
#,Biasakan setelah membaca like dan comment ya terima kasih 🤭
#Next
Keluarga Olivia alias dari keluarga mama nya, lama-lama makin hancur saja. Mama Olivia sudah kembali sembuh dengan bantuan dana dari papa.
Meskipun mama mencari tahu hal itu, dia tidak akan bisa karena rekening yang di pakai pun pakai bodyguard baru papa nya Olivia. Sehingga jika mama nya mencari tahu tidak akan kedapatan sama sekali.
Hingga suatu hari terjadi sesuatu dengan mama Olivia, yaitu terjadi sebuah kecelakaan akibat menyelamatkan adiknya. Setelah di bawa ke rumah tidak dapat di tolong kembali.
Dan mayat mama nya Olivia pun di bawa ke rumah tersebut. Mendengar kabar tersebut papa Olivia makin sedih, Tante Siska yang mengetahui masa lalu papa pun hanya bisa menghiburnya nya.
Papa Olivia yang tidak bisa datang hanya bersedih saja, sedangkan Tante Siska tidak bisa berlama karena memiliki urusan. Papa Olivia ingin menyendiri sehingga dia bisa menenangkan dirinya.
Siska pun mengabulkan, dia pun pamit pergi karena ada hal yang mendesak. Sehingga Papa Olivia bisa sadar diri bahwa dia sekarang sudah di anggap meninggal oleh keluarga nya sendiri.
Papa Olivia hanya merenungkan dirinya, sedangkan Olivia hanya fokus mengamati papa nya saja. Sebab Papa Olivia tidak ingin di ganggu. Hal yang sama di lakukan oleh Gery yang hanya bisa menemani papa Olivia tanpa bicara.
Sebab Papa Olivia hanya butuh orang di samping nya, agar dia tidak berpikir yang tidak-tidak. Hal itu mereka lakukan untuk mengurangi depresi papa nya.
Walau tidak ada cinta lagi di antara papa Olivia dan mama nya, papa Olivia masih menganggap baik istrinya karena sudah melahirkan Olivia meskipun ujungnya istrinya tidak menyukai Olivia.
Waktu berjalan lebih cepat dari biasanya, papa Olivia sudah seminggu tidak komunikasi dengan Siska, dikarenakan kesibukan Siska dan juga Papa Olivia masih ingin merenungkan dirinya.
Olivia yang melihat hal itu menyapa papa nya dan mencoba berbicara dengan papa nya, padahal Gery kemarin sudah menemani papa nya ke pemakaman istrinya. Sehingga hal itu bisa menjadi obat pelipur lara.
"Papa, bisa kah untuk sekarang fokus pada kesehatan papa, mama sudah tidak ada lagi, jadi sekarang papa fokus dengan kesehatan papa juga, aku tidak mau sampai papa sakit, aku sama Kak Gery menyayangi papa," ucap Olivia mencoba menghibur papa nya.
Papa Olivia hanya meneteskan air mata ketika mengingat istrinya. Papa Olivia berusaha untuk bangkit dan bersemangat lagi. Olivia merasa bahagia karena papa nya sudah kembali bersemangat dan mau makan kembali.
__ADS_1
Di tempat berbeda.
Si kembar Joe dan Jihan belajar banyak cara merangkak bahkan keduanya bisa langsung duduk dengan merangkak. Hal itu membuat Deswey dan Herlan merasa bahagia melihat kedua anaknya yang sangat aktif.
Hingga Herlan pun mengendong Joe dan berkata pada anaknya.
"Joe, kalau nanti sudah besar, bahagia kan papa dan mama kamu ya, selalu semangat papa dan mama aku selalu mendukung mu," ucap Herlan pada anaknya.
Jawaban Joe hanya tersenyum dan tertawa melihat tingkah papa nya yang berbicara dengan nya. Setelah itu Herlan pun mengendong Jihan.
"Nah untuk anak papa Jihan, kamu pasti akan lebih cerdas dari mama mu, dan lebih tangguh dari mama mu, bahkan papa berkeyakinan kamu bakal jadi orang penting nantinya," ucap Herlan pada Jihan anaknya.
Jihan pun membalas nya dengan tersenyum dan gelak tawa.
Deswey yang mendengar suaminya berbicara dengan anak-anaknya hanya menggelengkan kepala saja dengan sikap suaminya. Setelah usai bermain, si kembar pun di beri makan oleh Deswey, setelah itu keduanya tertidur karena memang jadwal mereka tidur.
Karena sudah malam, Deswey dan Herlan kembali ke tempat tidur, dan menelpon perawat bayi mereka untuk menjaga si kembar.
"Sayang, kamu memang jadi ayah yang luar biasa ya, anak belum besar berkata tentang hal dewasa," ucap Deswey sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Sayang, aku itu ingin menjalin komunikasi dengan si kembar, kan selama ini kalau malam sibuk dengan pulang malam dan dokumen, kali ini ke depannya, keduanya prioritas ku setelah kamu, jadi aku mau menjalin kedekatan dengan mereka, lagian aku cemburu si kembar lebih dekat dengan kamu sayang," ucap Herlan cemburu dan mulai merebahkan tubuhnya di ranjang.
Deswey pun merapatkan tubuhnya ke samping suaminya dan memeluk suaminya serta berkata.
"Suami ku Herlan, aku bangga dengan apapun yang kamu lakukan, di saat kamu sibuk dan aku tidak sibuk keduanya, aku perkenalkan tentang papa nya, bahkan aku berbicara tentang kisah pernikahan kita yang berawal kontrak, kamu mau tahu nggak respon anak kita," tanya Deswey pada suaminya.
"Apa sayang respon anak kita?" ucap Herlan penasaran.
"Keduanya sangat penasaran, bahkan keduanya merebahkan kepalanya di dekat ku saat itu kita tengah tiduran di lantai, keduanya sangat nyaman mendengar kisah orang tuanya, bahkan mereka tersenyum dan bahagia mendengar kisah itu," ucap Deswey mengenang hari itu.
__ADS_1
"Jadi sayang kamu memperlihatkan hal itu dengan foto atau hanya cerita saja," tanya Herlan makin penasaran.
"Dengan foto dan cerita dong sayang, keduanya malah ingin selalu mendengar kisah kita, jadi sesekali aku dengarkan suara kamu dan memperlihatkan video saat kamu mengendong mereka, mereka antusias malah sangat bahagia melihat video tersebut," ucap Deswey mengenang kisah itu.
"Benar kah sayang, ehm aku ketinggalan informasi terkini dong dari kalian, karena aku sangat sibuk beberapa bulan," ucap Herlan cemberut karena sikapnya yang tidak ada buat keluarga nya.
Deswey pun mencium kening suaminya, suaminya pun membalas mencium kening istrinya.
"Terima kasih ya sayang, selalu ada buat aku dan anak-anak, kamu pasti sangat sibuk mengurus semuanya, karena mama beberapa bulan ini harus tinggal dengan papa," ucap Herlan menjelaskan.
"Nggak apa-apa sayang, lagian kerjaan kantor ku di kerjakan di rumah juga bisa, jadi bisa bersama si kembar," ucap Deswey tersenyum pada suaminya.
Keduanya pun langsung tertidur setelah bercerita banyak hal.
Di tempat yang sama, dua baby sister yang merawat si bayi pun berkata.
"Santi, tuan rumah ini memang sangat lah baik ya, tugas kita nggak terlalu berat bahkan Jihan dan Joe anak-anak yang sangatlah penurut, hanya sesekali saja keduanya menangis jika merasa risih dengan kotorannya yang sudah banyak atau mereka lapar, selebihnya mereka anteng," ucap Dina berbicara dengan pelan.
"Iya Dina, selama gue kerja jadi baby sister ya, hanya nyonya Deswey dan tuan Herlan yang baik banget, bahkan kita memiliki waktu tidur dan mereka bersama si bayi, mana juga gaji nya lumayan kan, semua falisitas kita dapat, WiFi dan juga makanan enak,," ucap Santi sambil tertawa.
"Ayo kita tidur, besok si kembar harus mandi setidaknya kita mempersiapkan perlengkapan mandi si kembar," ucap Dina.
"Oke, mari kita tidur," ucap Santi.
Kedua baby sister itu pun tertidur setelah pembicaraan mereka.
🍁🍁🍁
Bersambung 🍁
__ADS_1
Like dan comment ya🤭