
Very pun kembali ke kamarnya, entah kenapa pikirannya ke Desy terus hingga dia pun terlelap dalam tidurnya.
Desy di kamar nya sendiri pun bingung dengan ucapannya barusan. Namun, digubrisnya dan kembali tidurnya.
Herlan dan Deswey pun sudah tiba di Mension mereka. Terlihat lelah dari wajah Deswey karena perjamuan dengan klien suaminya menguras energi yang luar biasa.
"Herlan, aku minta maaf langsung ke kamar duluan, hanya bantu bawa pakaian yang dibeli tadi," ucap Deswey dengan langkah yang gontai dan kantuk yang berat.
"Baiklah istriku tidurlah," ucap Herlan mengambil beberapa barang di bagasi.
Deswey pun memasuki kamar dan membersihkan badan di dalam kamar mandi. Karena ngantuknya sangat berat tanpa diingatnya Deswey tidur hanya memakai handuk saja.
Herlan pun memasuki kamarnya, dia terkejut dengan istrinya yang hanya memakai handuk saja. Herlan pun mendekati istrinya dan menutup dengan selimut. Setelah itu Herlan pun membersihkan tubuhnya lalu dia pun mengganti pakaiannya dengan baju tidur. Herlan pun tidur di atas selimut tersebut agar Deswey tidak salah sangka dengan dirinya.
Pagi pun tiba.
Desy menyiapkan sarapan buat mereka.
Saat Desy selesai menyajikan sarapan buat mereka semua, dan Very mendekati meja makan. Suara teriakan datang dari kamar Deswey.
"Aaaaaaahhhhh," teriak Deswey.
Very hendak bergegas ke kamar Tuan Herlan, namun ditahan Desy agar tidak ikut campur urusan rumah tangga mereka.
"Very, kamu di sini yaa biarin Kak Deswey teriak lagian ada suaminya juga," ucap Desy berbicara dengan sinis.
"Baiklah...," ucap Very membantu Desy.
Herlan pun membuka matanya dan mengucek matanya.
"Ada apa istriku?, hampir tiap pagi kamu teriak, kali ini ada apa lagi?" ucap Herlan sambil memandang istrinya.
Deswey langsung menutup tubuhnya dengan selimut.
"Kenapa aku telan**** sedangkan kamu pakaiannya utuh?, kamu ngapain aku Herlan?" ucap Deswey menyalahkan suaminya.
Herlan pun berdiri dan berjalan menuju di samping tempat tidur Deswey dan mengambil handuk yang terjatuh di lantai.
"Ini handuk kamu, mungkin semalam habis mandi kamu langsung tidur dan aku menutup mu dengan selimut, ingat yaa istriku aku nggak bakal memakanmu jika kamu tidak menginginkan nya, jadi ingat jangan salahi aku terus atas kesalahanmu, sekarang pakailah handuknya dan segera mandi sana, tenang saja aku mandi di kamar sebelahnya saja," ucap Herlan beranjak mengambil handuk serta pakaian yang akan dipakainya hari ini.
__ADS_1
"Ehm Herlan, maafi aku yaa," ucap Deswey dengan muka penyesalan.
"Iyaa nggak apa-apa, asal diganti di cium di pipi saja," ucap Herlan menggoda istrinya.
Deswey pun melempar guling ke arah suaminya.
"Wuuuh nggak kena," ucap Herlan sambil menjulurkan lidahnya dan keluar dari kamar tersebut.
Deswey malu-malu dengan sikapnya yang selalu menyalahkan Herlan.
[Apakah Herlan laki-laki polos?, sebaik itu kah dia pada diriku atau dia masih mengingat mantannya, argh sudahlah pernikahan kami juga hanya kontrak saja] gumam Deswey beranjak ke kamar mandi.
Deswey pun segera mandi, berpakaian dan menuju ke ruangan makan. Herlan, Desy dan Very sudah berada disana, datang lah Deswey tanpa dosa duduk dan makan.
"Idiiih, kakak nggak doa lagi yaa, duduk langsung makan," ucap Desy cerewet.
"Iyaa adikku tersayang, aku doa nie," ucap Deswey berdoa.
Mereka pun makan bersama, Herlan selesai lebih dulu karena dia harus mengangkat telpon dari klien lainnya.
"Yaa Baiklah, berarti kalau begitu saya akan bersama dengan istri saya, tapi perlu waktu kesana, estimasi waktu 2 jam lebih kurang," ucap Herlan.
"Oke siap Tuan Herlan kami tinggu di sini yaa," ucap Klien Herlan.
"Istriku hari ini kita kembali menemui klien lagi yaa, temani aku sayang karena Istri nya juga ikut hihi," ucap Herlan sambil tersenyum kecil.
"Baiklah, aku akan siap-siap dulu kalau begitu," ucap Deswey melangkah kakinya ke kamar.
"Kalau saya tugasnya apa Tuan," ucap Very bertanya.
"Tugas kamu berjalan-jalan lah dengan Desy, karena kebahagiaan istriku terletak pada kebahagian nya" ucap Herlan menjelaskan.
"Horee jalan...jalan lagi, makasih Kakak Ipar, nanti beliin oleh-oleh yaa," ucap Desy bahagia.
"Ooke gampang itu," ucap Herlan sambil melihat istrinya yang keluar dari kamar mereka.
Deswey pun menuju suaminya, dan berkata :
"Kamu, kenapa sayang terperangah begitu," ucap Deswey menggoyangkan tangannya di depan wajah suaminya.
__ADS_1
Herlan pun tersadar.
"Oh baik sayang, mari kita berangkat sekarang," ucap Herlan Menggandeng tangan istrinya.
Deswey pun melambaikan tangan ke adiknya dan Very bahwa mereka akan pergi.
"Kak Deswey jangan lupa oleh-oleh yaa buat adikmu yang paling cantik ini," ucap Desy tersenyum kecil.
"Oke adikku tersayang," ucap Deswey memberi kode dengan jarinya.
Deswey dan Herlan pun pergi dari Mension mereka. Very dan Desy mencuci piring dan membersihkan meja makan tersebut.
"Desy, aku memanaskan mesin mobil dulu yaa," ucap Very beranjak dari tempat tidurnya.
"Ehm nanti saja Very, kita istirahat dulu pagi ini. Kita keluar jam 13.00 saja okey, kamu bisa istirahat saja dulu, lagian kan semalam kita sudah pulang larut malam," ucap Desy membersihkan piring tersebut.
"Tidak apa-apa Nona Desy, meskipun nanti siang juga mesinnya juga akan dipanaskan juga kan," ucap Very beranjak pergi.
"Ehm baiklah deh, terserah kamu saja, aku sudah bilang kita berangkatnya siang nanti okey," ucap Desy melangkah ke kamarnya karena sudah mencuci piringnya.
Very pun tetap melangkah ke bagasi untuk menghidupkan mesin mobil tersebut. Desy pun hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah Very.
[Ehm, dasar cowok datar, sudah di bilang nanti saja menghidupkan mesin mobilnya tapi tetap saja dilakukan, dasar cowok datar iih] gumam Desy bergumam dalam kamar.
Desy pun menikmati dirinya dengan mendengarkan musik dan sambil melihat sosial media.
[Wah, bagus nie tempat aku nggak pernah kesini, kayak ke sini saja deh nantinya, Very harus mau pokoknya, awas saja kalau dia tidak mau] gumam Desy.
Setelah Very menyelesaikan mesin mobilnya dia pun mencuci mobil tersebut agar terlihat bersih.
Desy melihat hal itu dari jendela kamarnya.
[Ya ampun, Very nie benar-benar pekerja keras yaa, sudah di bilang istirahat saja, malah nyuci mobil, ehm kayaknya harus mendatanginya dan memberi minuman serta makanan buatnya] gumam Desy melangkah keluar dari kamarnya.
Desy pun mengambil cake dan teh hangat yang dibuatnya.
"Hay Very, kami sungguh rajin yaa tadi aku menyuruh mu buat istirahat tapi malah menyuci mobil, nanti Kak Deswey bilangnya aku otoriter lagi dengan kamu, padahal aku nggak pernah memaksan," ucap Desy sambil meletakkan cake dan minuman tersebut.
"Terima kasih Nona Desy, sudah membawakan makanan buat saya," ucap Very melihat makanan yang dibawa oleh Desy.
__ADS_1
"Oke sama-sama, pokoknya sudah menyuci mobilnya kamu istirahatlah, karena ada tempat yang mau aku kunjungi," ucap Desy meninggalkan Very begitu saja.
🍁💐💐💐🍁