
Pagi pun menjelang.
Nyonya Heva serta yang lainnya pun bersiap untuk sarapan bersama. Setelah setengah jam sarapan mereka pun kembali beraktifitas masing-masing.
Very pun meminta izin pada istrinya untuk kembali kerja begitu dengan Herlan dan nyonya Heva. Mereka pun pergi ke kantor bersamaan.
Desy dan Deswey pun berbicara berdua, keduanya sedang membaca buku, saat keduanya tengah asyik membaca buku, dering ponsel datang dari Deswey.
Deswey pun mengangkatnya.
📞"Iya Halo, ini siapa?" ucap Deswey bertanya karena tidak mengetahui nomor ponsel tersebut.
📞"Nona Deswey, saya asisten nya tuan Deswey mengatakan bahwa kami sekarang sudah berada di luar rumah, nona bisa ke alamat yang saya kirim, jangan lupa mengajak nona Desy juga, itu saja ya nona Deswey saya tutup lagi," ucap asisten papa nya.
Deswey pun merespon cepat, dia pun menarik adiknya, untuk segera mengambil tas menuju ke rumah yang di tuju.
"Kak, kita mau kemana?" ucap Desy bertanya.
"Kita ke rumah papa dan mama, dari suaranya tadi sepertinya itu memang asisten papa," ucap Deswey mengajak adiknya naik ke mobil.
"Kak, emang itu yakin papa dan mama, aku takut itu orang yang mengaku sebagai asisten papa," ucap Desy menaruh curiga.
"Ehm, kamu benar juga ya, bisa saja mau menangkap kita berdua, kan papa sudah bilang kalau nggak 3 hari atau seminggu lamanya, ini saja baru 2 hari," ucap Deswey mulai berpikir.
"Nah gitu kak, maksudku kita kembali beraktifitas ya, dan doain saja papa dan mama, baik-baik saja dan segera kita bisa bertemu dengan papa dan mama, karena aku sangat merindukan mereka berdua," ucap Desy matanya berbinar-binar akan kecerewetan mama nya ketika mengomel.
Deswey pun memberikan tisu kepada adiknya, yang mulai menangis nya, Deswey pun memeluk adiknya dengan perlahan dan lembut.
Keduanya pun menyiram tanaman milik nyonya Heva, karena mereka meminta pekerjaan menyiram tanaman, keduanya pun kembali bermain seperti anak-anak, menyiram ke badan satu sama lain, setelah itu keduanya malah ke kolam berenang untuk membersihkan tubuh mereka.
Dering ponsel Desy pun yang berdering kali ini, Desy pun mengangkat ponsel tersebut.
📞"Sayang, kalian dimana? kenapa di kamar kamu sama Kak Deswey nggak ada," ucap Very khawatir.
📞"Aku dengan kakak sedang berada di kolam samping," ucap Desy mengatakan.
Herlan dan Very pun segera menuju ke kolam, untungnya Herlan ke arah samping, sehingga dia tidak melihat tubuh adik iparnya, bagi nya tabu melihat tubuh wanita lain selain istrinya.
__ADS_1
Very pun memakai kan handuk ke istrinya dan mengajak nya ke ke kamar. Sedangkan Herlan melihat istrinya tengah bersantai di dalam kolam.
Herlan menatap istrinya dengan lekat.
[Ya ampun baru kali ini melihatnya sesantai itu] gumam Herlan.
Deswey pun berenang, tapi dia sadar saat menatap ke permukaan di depannya ada suaminya.
"Sayang, sejak kapan kamu disini," ucap Deswey bertanya.
"Sejak sekarang, hayoo kembali ke kamar mandi, tadi adikmu sudah di bawa suaminya ke kamar mandi dan juga aku tidak melihat tubuh adikmu, jadi kamu jangan cemburu," ucap Herlan menjelaskan.
"Haha, sejak kapan kamu jadi banyak bicara begini? kan aku belum bertanya suami ku, hahah, kamu memang lucu deh, tau saja yang sudah aku pikirkan, sebentar lagi ya, aku berenang dulu," ucap Deswey berenang, sudah sangat lama Deswey tidak menikmati mandi di kolam berenang, selain sibuk dia juga tidak memiliki waktu.
"Sejak aku mulai mencintaimu Istriku, bawel mu, cara mu bicara, cara mu negoisasi, cara mu menghadapi orang lain, semua tentang mu aku suka sayang," ucap Herlan menjawab istrinya.
"Ehm, kalau begitu baru dong," ucap Deswey menjawab.
"Kan kita menikah juga awalnya nikah alasan kontrak sayang, sekarang kan sudah nggak lagi, kita berdua saling mencintai satu sama lain," ucap Herlan menjawab.
"Oke sayang, sekali putaran lagi ya setelah ini aku naik ke atas langsung ke kamar mandi," ucap Deswey berenang sekali lagi.
"Suamiku, tidak ada yang melihat tubuhku, dan juga Very dan Desy masih di kamar mereka, jadi nggak mungkin keluar kan," ucap Deswey agar suaminya tidak khawatir tubuh istrinya di ekspos orang lain.
"Iya baiklah, aku nggak mau saja, orang lain melihat kulit kamu putih halus," ucap Herlan menampakkan wajah cemberutnya.
"Haha, ya ampun suamiku cemberut ganteng juga yaa ternyata," ucap Deswey mencubit pipi suaminya.
Herlan hanya malu-malu dengan sikap istrinya yang mencubit pipinya.
"Sayang, kenapa pipi ku di cubit sih? kan pipi ku nggak tembem sayang," ucap Herlan memegang pipinya yang tyrus.
"Haha, biarin argh, sekali-kali juga aku pegang pipi mu😜," ucap Deswey dengan muka gemesnya.
"Ih awas ya sayang, kalau kamu aku tangkap, jangan menyesal nantinya loe sayang," ucap Herlan mengenal istrinya yang sudah masuk kamar mandi.
Akhirnya Deswey sampai juga di kamar mandi, setelah selesai di kamar mandi Deswey pun keluar dengan hanya mengenakan handuk, sedangkan Herlan sedang duduk santai ujung kasur.
__ADS_1
Deswey mengganti pakaian dan dipilihkan oleh nya, akan tetapi Herlan memeluk istrinya dari belakang.
"Sayang, boleh yaa, aku pengen sayaang," ucap Herlan berbisik pada telinga istrinya.
"Iya sayang boleh," ucap Deswey.
Mendapatkan lampu hijau dari istrinya, Herlan menyerang istrinya dengan sangat lembut, hingga terkadang Deswey harus menghirup udara segar atas serangan brutal yang dilakukan suaminya.
...Sensor...
...Sensor...
Di waktu yang bersamaan, hal yang sama terjadi pada Desy dan Very, akan tetapi hal ini lucu bagi keduanya.
"Pelan-pelan sayang," ucap Desy dengan suara *******.
"Iya sayang, aku pelan-pelan, keluarkan saja suara indah mu," ucap Very mencari lubang kenikmatan tersebut.
"Suara indah gimana sayang?" ucap Desy bertanya-tanya.
"Haha, ya ampun istriku kamu sungguh polos sekali sih, kita sedang menikmati penyatuan malah kamu bertindak polos," ucap Very tersenyum.
Keduanya pun melakukan dengan menikmati berbagai kekonyolan yang di bawa oleh Desy, Very hanya tertawa melihat tingkah istri nya.
...Sensor...
......Sensor......
Nyonya Geby dan tuan Herley menikmati hari-hari mereka dengan makan bersama, akan tetapi nyonya Geby mengkhawatirkan sesuatu, sehingga dia menghubungi anak buah suaminya untuk mengantarkan surat kepada anak-anaknya.
"Sayang, kamu sedang mengkhawatirkan apa sih? kok wajah kamu tidak biasanya sih," ucap tuan Herley khawatir dengan istrinya.
"Sedang mengkhawatirkan anak-anak kita, aku punya firasat buruk saja tentang mereka, semoga surat nya sampai dengan segera," ucap nyonya Geby.
Surat tersebut sudah tiba di tangan Herlan, sehingga keduanya segera pulang untuk menceritakan kepada istri mereka. Dan untungnya mereka tidak jadi berangkat, karena Desy memiliki firasat buruk.
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Penasaran, like dan comment ya☺️