bisa tersenyum menatap orang tua mereka.
Nyonya Heva dan Tuan Arkana pun mengajak semuanya di kantin untuk makan bersama.
"Makasih ya mama Heva dan papa Arkana sudah menjaga anak kita," ucap Desy dan Deswey bersamaan.
"Itu sudah tugas kita sayang," ucap mama Heva.
"Iya, papa juga Bahagia bisa bersama kalian di usia sudah menua seperti ini, apalagi cucu papa banyak sekarang," ucap tuan Arkana sambil melihat istrinya.
"Hihi, papa dan mama lucu," ucap Herlan sambil tersenyum malu.
"Iya ya, kita menganggu bulan madu kalian," ucap Very sambil tersenyum.
"Argh nggak apa-apa kok sayang, papa dan mama bahagia bisa bantu kalian, itu sudah bagian dari tugas kami sebagai orang tua," ucap tuan Arkana.
"Kalau begitu, papa dan mama kembali saja dulu ke rumah untuk mandi dan ganti pakaian, agar kalian fresh begitu," ucap Deswey sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, papa dan mama pulang dulu ya, nanti kami akan kembali lagi," ucap nyonya Heva diikuti oleh tuan Arkana yang berpamitan juga.
Mereka pun hanya melambaikan tangan pada orang tua dari Herlan tersebut, Desy dan Deswey kembali tersenyum bahagia melihat bertambahnya keluarga mereka meskipun selalu ada saja ujian bagi keluarga mereka.
Herlan dan Very pun bercanda tawa dengan keluarga mereka masing-masing, siang itu canda tawa ada pada mereka akhirnya setelah tangisan air mata.
🍁🍁🍁
__ADS_1
like dan comment ya🤭