Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 11


__ADS_3

Ketika dilihat seorang wanita yang sangat dikenalnya sehingga Herlan benar-benar berpikir kalau itu adalah Olivia wanita yang sangat sulit di lupakan, di matanya Olivia wanita sempurna dalam hidupnya. Tapi dia meninggalkan Herlan tanpa kabar apapun hingga pertemuan itu kembali setelah beberapa tahun kemudian. Herlan pun terdiam melihat nya, Deswey yang melihat langsung repleks menepuk pundak Herlan.


"Kamu kenapa? lihati apaan?, kayaknya kamu kenal ya dengan Olivia Basyrin dia wanita kolektor terkenal beberapa tahun ini bahkan dunia internasional mengakui


nya, apakah dia mantan yang sulit kamu lupakan itu?"ucap Deswey memandang Herlan.


Herlan terkejut dengan pukulan keras di pundaknya oleh Deswey,


"Aww sakit Deswey kuat banget kamu memukulnya," ucap Herlan marah dengan wajah tersenyum.


Ketika Herlan marah begitu, Deswey malah mengambil foto kedua nya


"Ceklek, naah ganteng juga kalau lagi marah, Herlan jangan coba-coba memarahi saya arah kiri ujung itu papa dan mama saya, sepertinya mereka memperhatikan kita jadi tunjukkan bakat acting mu," ucap Deswey sambil bercanda dengan Herlan.


Saat keduanya bercanda selain orang tua Deswey yang mengamati keduanya, ada sosok wanita cantik yang melihat kemesraan keduanya sehingga membuatnya cemburu sehingga air yang digenggamnya keluar dari tutup botolnya.


"Nona Olivia, apa yang anda lakukan? pakaian anda basah oleh air," ucap Teri sekretaris nya.


"Argh iyaa maaf, aku akan pergi ke kamar mandi dulu ya Teri," ucap Olivia cemburu dengan sikap mesra Herlan.


Keduanya pun kembali tentram karena acara pelelangan sudah usai, saat keduanya ingin memasuki pintu di tahan oleh ayahnya Deswey,


"Kebetulan kita bertemu disini perkenalkan saya papa nya Deswey Herley nama saya Herley Sandya, dan ini istri saya Geby Vianka kita bicara dulu di tempat yang telah kami pesan," ucap Tuan Herley dengan tegas.


Herlan dan Deswey mengikuti dari belakang dan berkata,


"Papa kami naik mobil ini saja, kirimkan alamatnya ke ponsel ini" ucap Deswey menyodorkan ke papa nya.


Tuan Herley pun menerima ponsel tersebut dan mengirimkan alamat yang dituju, masing-masing pun memakai mobil sendiri, Herlan terdiam dan berbicara ketika memasuki mobil,

__ADS_1


"Deswey saya tidak pernah mengalami gugup luar biasa seperti ini, papa mu kalau bicara sungguh mengerikan seperti seorang mafia, terus apa yang akan papa mu lakukan dan bagaimana dengan saya akan menjawabnya," ucap Herlan bertanya dengan wajah serius.


"Jawab saja sesuai scenario pasangan, aku yakin kamu bisa jawabnya dan nanti aku bantu pertanyaan papa, biasanya papa mudah sekali menebak kalau hubungan kita ini hanyalah pernikahan kontrak," ucap Deswey mulai berpikir.


Herlan pun hanya mengangguk pembicaraan tersebut dan berkata dalam lirih nya,


"Tak pernah ku temui klien atau kolega seperti sosok Tuan Herley, apakah ada something pada Deswey hingga papa nya seperti marah kepada saya," gumam Herlan dalam pikirannya.


Tiba di Restauran mewah yang biasa di kunjungi oleh Herlan, saat mereka datang sudah ada yang menawarkan dan berkata,


" Tuan Herlan mau memesan apa seperti biasa kah," ucap pelayan tersebut.


Mendengar hal itu Tuan Herley tersenyum dengan sikap pelayan tersebut,


"Iyaa pesan seperti yang biasa yang biasa di pesan oleh calon mantu saya," ucap Tuan Herley.


"Aduuh, mana saya tahu kalau makan bakal disini, saya kan biasa makan dengan klien di sini, bisa-bisanya pelayan ini berbicara begitu, bakal jelek di mata calon mertua," ucap Herlan dalam lirih.


"Suamiku tadi kamu bilang mau bicara tentang pernikahan anak kita ayoo bicaralah," ucap Nyonya Geby sambil memberikan kecupan ke suami tercintanya.


"Yaa ampun istriku ini, mencium di publik pasti mau menyuruh saya agar tidak macam-macam dengan calon Deswey," ucap Tuan Herley dalam hatinya..


Tuan Herley pun memulai pembicaraan,


"Coba ceritakan bagaimana kalian bisa sampai tunangan, dan sebentar lagi akan menikah pastinha, saya hanya ingin mendengar dari Herlan, saya berharap tidak ada kebohongan disini," ucap Tuan Herley berbicara tegas.


Dengan sikap yang tegas seperti biasa ditunjukkan pada kliennya, dengan gentelmen nya Herlan malah berbicara tentang saham dengan Tuan Herley,


"Izin Tuan Herley saya harus memanggil apa kepada anda? terkait hal itu menurut Tuan Herley bagaimana perkembangan saham dunia sekarang," ucap Herlan berbicara dengan sangat wibawa.

__ADS_1


"Boleh seperti Tuan Herley tapi jika sudah menikah panggil saya dengan sebutan papa, saya bersyukur anak saya deka dengan tuan Herlan jaga dengan baik, dan saya berharap Herlan tidak mengecewakan saya," ucap Tuan Herley sambil kedua nya asyik berbicara tentang saham.


Hanya Deswey dan Mama Geby yang terdiam dalam sunyi mereka hanya selirikan mata, saat keduanya tengah gabut pelayan datang menyanyikan makanan, dengan mata terbelalak mama Geby terkejut dengan makanan yang disajikan.


Mama Geby pun menarik lengan suaminya dan berbisik ke telinga suaminya,


"Sayang untuk malam ini aku boleh yaa makan daging, sepertinya semua nya ini favorit ku, boleh yaa sayang," belum selesai Tuan Herley menjawab istrinya kembali mencium nya. Tuan Herley hanya tersenyum dengan sikap istrinya yang manja ini, meskipun sikapnya begitu dia sangat mencintai istrinya.


Tuan Herly pun flashback mengenal kebersamaan itu.


Kisah pertemuan Tuan Herley dan Nyonya Geby.


Nyonya Geby Vianka berasal dari keluarga konglomerat karena hatinya yang keras kepala dan egois, keluarga nya tidak terlalu memperdulikannya bahkan Geby disuruh terserah memilih calon selama tidak membuat malu keluarga. Geby wanita yang bergaya tomboy, namun dia bisa berpenampilan sesuai dengan kondisi bahkan keluarga nya terkejut dengan penampilan Geby ketika berada di pesta. Meskipun demikian Geby wanita cerdas di antara kedua kakaknya, makanya orangtuanya tidak melepaskan nya begitu saja tapi lebih membiarkan memilih calon sendiri karena jika tidak di penuhi Geby akan meninggalkan kediaman Vianka karena Geby sebagai jalur negosiasi karena semua kolega sangat puas dengan cara bicara Geby.


Hari itu pun tiba, ketika Geby di kejar oleh orang yang tak dikenalnya. Geby gemetar ketakutan dengan muka dan rambut tidak menentu dia ditemukan oleh Herley. Dengan bersusah payah Herley berbicara serius dengan Geby agar mengobati lukanya ke klinik terdekat. Namun Geby tidak mau dan takut di ganggu orang asing. Herley yang tidak pernah lembut pada siapapun bersikap lembut kepada Geby. Herley pun membantu mengobatinya, dia ingin beristirahat sementara. Geby sudah menghubungi orangtua nya bahwa dia tengah berada di negara lain karena Geby tengah ketakutan atas trauma tersebut. Setelah beberapa hari tinggal dengan Herley dengan tegas Geby mengatakan ingin di nikahi olehnya. Namun Herley tidak berkeinginan karena dibalik dirinya yang sederhana dia adalah kepala geng Mafia bahkan persembunyian tidak ada yang tahu.


Dengan kesal Geby pun bicara "tunggulah suatu saat kita akan bertemu kembali, dan ku pastikan kamu duluan jatuh cinta padaku karena kamu sudah mengobati sebab tiada satupun yang bisa menyentuh tubuhku kecuali diriku sendiri," ucap Geby sambil mengucap kan terima kasih..


Setelah beberapa Minggu keduanya seperti takdir di temukan pada waktu yang tepat.


"Sayang kamu melamunkan apa?" ucap nyonya Geby meletakkan jemarinya di kening suaminya.


Secara repleks Tuan Herley mencium jemari istrinya. Nyonya Geby jadi salah tingkah. Mereka pun bersamaan tertawa dan tersenyum atas salah tingkah keduanya.


"Baiklah Herlan, segera tentukan hari pernikahan kalian, mumpung saya masih di sini lain kali kita buat pertemuan berikutnya bersama orang tuamu," ucap Tuan Herley.


Saat Herlan hendak menjawab.


dering ponselnya pun berbunyi.

__ADS_1


πŸπŸ’πŸ’πŸ’πŸ


Like and comment ya☺️


__ADS_2