
Keduanya pun duduk berdampingan membaca buku yang dibawa oleh Desy. Desy pun paham guratan dikeningnya Very dan berkata ;
"Hey sekretaris kakak ipar ku, kok aku belum tahu namanu dan pekerjaan mu apa saja di kantor," ucap Desy penasaran sambil membolak balikkan buku yang ada di depannya.
Very pun membungkam mulut Desy. Desy pun menggigit telapak tangan Very dan menciumnya. Very melihati gelagapan dan menarik tangan, namun kalah cepat dengan Desy. Tubuh Very pun tertarik ke arah Desy. Jantung keduanya berdegup dengan sangat kencang sehingga keduanya hanya memandang satu sama lain.
Very pun tersadar akan pesona Desy. Dia pun berdiri dan membantu Desy berdiri dan menjawab pertanyaan Dari Desy ;
"Nama ku Very selain sekretaris banyak pekerjaan ku, berbagai apa pun di suruh nyonya Heva dan Tuan Herlan," ucap very merunduk karena malu.
"Kamu kenapa merunduk? apakah aku tidak pantas mendekatimu dan bercanda dengan mu," ucap Desy mendengus kesal.
"Maaf Nona, bukan begitu, saya ditugaskan bersama nona karena ingin melindungi nona setidaknya saya masih bisa menjadi tameng selain pengawal nona diluaran sana," ucap very ketakutan.
"Very kamu tidak perlu takut dengan hal apapun, papa dan mama ku tidak pernah membedakan starta karena keduanya bukan dari orang tua berada, Hanya saja saya dengan kak Deswey bukan tipekal suka bergaul, kami lebih memilih berdekatan dengan anak-anak yang terpinggirkan daripada berkumpul dengan hal yang tidak penting, ehm kami bukan anti sosial sih lebih tepatnya bergaul dengan yang bermutu," ucap Desy.
Very pun tersenyum kecil dengan tingkah nona Desy, baru kali ini dia melihat seorang anak mafia yang memiliki segalanya tidak mau bergaul dengan kalangan mereka.
"Wah pemikiran nona Desy keren," ucap very.
"Arggh... kamu bisa saja very, ohya hobi kamu apa dan suka makanan apa?" ucap Desy sambil membolak balik buku.
"Ehm hobi ku sih hanya menyelesaikan tugas dari Tuan Herlan dan Nyonya Heva, makanan favorit selama tidak buat alergi yaa suka semua," ucap Very.
'Hahahah, sebegitu berartinya keluarga Nyonya Heva bagi mu ya hingga pekerjaan mu sekarang dibilang hobi, adakah sesuatu hal di balik itu aku mau mendengar ceritanya," ucap Desy mendengarkan dengan seksama.
Very benar-benar terpesona dengan Desy Herley hingga tiba-tiba terlontar dari bibirnya ;
"Nona Desy, bagaimana caranya agar aku bisa menjadi kekasihmu meskipun hanya bayangan," ucap very dalam lirih.
__ADS_1
"Aduuh kacau, semoga saja tidak di dengar oleh Nona Desy saya berkata demikian" gumam Very dalam hati.
Desy terkekeh-kekeh mendengar suara lirih Very yang menyatakan perasaan padanya. Hingga Desy menampakkan pesona nya pada Very dan lagi-lagi Very terkesima dengan semua sikap Desy. Desy pun mendekatinya dengan secara intens dan berkata ;
"Wahai sekretaris Nyonya Heva, aku memang tertarik pada mu tapi sekedar tertarik bukan berarti suka yaa, Daan cukup mudah membuat ku suka pada mu, selama kamu membuatku nyaman pasti aku akan suka," ucap Desy menelusuri jari jemarinya dari kening hingga kerongkongan Very.
Melihat hal tindakan yang intens dari Desy, lagi-lagi Very salah tingkah dengan semua sikap Desy. Desy yang melihat hal itu terkekeh-kekeh. Entah sejak kapan dia terakhir bisa tertawa lepas seperti ini. Very pun izin ke toilet karena mau ke kamar mandi. Desy hanya tersenyum kecil melihat tingkah unik Very.
"Apakah very masih perjaka? atau dia tidak pernah menggoda wanita atau dia seorang penyuka sesama jenis, ehm kalau dilihat dari ekspresinya seperti nya dia memang berbeda dengan pria lain yang ku temui," ucap Desy dengan penuh senyuman.
Very yang di toilet keringat dingin karena Desy begitu dekat dengannya. Very laki-laki normal hanya beda karena dia masih perjaka, kelakiannya muncul ketika wanita yang di sukainya berada dekat dengannya. Setelah selesai Very pun kembali ke tempat duduk semula. Very melihat Nona Desy dari jauh benar-benar terpesona dengan Desy meskipun penampilannya sekarang seperti wanita culun, tapi bibirnya yang seksi dagu yang lancip serta rambut tergerai membuat Very makin suka pada Desy.
Desy hanya tersenyum dengan tatapan Very.
"Ehm, apakah dia sudah jatuh cinta pada ku?" ucap Desy.
Very pun mendekati Desy dan berkata ;
"Ada, mari saja ajak kamu makan, lupa kalau kamu juga manusia kirain manja datar," ucap Desy terkekeh-kekeh.
Desy pun meletakkan buku-buku tersebut begitu pun dengan Very meletakkan buku pada tempatnya. Saat Desy meletakkan buku yang di luar jangkauannya dia pun hampir terjatuh dan di tangkap Very dengan cepat. Keduanya pun saling pandang satu sama lain tanpa berkedip. Karena Desy tidak tahan dengan bibir yang sensual baginya.
"Cuuuup...'" bibir keduanya saling bersentuhan secepat itu, Setelah Desy mencium dadakan Very. Very hanya menahan menelan air liurnya.
Bagaimana tidak itu adalah ciuman pertamanya.
"Maafi saya nona Desy, itu ciuman pertamaku maka akan aku buat berkesan," ucap Very menarik Desy dalam pelukanya. Keduanya pun saling bertukar Saliva, hingga makin intens dan menggeliat. Entah apa yang dipikirkan keduanya. Hingga dalam waktu 5 menit ciuman hangat itu pun selesai. Meskipun keduanya malu-malu seolah tidak terjadi apa-apa.
Sensor*
__ADS_1
***
Deswey dan Herlan pun menikmati kebersamaan di pantai di depan villa yang mereka sewa.
"Herlan, makasih yaa sudah mengajak aku di sini, aku benar-benar bahagia setidaknya bisa melepas penat," ucap Deswey menikmati udara sore di pantai yang indah tersebut.
"Iyaa sama-sama, yang penting kamu bahagia istriku," ucap Herlan tersenyum kecil.
"Selain menghilangkan penat, baru kali ini aku menikmati jalan-jalan tanpa harus berhati-hati," ucap Deswey rebahan di atas tempat kursi yang tersedia di depan pantai.
"Iyaa sih, tapi kita juga harus berhati-hati, seperti arah jam 3 sore ada yang mengamati kebersamaan kita," ucap Herlan.
"Waww, sejak kapan kamu mengerti itu semua? apakah papa ku mengajari kamu?" ucap Deswey mengernyitkan keningnya.
Herlan pun tersenyum melihat sikap istrinya dan berkata ;
"iyaa.. papa ngajarin aku segala hal bahkan semua tentang mu, karena papa sudah menganggap aku sebagai menantunya dan pastinya aku tidak akan mengecewakan papa kamu" ucap Herlan.
"Ohw waww, jangan-jangan kamu sudah jatuh cinta sama aku" ucap Deswey.
"Hahaha, mana mungkin lah, kita kan partner saling menguntungkan satu sama lain," ucap Herlan.
"Aah, sudahlah nikmati saja sekarang, karena aku merasa setelah ini kita akan mengalami sesuatu yang sangat ekstrim," ucap Deswey mengatakan firasatnya.
Keduanya pun sangat menikmati bahkan ada canda tawa di sela pembicaraan mereka. Tiba-tiba.
"Dooooor"....
__ADS_1
🍁💐💐💐🍁