
Desy pun menangis sesungukan, Very hanya melihat saja dan bergumam dalam hati.
[Wanita keras kepala, egois, sok tegar, pemberani, sok cantik dan cerdas bisa juga nangis ternyata].
Very pun menepuk pundak Desy, dan Desy repleks tidak ingin memegang tapi tidak bisa.
"Siapa sih? ganggu orang aja," ucap Desy ngedumel sendiri.
"Kenapa nona menangis?" ucap Very menutup hidungnya agar terdengar suara orang lain.
"Nggak usah ikut campur deh, aku lagi nunggu seseorang disini, eeh aku lupa kasih tahu nya malah langsung ke sini,"ucap Desy berbalik.
Saat dilihatnya dia pun terkejut ternyata Very.
"Kamu ngerjain aku yaa?" ucap Desy kesal.
"Nggak lah ngerjain kamu, aku kasihan lihat gaunnya bekas minuman gitu, tunggu kenapa dengan gaun kamu," ucap Very.
Desy pun langsung merengek, Very pun menyuruh Desy bergantian pakaian yang masih baru di dalam mobil.
"Nanti aku ambil baju ku di koper saja," ucap Desy bersikeras.
"Ayoo masuk, ini hoodie ku pakailah kita kan sudah ini mau ke rumah Tuan Herlan dan Nona Deswey, lagian kamu lelah gitu mana rela kamu kecapean," ucap Very mengalihkan matanya.
"Iih kenapa sih kalau bicara bisa nggak tatap muka orang yang di ajak bicara (kedua telapak Desy sedang mengarah wajah Very ke dirinya), nah ini baru benar," ucap Desy.
"Yaa udah masuklah ganti di dalam mobil, aku tunggu diluar kalau kamu nggak mau ke dalam," ucap Very.
"Baiklah kalau begitu Very, makasih yaa," ucap Desy langsung memasukkan mobil.
Beberapa menit kemudian, Kepala Desy keluar untuk meminta tolong padanya.
"Very bantui," ucap Desy.
Very pun membantu dengan menutup mata dan di arahkan oleh Desy. Desy terkagum dengan sikap Very.
"Very, lepaskan lah sudah selesai kok" ucap Desy.
Very pun melepeskan dan membuka matanya ketika berada di luar mobil.
Desy pun memakai Hoodie milik Very. Desy pun tersenyum sendiri dengan sikap baik Very malah berasyik ria bergumam sendiri.
[Ya ampun Tuhan, masih ada kah laki-laki yang menjaga pandangan seperti Very, sudah ganteng, cerdas, baik, meskipun pendiam, tapi dia the best deh]
Dari jendela mobil Very bingung karena sudah beberapa menit tidak di buka oleh Desy, sebab tanpa sengaja di kunci Desy dari dalam hingga Very memikirkan untuk menelpon Desy.
Dering ponsel Desy pun berbunyi.
__ADS_1
Drrrrtttt.., drrrrtttt...
"Iih gangguan khayalan orang saja sih, siapa juga nelpon aku jam segini?" ucap Desy mendengus kesal.
"Hay Nona Desy, bisakah kamu buka kunci mobilnya, aku sudah kedinginan disini, kita harus segera pulang telat waktu," ucap Very.
Very pun memasuki mobil langsung di tanya oleh Desy.
"Emang kita mau tidur dimana?"ucap Desy.
"Terus kita apakah menunggu Kak Deswey dulu memberikan kodenya, tapi aku masih lapar Very gimana dong," ucap Desy.
"Apaaa?, kamu masih lapar sebanyak tadi saja belum membuat mu kenyang," ucap Very.
"Temani yaa Very, kita makannya di cafe biasa yaa," ucap Desy.
"Yaa udah sebelum kita berangkat kamu carilah tempat yang mau di tuju," ucap Very.
"Udah Very, aku udah sharelock dan juga aku udah izin sama Kak Herlan dan Kak Deswey kita pulangnya agak telat," ucap Desy.
"Oke deh, kita akan kesana," ucap Very melajukan mobilnya.
Diperjalanan Desy mendengarkan musik, Very hanya fokus mengemudi hingga mereka sampai ditempat yang mereka tuju. Namun, terlalu banyak orang dan Very pun kembali mengikuti saran Desy, hingga cafe ke tiga cocok buat Desy dan estimasinya.
Very pun memarkirkan mobilnya dan Mengajak Desy turun ke bawah.
Very pun menggandeng tangan Desy.
"Apa yang kamu lakukan sih?ckita tidak ada hubungan apa-apa loe, jadi jangan pegang tanganku," ucap Desy gengsian.
"Nona Desy, turuti saja aku nanti kamu diganggu lelaki lain jadi jika aku menggandeng tanganmu berarti pasangan aku, oke demi kebaikan mu yaa," ucap Very mengalihkan pandangan.
"Kan aku udah bilang kalau bicara dengan seseorang tatap wajah nya (Desy memegang pipi Very agar berhadapan dengannya ketika berbicara)," ucap Desy tersenyum kecil.
"Kamu lagi godain aku ya," ucap Very.
"Hehe mana berani, sudahlah ayo kita cari tempat duduk yang nyaman dan mesan menu setelahnya," ucap Desy.
Keduanya pun duduk dekat dengan sungai tempat mereka pesan makanan. Pemandangan indah di sungai itu malam hari sungguh cantik.
"Seperti kamu cantik Desy," ucap Very terceplos.
"Argh, masa' aku cantik, " ucap Desy mulai mengambil kacanya.
"Nona Desy, sudah pakai kosmetiknya kamu cantik cukup untuk aku saja," ucap Very (aduh nie mulut benar-benar tidak dikontrol deh).
__ADS_1
"Hehe, berarti kamu mengakui kalau aku cantik dong," ucap Desy.
"Iyaa kamu cantik Nona Desy," ucap Very.
"Iih buat malu saja," ucap Desy mukanya memerah seperti kepiting rebus.
Pesanan mereka pun sampai, kedua nya tanpa bicara setelah makanan sampai. Sangat menikmati sekali makanannya, apalagi Desy yang tidak pembicaraan apapun setelah menu mereka sampai.
"Argh, syukur banget deh sudah selesai makan deh," ucap Desy.
"Very, kamu ngapain disitu kayak tetanik saja mau dipeluk seseorang dari belakang," ucap Desy tertawa.
Very tidak menghiraukan sama sekali, hingga dering ponselnya berbunyi.
drrrrtttt.... drrrrtttt...
"Yaa Hallo Herlan," ucap Very.
" Tolong pesan kan makanan yang sudah aku lingkari di menunyaaa, Deswey lagi pengen makan, terus kalian kapan pulang nya," ucap Herlan.
"Nanti kita kabari yaa Tuan, saya matikan dulu," ucap Very.
Very pun menutup panggilan tersebut dan menemui Desy.
"Kamu kenapa Desy, ada yang mau tempat duduk ini, di bilang aku sendirian dan mereka akan duduk disini, kita kan belum selesai dengan urusan kita disini," ucap Desy mendengus kesal..
"Baiklah, kita pulang sekarang yaa, tapi mau pesan menu Nona Deswey dulu, Tuan Herlan juga sudah mentransfer makanan kita malam ini," ucap Very.
Very dan Desy pun menuju tempat pembayaran dan setelahnya mereka menunggu untuk mengambil pesanan mereka.
Beberapa menit kemudian..
Pesanan pun sampai mereka pun berjalan menuju parkiran, banyak hal yang dibicarakan oleh keduanya.
"Nona Desy, maaf yaa tadi aku tidak ada tempat untuk melindungi anda," ucap Very meminta maaf.
"Tidak apa-apa?,lagian masa' juga kan dikit-dikit tergantung dengan kamu terus Very, lagian tidak selamanya kamu ada di sampingku," ucap Desy menjelaskan.
Sesampainya di mobil.
Desy benar-benar kekalahan yang luar biasa, sehingga tanpa banyak bicara dia pun langsung terlelap dalam tidurnya. Very hanya tersenyum melihat tingkah Desy tidur. Begiu manis dan cantik bagi dirinya.
"Argh nggak mungkin," ucap Very.
Very pun melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1