
Herlan pun langsung memeluk istrinya, Deswey bingung dengan tingkah suaminya dan merasa enggan di peluk dengan banyak orang yang melihat.
"Suamiku, lepaskan pelukan nya aku mau dilihat orang," ucap Deswey pada suaminya.
"Nanti dulu, kenapa kamu kurusan? di sana di kasih makan nggak, terus kamu makan apa di sana?" ucap Herlan banyak tanya.
Deswey mencubit pipi suaminya.
"Aw, sakit Istriku kamu tega banget sih menyubit pipi ku yang tinggal tulang?" ucap Herlan memegang pipi nya.
"Haha, ada-ada saja deh kamu suamiku, hayoo lah kita jalan, nanti aku ceritakan di rumah ya sayang," ucap Deswey mengatakan.
"Apa sayang?" ucap Herlan tersenyum manis.
"Haha, sejak kapan kamu suka tersenyum manis begitu?" ucap Deswey bertanya.
"Sejak kehadiran mu lah, sebelum ada kamu hidup ku datang banget, perusahaan, rumah dan seterusnya hanya begitu saja," ucap Herlan menjelaskan.
Dering ponsel Deswey pun berbunyi.
π"Iya Pa, ada apa? sekarang aku sudah keluar dari bandara dan menuju ke rumah Herlan, ini kami mau keluar sudah menghidupkan mesin mobil," ucap Deswey menjelaskan.
π"Dengan papa baik-baik ya," ucap tuan Herley menjelaskan tentang sesuatu hal.
π"Baik Pa, akan kami jalankan perintah papa," ucap Deswey.
π"Pak Sopir, berhenti kan kami di mall X, biarkan saya dengan suami saya pergi, apakah tuan Herley menitipkan sesuatu," ucap Deswey bertanya karena sopir ini anak buah dari papa.
π"Anak nona, di belakang nona Deswey," ucap sopirnya.
π"Oke baiklah, sepertinya tadi belum ada mata-mata nya, terima kasih ya," ucap Deswey.
π"Herlan dan pak sopir, mata kalian fokus ke depan yaa, saya akan ganti pakaian, suamiku di samping ada pistol siap-siap ya sayang, aku ganti pakaian dulu di belakang," ucap Deswey menuju ke belakang.
Herlan pun menuruti perintah dari istrinya, meskipun dia tidak paham, akan tetapi pasti ada sesuatu yang terjadi.
Setelah selesai beberapa menit, Deswey pun berubah penampilan.
"Suamiku, kamu juga ganti penampilan ya, kita hari ini berubah menjadi pasangan nenek dan kakek, demi keselamatan kita," ucap Deswey.
"Baik istriku, tapi aku ganti di sini saja ya," ucap Herlan.
"Suamiku, masa' ganti baju depan mata ku sih, aku kan belum jadi istrimu seutuhnya," ucap Deswey memerah muka nya.
"Hehe, hadap ke samping saja sayang jika kamu tidak mau melihat, lagian aku tidak lepas celana kok," ucap Herlan menggoda istrinya.
__ADS_1
"Ih Herlan (memukul suaminya),"
"Apa sayang?" ucap Herlan dengan lembut.
cup.. (ciuman mendarat ke bibir istrinya)
Deswey malu-malu bukan main, padahal mereka berdua sudah halal jadi suami istri. Akan tetapi Deswey tidak pernah melakukan ciuman bibir dengan siapapun kecuali dengan Herlan suaminya.
Herlan pun selesai memakai kostum penggantinya.
Deswey tersenyum dan tertawa melihat tampilan suaminya yang menyamar sebagai Kakek-kakek.
"Ya ampun suami ku, walau kamu di poles seperti tua tetap ganteng," ucap Deswey tersenyum.
"Iyaa dong, istriku hanya Deswey tidak akan tergantikan.
"Oh ya istriku, bisa kah kamu cerita kan kejadian ini, sebelum kita sampai ke mall X," ucap Herlan bertanya.
Deswey pun menceritakan peristiwa yang terjadi padanya di luar negeri, Herlan terkejut dengan kejadian yang menimpa istrinya.
Akan tetapi Deswey mampu melewati itu semua, bahkan dia mampu mengelabui mereka.
Deswey memiliki taktik yang luar biasa, bahkan Deswey memikirkan hanya dalam hitungan menit menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
"Aku tidak akan pernah melepas Deswey sedikit pun, dan tak akan jatuh cinta dengan wanita mana pun," gumam Herlan dalam hati.
Deswey pun masih menceritakan hal yang mereka alami sekarang sehingga Herlan hanya menuruti saja perintah dari istrinya.
"Jadi Deswey nanti kita tinggal dimana?" ucap Herlan bertanya.
"Kamu tenang saja suamiku, papa sudah memberi tahu tempat penginapan kita, akan tetapi besok kita berpisah kembali," ucap Deswey mengatakan.
"Apa? Bagaimana bisa aku harus melepaskan mu? rindu baru saja terobati masa' harus pisah lagi?" ucap Herlan terdiam
Deswey pun memegang pipi suaminya.
"Herlan kamu mau kan mempercayai ku dan mau bersabar kan, saat ini aku tidak ingin kamu terluka sayang, sebelum kita berpisah aku mau mengatakan kalau aku mulai mencintaimu suamiku," ucap Deswey mengatakan dengan senyuman.
Herlan yang tadi merunduk dengan pipi nya di pegang istrinya langsung berdiri muka nya tidak percaya dengan dikatakan istrinya.
"Apa? aku tidak mendengar nya, katakan lagi Deswey aku belum mendengar nya," ucap Herlan meminta.
"Aku mencintaimu Herlan suami ku," ucap Deswey mengatakan nya dengan lantang.
"Argh, aku malu dengan anak buahnya papa," ucap Deswey malu mengucapkan kalimat cinta.
__ADS_1
"Silahkan lanjut nona dan tuan, kalian kan suami istri, anggap saya tidak ada," ucap sopir papa nya.
"Nah, denger itu sayang," ucap Herlan.
Herlan pun bahagia bukan kepalang, dia bahagia akhirnya penantian cinta selama ini tidak bertepuk sebelah tangan. Herlan memeluk istrinya dengan erat dan menciumi istrinya.
Deswey hanya tersenyum dengan tingkah suaminya, karena baru kali ini dia melihat tingkah manja seorang CEO cuek dan kejam terhadap karyawannya, bahkan adiknya sendiri pun terkadang enggan bicara dengan Herlan karena terkadang sifat arogannya.
Akan tetapi ketika Herlan berhadapan dengan istrinya sifat arogannya langsung hilang seketika berubah menjadi manja.
Yaa, Herlan sangat manja dengan istrinya, bahkan istrinya hanya menggelengkan kepala jika manja Herlan muncul.
Keduanya pun sampai di mall X.
Herlan dan Deswey yang sedang menyamar menjadi nenek dan kakek memang tidak tampak sekali, Deswey mengamati hingga 20 orang mencari keduanya.
Hingga perut Herlan memecahkan keheningan keduanya.
"Herlan kamu lapar ya, kita nggak bisa lama di mall, kita beli saja makanan dan minuman di sini ya, lalu kita ke hotel nanti nya," ucap Deswey pada suaminya.
"Hehe baiklah istriku," ucap Herlan malu karena perutnya berbunyi.
Keduanya pun mencari makanan dan minuman di satu tempat, sehingga mereka tadi lagi mencarinya.
Deswey pura-pura mengamati beberapa orang yang dilihatnya, bahkan dia mendengar salah satu pembicaraan mereka.
"Argh, kata bos mereka ada di mall X, tapi kok tidak terlihat dari foto tersebut bahkan kita bertanya pada hampir semua orang di sini," ucap anak buah orang suruhan tersebut.
Deswey pun merekam pembicaraan mereka sepertinya ponsel antara papa atau dirinya yang di sadap, dia pun hanya mengirim ke suaminya.
Setelah selesai Deswey memegang tangan suaminya dan berkata ;
"Herlan, kita jalan perlahan yaa menuju tempat persembunyian kita," ucap Deswey pada suaminya.
"Siap istri ku," ucap Herlan.
Keduanya pun berjalan layaknya kakek dan nenek yang perlu di papah, akan tetapi keduanya selalu mengelak dan mengatakan bahwa mereka bisa berjalan sendiri.
Hingga perjalanan keduanya pun lika-liku menuju hotel yang di pesan kan oleh papa nya.
Sampailah mereka di hotel tersebut.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Penasaran apa yang akan terjadi pada Deswey dan Herlan? tunggu saja episode selanjutnya βΊοΈ
__ADS_1