
#Setelah membaca jangan lupa like dan comment ya, gift dan vote ya🤭 makasih#
next cerita.
Papa Herlan pun menceritakan semuanya pada tuan Herley.
"Tuan Herley istri anda bermimpi tentang anda, bahkan hingga istri anda ingin melahirkan malam ini masih saja menyebut nama anda, hingga Herlan berpura-pura menjadi anda, jadi yang mendampingi istri anda adalah Herlan," ucap papa Herlan.
"Apa? jadi istri ku mau melahirkan, terus bagaimana kamu tahu aku berada di rumah sakit ini," ucap Tuan Herley penasaran.
"Saya kan banyak anak buah dimana pun, jadi mudah bagi saya mengerahkan anak buah saya, anda adalah keluarga saya jadi sudah kewajiban saya membantu keluarga, saya fokus mengemudi dulu agar segera sampai di rumah sakit," ucap papa Herlan.
Mereka pun terhenti bicara nya, karena yang diinginkan oleh papa Herlan agar segera sampai di rumah sakit. Sebab istri Herlan pasti juga mengkhawatirkan mama mereka yang tidak bisa kesini karena harus menjaga si kembar.
Sesampainya di rumah sakit, tuan Herley langsung menuju rumah sakit dan menanyakan ruangan lahiran atas nama nyonya Geby, setelah tahu tuan Herley pun menuju ke ruangan tersebut.
Ternyata....
"Uweeekkk," teriak bayi tersebut, saat terdengar lagi.
"Uweeekkk.... uweeekkk," suara bayi menggema di ruangan tersebut.
Nyonya Geby menatap sendu anak mereka, Herlan dan nyonya Heva pun menghiburnya.
"Apakah suami ku sudah datang? aku merindukan nya," ucap istrinya dalam tangisan nya diikuti anaknya yang baru lahir.
"Istriku, maaf aku baru datang," ucap tuan Herley membuka pintu.
Nyonya Geby bahagia dan meminta di peluk oleh suaminya. Suasana haru di dalam rumah sakit tersebut. Dokter yang menyaksikan itu hanya sedih dan terharu menyaksikan keduanya saling rindu satu sama lain. Hingga keduanya pingsan.
Dokter pun membawa tuan Herley ke ruang lain, akan tetapi nyonya Heva meminta agar keduanya jangan dipisahkan ruangannya. Dokter pun mengiyakan, mereka pun memeriksa keduanya.
Sedangkan bayi mereka di masukan dulu di inkubator karena perlu oksigen, meskipun saat itu mereka butuh pelukan dari mama mereka. Padahal mama mereka tengah pingsan karena kehabisan cairan.
Nyonya Heva pun memeluk anaknya, suaminya pun datang dengan membawa makanan.
"Istriku, kenapa kamu dengan Herlan?" tanya papa Herlan.
__ADS_1
"Tuan Herley dan nyonya Geby pingsan pa, jadi mereka di periksa dulu, sedangkan bayi nya sementara dimasukan di inkubator sementara," jawab Herlan.
"Herlan, kamu pulang saja ya sayang, di sini ada papa dan mama yang berjaga, istri kamu juga membutuhkan mu, mama dan papa janji akan mengabari kalian, kamu makan lah dulu di sana, atau papa saja yang mengantar kamu pulang," ucap nyonya Heva.
"Baik ma, aku pulang dulu, nanti kabari ya ma," ucap Herlan pergi meninggalkan keduanya.
Nyonya Heva pun di peluk oleh suaminya, mereka pun memakan makanan yang dibelikan oleh suaminya.
"Sayang, apakah Herlan menyupir sendiri?" tanya suaminya.
"Nggak sayang, tadi dia bilang ada sopir pribadi yang menunggu nya di mobil," ucap nyonya Heva.
"Syukurlah sayang kalau begitu," ucap suaminya.
Keduanya pun bersantai di depan ruangan tuan Herley dan nyonya Heva, mereka menunggu dokter keluar atas kabar dari keduanya.
Herlan pun sampai di rumah dengan tertunduk lesu, tiba nya di depan pintu dan di buka oleh Very. Herlan langsung jatuh pingsan. Very pun membawa Herlan ke ruang tamu, dan mengambil balsem.
Saat Deswey turun, dia terkejut melihat suaminya pingsan dan bertanya pada Very.
"Very, apa yang terjadi pada suamiku?" ucap Deswey bertanya.
"Biar saya saja yang mengurus suamiku, makasih ya Very," ucap Deswey mengoles balsem pada tekuk suaminya.
"Iya Deswey, saya akan mengambil makanan yang bisa dimakan oleh Herlan nantinya," ucap Very menuju dapur.
"Terima kasih Very," ucap Deswey sambil mengurus suaminya.
"Baik, tunggu ya Deswey," ucap Very sambil menyiapkan makanan serta buah dan minuman buat Herlan.
Setelah selesai Very pun meletakkan di atas meja. Sesaat setelah itu Very pun bangun dan diberikan segelas air hangat. Herlan pun meminum nya dengan perlahan.
"Istriku, mama kamu sudah lahiran dan anaknya juga kembar lelaki dan perempuan, terus juga tadi papa mu datang melihat jadi yang menjaga mereka saat ini adalah papa dan mama ku tapi...," ucap Herlan tercegat dan meminta kembali.
Deswey pun memberikan minum kepada suaminya.
"Sayang, kalau kamu perlu istirahat tidak apa-apa, yang penting ada mama Heva dan papa yang menjaga orang tua ku, jadi kamu istirahat dulu ya," ucap Deswey bilang ke suaminya.
__ADS_1
"Baik," ucap Herlan mengangguk.
"Very, bantu saya bolong Herlan ke kamar ya," ucap Deswey pada Very.
Very pun langsung siap membopong Herlan ke kamar mereka. Setelah itu Herlan pun benar tertidur. Very pun pamit menuju kamarnya dan Deswey membereskan di meja tamu tadi dan ke dapur.
Saat Very ingin masuk ke kamar mereka, dia mendengar Deswey tengah menangis. Hingga dia bicara pada istrinya yang sudah menidurkan anaknya.
"Sayang, si kembar sudah bobok kan," ucap Very bertanya.
"Iya sayang, bagaimana kondisi Kak Herlan sekarang?" ucap Desy bertanya.
"Herlan seperti nya perlu istirahat, jadi tadi dia hampir pingsan ketika masuk ke rumah, dan sekarang dia istirahat di kamar mereka, dan tentang mama Geby sudah lahiran kembar juga, dan papa menjenguk akan tetapi perlu perawatan juga, jadi saat ini yang menjaga nyonya Heva dan suami," ucap Very panjang lebar.
"Terus kenapa muka kamu masih di tekuk sayang," tanya Desy heran.
"Sekarang temani Deswey di dapur, Kakak mu sedang menangis sepertinya, hibur lah dia aku akan menjaga anak kita," ucap Very pada istrinya.
"Baik sayang, aku ke dapur dulu ya, makasih sayang," ucap Desy mencium kening suaminya.
Very hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang sudah mulai romantis pada dirinya. Desy pun menuju dapur, dan benar saja Deswey tengah menangis tanpa suara.
Ketika sampai di dapur, Deswey melihat adiknya dan langsung dipeluk nya dengan tangisannya. Desy pun ikut menangis, keduanya menangis dalam pelukan yang sangat mendalam.
Tiada suara dalam tangisan tersebut, akan tetapi bermakna kan sebuah kesakitan yang dirasakan oleh keduanya. Hingga Deswey pun mencuci muka nya sampai bersih begitupun dengan Desy, keduanya saling siram dan tersenyum satu sama lain.
Hingga bibi yang biasa menyiapkan mereka makanan pun terkejut dapur berantakan.
"Ehh bibi, maaf dapur bibi jadi berantakan kita bantuin ya," ucap Desy dan Deswey sambil tersenyum.
"Nggak perlu nona Desy dan Deswey, biar bibi saja, kalian bersantai lah sejenak, nanti bibi buatkan makanan favorit kalian," ucap bibi sambil tersenyum.
"Terima kasih bibi," ucap Keduanya dengan senyuman manisnya.
Bibi tahu betul keduanya menahan rasa sedih dengan senyuman, sehingga dia hanya bisa menghibur mereka dengan makanan. Bagi nya keluarga ini seperti keluarga keduanya yang tidak memandang strata.
🍁🍁🍁
__ADS_1
like dan comment ya🤭