
Olivia kesal dengan orang tua kandungnya, hanya kakak nya Gerald yang sangat peduli pada nya. Hingga Gerald sendiri yang mendatangi Olivia ke kamarnya.
"Tok...tok..." bunyi pintu yang di ketok oleh Gerald.
"Adikku tercinta, boleh kah kakak masuk ke kamar mu," ucap Gerald dengan suara lembut.
"Masuk saja kak, pintu nya tidak di kunci kok," ucap Olivia.
Gerald pun perlahan masuk ke kamar adiknya. Olivia menangis dalam pelukan Gerald. Gerald pun terus menghibur adiknya sebisa mungkin.
Gerald pun mampu membuat Olivia kembali tertawa dan perkataan aneh keluar dari perkataan Olivia.
"Kak Gerald, seandainya kakak bukan saudara kandung aku pasti kita bisa bersama, aku mau kakak menjadi pasangan hidup ku," ucap Olivia bicara dengan jujur.
"Haha, jadi kamu sudah jatuh cinta dengan kakak mu sendiri," ucap Gerald masih memeluk adiknya.
"Iya lah aku sudah jatuh cinta sama kakak, yang peduli dengan aku di rumah ini hanya Kak Gerald yang lain nya hanya memikirkan keuntungan dan bisnis, sedangkan aku tidak ada yang memperdulikan nya," ucap Olivia curhat.
"Adikku tersayang, mau kah kamu ku ceritakan sesuatu hal pada mu tentang diri ku, akan tetapi janji jangan terkejut ya tentang semua ini," ucap Gerald jujur pada adiknya.
"Aku siap mendengarnya kak," ucap Olivia berhenti dari sedihnya.
"Kamu janji harus siap mental, dan memaafkan orang tua mu tidak memberi tahu semua hal, karena biar kakak memberi tahu mu tentang semuanya," ucap Gerald bicara Serius.
"Baik kak, aku akan mendengar dengan baik," ucap Olivia bicara serius.
Gerald pun menceritakan dirinya. Sebenarnya Gerald bukan dari keluarga kandung yang dilahirkan oleh orang tua Olivia. Berawal dari Gerald saudara kandung asli Olivia berteman dengan dirinya. Hingga suatu hari Gerald yang asli mengidap suatu penyakit.
__ADS_1
Sehingga Gerald yang asli meninggal dunia di usia 10 tahun, Gerald saudara kandung Olivia meninggal karena gagal ginjal, karena hal itulah ayah Gerald frustasi luar biasa karena hal tersebut sehingga mama nya mengangkat sahabat dekat anaknya sebagai anaknya pengganti Gerald asli.
Karena Sahabat Gerald yatim piatu dia pun di beri nama dan marga yang sama, sehingga Gerald yang sekarang bisa menjadi seperti sekarang, dan membangun perusahaan Gerald sendiri setelah memajukan perusahaan orang tuanya yang sekarang.
Gerald hanya sebuah pion untuk kepengurusan keluarga besar Olivia, mendengar hal itu Olivia makin bahagia karena yang dihadapan nya, hanyalah saudara angkat.
"Jadi Kak Gerald, bukan saudara kandung ku, kalau begitu aku bisa bersama kakak," ucap Olivia mulai bertingkah manja.
"Haha, adikku yang paling cantik, justru kebalikan kakak ingin menikah kan kamu dengan lelaki yang kamu cintai meskipun bukan Herlan," ucap Gerald sambil mengacak rambut adiknya.
"Kak Gerald juga tidak menginginkan aku menjadi pendamping ku," ucap Olivia ngambek.
"Bukan begitu adikku sayang, orang tua mu pasti tidak akan merestui hubungan kita, mereka pasti akan mencarikan pasangan lebih dari kakak, dan kakak pasti akan kembali asal nya," ucap Gerald menjelaskan.
"Nggak mau dan nggak akan bisa ,kenapa orang rumah ini mau mengatur hidup ku? yang punya hidup kan aku sendiri," ucap Olivia dengan nada kesal.
"Katakan saja kan, aku siap mendengar dan janji tidak akan membenci orang tua ku," ucap Olivia berhenti atas kekesalannya.
"Kalau orang tua mu atau keluarga ini tahu kamu mencintaiku kakak, maka kita berdua akan di pisahkan, karena pernah suatu hari sepupu kamu jauh yang bernama Nada mencintai kakak, bahkan dengan lugas dia mengatakan kepada kedua keluarga besar kalian, yang terjadi kakak di suruh belajar ke luar negeri dengan alasan melanjutkan study, dan akhirnya Nada sudah menikah dengan pilihan keluarganya, dan kakak tidak mau kamu seperti Nada," ucap Gerald menjelaskan pada Olivia.
"Baik kak, aku janji akan menutup rapat rahasia ku, karena aku menyukai Kakak, jadi kakak mau kah menjadi kekasih gelap ku," ucap Olivia bicara dengan lancar.
"Oliv, pikirkan semua perkataan mu, jangan berkata demikian, kamu cantik dan cerdas bagaimana bisa kamu berpikir demikian?" ucap Gerald mengingatkan adiknya.
"Aku tidak mau tahu, ke depannya jika aku ada apa-apa, kakak harus segera menemui ku, karena keluarga ini tidak memperdulikan aku, maka aku akan menyukai hal yang aku suka termasuk memiliki Kak Gerald seutuhnya," ucap Olivia dengan nada manja.
"Oliv berhenti, cukup !!! jadi lah adik yang selalu ku bangga kan," ucap Gerald berdiri.
__ADS_1
"Baik aku janji jadi adik yang baik, maka aku juga berjanji untuk memiliki kakak seutuhnya," ucap Olivia menjawab dengan tegas.
"Oliv, kamu bicara apa sih?" ucap Gerald segera pergi dari kamar tersebut, akan tetapi di tahan oleh Oliv di peluknya dari belakang.
"Kak Gerald, biarlah sebentar saja sejenak saja, aku hanya menginginkan pelukan seperti ini bersama kakak, please kak Gerald jadi lah kekasih gelap ku," ucap Olivia berbicara lirih.
"Oliv, laki-laki di luar sana ada pantas untuk mu, aku hanya seorang anak yang di besarkan oleh keluarga mu, kalau tidak ada keluarga mu, mungkin aku sudah menjadi gelandangan," ucap Gerald.
"Kita buat scenario kecelakaan saja, dan kita pindah negara," ucap Olivia berbicara.
"Oliv, kasih kakak kesempatan berpikir ya, jika kakak memiliki perasaan pada mu, Kakak janji akan menuruti rencana mu, untuk sekarang biarlah kita menjalin sebagai saudara, kakak permisi pergi ke kantor dulu, kamu jaga diri baik-baik ya, adikku sayang," ucap Gerald berbalik badan dan mencium adiknya.
Olivia terkesima dengan perkataan Gerald, dia tidak menyangka laki-laki yang menyayangi nya selama ini ternyata bukan saudara kandungnya, seolah-olah dunia sedang bersama nya. Olivia merasa bahagia karena lelaki yang diinginkan nya adalah saudara angkat bukan saudara kandung nya.
"Bersyukur banget punya Kak Gerald, Kak maafin aku, aku benaran suka dengan mu, maka aki berjanji akan memiliki mu seutuhnya," ucap Olivia dalam janji nya.
Setelah Gerald pergi, Olivia pun bergegas menuju perusahaan nya, dimana dia bekerja di perusahaan kakaknya hanya saja berada di bidang pemasaran.
Olivia salah satu wanita yang cerdas dan cekatan, bahkan banyak lelaki yang menyukainya. Bukan hanya cantik saja, pengetahuan dan pemikiran nya itu lah yang menjadikan nya idola di hati para lelaki di kantornya.
Hanya saja Olivia tidak terpesona dengan satu lelaki pun, sejak dia berada di keluarga kandungnya, dia hanya menyukai Gerald seorang, dan sekarang berubah menjadi cinta. Dengan menjadikan dirinya bisa sejajar dengan kakaknya, dia pun berusaha keras untuk selalu berada di sampingnya, bahkan dia selalu berusaha ikut dalam setiap event dan berpegian jauh.
πππππ
Penasaran ya, tunggu saja episode selanjutnya.
Like dan comment ya, terima kasihβΊοΈ
__ADS_1