Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 86


__ADS_3

Desy pun membujuk suaminya untuk memberinya izin kembali ke rumah sakit, karena nyonya Heva dan Kak Deswey sudah sadar.


"Suamiku, ayo kita ke rumah sakit yaak, aku janji akan selalu mematuhi peraturan mu," ucap Desy memberi tanda janji pada suaminya.


"Baiklah kita pergi sekarang, kamu bersiap-siaplah sayang, akan tetapi jalannya pelan saja, kamu tengah hamil sekarang, besok ke kampus juga hati-hati jaga diri, aku tidak mau kamu dan anak kita kenapa-kenapa?" ucap Very mulai cerewet.


Desy pun membereskan keperluannya, setelah selesai dia pun masuk ke dalam mobil. Very memperlakukan istrinya bagai seorang ratu, bahkan Desy sangat beruntung mendapatkan perlakuan dari suaminya, hingga ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan pada suaminya.


"Sayang, boleh nggak aku bertanya," ucap Desy bertanya dalam posisi rebahan.


"Boleh sayang, kamu tanya apa?" ucap Very sambil fokus mengemudi.


"Ehm, sayang aku nanya nie, jika nanti aku melahirkan anak kita, nah kata dokter pilih salah satunya, kamu pilih aku atau anak kita," ucap Desy bertanya sambil menunggu jawaban suaminya.


Very sejenak diam, karena sedang fokus di depannya sedang ada Kecelakaan. Very pun turun sebentar, dan meminta istrinya untuk tetap di dalam mobil.


Very pun mengamati sementara, setelah itu dia pun masuk ke dalam mobil, dan mendapati Desy terlalu dalam tidurnya.


Very pun mencium kening istrinya, sepertinya dia sedang kelelahan kayaknya aku harus mengirim pesan pada Herlan bahwa kami datang terlambat, Very pun sengaja memperlambat jalan mereka atau berputar beberapa kali, hingga Desy pun terbangun dan mereka cukup lama diparkiran tersebut.


Desy pun mengucek matanya, dia pun terkejut mendapati suaminya tertidur juga di dalam mobil.


"Suamiku, hayoo kita keluar dari mobil," ucap Desy memegang pundak suaminya.


Very pun terbangun dari tidurnya, dia pun mengucek matanya dan mencoba membuka matanya.


"Baiklah sayang, tunggu sebentar ya aku cuci muka sebentar," ucap Very menyiram air ke mukanya.


Tanpa komando Desy mencium pipi suaminya, Very hanya tersenyum dengan tingkah istrinya.


Desy dan Very pun menuju ruangan Deswey terlebih dahulu, setelah selesai Meraka pun ke tempat nyonya Heva dengan di temani Kak Deswey dan nyonya Geby.


Deswey pun memeluk mertuanya dengan kehangatan, begitupun Desy dan nyonya Geby menginginkan pelukan bersama. Very dan Herlan melihat hal itu hanya terbaru.


Hingga kesedihan pun buyar dengan kedatangan tuan Herley.

__ADS_1


"Hay semuanya, mari kita nikmati pesta makan siang sekarang, karena semuanya sudah sehat kembali, dan saya sudah konsultasi apa yang bisa di makan wanita hamil serta nyonya Heva yang terbaring jadi semuanya aman," ucap Tuan Herley kepada mereka semua.


Mereka pun menikmati makanan tersebut dengan penuh kebahagiaan. Tuan Herley bahagia melihat keluarga besarnya bahagia, akan tetapi ada sesuatu yang di pendam oleh tuan Herley selama ini, bahwa dia memiliki sebuah penyakit yang mematikan.


Meskipun dia sudah melakukan pengobatan secara diam-diam akan tetapi untuk penyembuhannya masih memerlukan waktu, dan hal itu tanpa di ketahui oleh istri dan anak-anaknya.


Herlan pun menatap istrinya dengan cermat, dia tersenyum bahagia melihat istrinya kembali sehat, rasanya ada yang berbeda jika tidak melihat senyuman dan cerewetan istrinya, baginya itu makanan yang selalu dinikmati nya sehari-hari.


Begitupun dengan Very yang memandang Desy dengan bahagia, meskipun Desy manja luar biasa dan keras kepala, akan tetapi perlahan perilakunya berubah dengan baik. Walaupun harus cukup keras menghadapi nya.


Di tempat berbeda.


Sore pun menjelang, Olivia dan Gery masih sibuk di kantor, para karyawan pun pulang bergantian. Hingga papa mereka menegur keduanya.


"Olivia dan Herlan, jangan terus di forsir kan masih ada hari esok, nanti kalian sakit," ucap papa Olivia.


"Oke pa, kita aman kok, lagian apartemen kota di samping kantor," ucap keduanya


"Baiklah yang penting kalian berdua jaga kesehatan ya," ucap papa Olivia.


Papa Olivia pun pergi meninggalkan keduanya, Olivia dan Gery memang menyelesaikan tugas mereka dengan profesional. Karena mereka berdua berencana tidur berduaan, dan besok pagi nya bisa santai ke kantor karena persiapan sudah dilakukan.


Olivia dan Gery kembali ke apartemennya masing-masing, hingga keduanya telponan ketika tiba di apartemen masing-masing.


📞"Sayang, kita mandi dulu ya, baru tidur bareng," ucap Gery berkata pada Olivia


📞"Oke deh, aku juga sangat lelah, hanya butuh pelukan dari kamu saja sayang," ucap Olivia.


📞"Oke sayang, sampai ketemu kembali ya sayang," ucap Very mematikan panggilan tersebut.


Mereka berdua pun bergegas ke kamar mandi, setelah selesai mereka kembali telponan.


📞"Sayang, aku lapar, kamu telpon delivery nya agar kita makan bersama-sama saja," ucap Olivia dengan manja.


📞"Kamu mau pesan apa sayang? nanti langsung aku telpon saja," ucap Gery bertanya.

__ADS_1


📞"Sayang, kita makannya berdua saja ya, karena aku nggak habisan nanti mubadzir saja nantinya, masalah makanan selam tidak membuatku alergi saja," ucap Olivia menjelaskan.


📞"Oke sayang, jadi kamu mau ke sini kah sekarang," ucap Gery bertanya.


📞"Iya sayang tunggu sekitar 15 menit lagi aku ke apartemen mu," ucap Olivia.


📞"Oke sayang aku tunggu," ucap Gery mematikan panggilan telpon nya.


Olivia pun bersiap untuk ke apartemen kakaknya. Setelah selesai dia pun ke apartemen Gery. Gery pun membuka pintu apartemen.


"Ya ampun Olivia, kamu memakai pakaian apa sih? pendek banget sayang," ucap Gery mengambil mantelnya.


"Ih sayang, aku nggak mau memakai mantel lagian aku yakin kok, kamu tidak mungkin berbuat macam-macam dengan aku," ucap Olivia duduk di kursi tamu.


Gery pun hanya terdiam saja tanpa bicara apapun, karena Olivia termasuk keras kepala, hingga baginya males untuk berdebat dengan Olivia, dan Gery lebih memilih mengalah dan diam saja.


Olivia pun tiba di apartemen nya Gery, Olivia pun langsung memeluk dan mencium Gery, Gery yang mendapatkan ciuman mendadak hampir saja tidak bernafas hingga suara bel apartemen Gery pun berbunyi.


"Sayang, aku buka dulu ya, kamu masuk ke kamar, aku nggak mau tubuh mu dilihat orang lain," ucap Gery menunjuk Olivia dengan tegas.


Gery pun membuka pintu apartemennya, ternyata delivery makanan yang datang lebih dulu, sehingga Gery pun menyajikan makanan mereka di atas meja.


"Olivia keluar lah dari kamar, ayo kita makan," ucap Gery teriak.


"Oke aku datang, wah makanannya enak semua," ucap Olivia melihat makanan tersebut.


Akan tetapi malah Olivia memilih makanan roti saja, Gery pun terkejut dengan yang di ambil oleh Olivia.


"Kok kamu mengambil roti tersebut, kan bisa makan yang lain, tadi bilangnya kita makan berdua," ucap Gery bertanya.


"Hihi, nanti saja, aku tergiur dengan roti itu sayang," ucap Olivia sambil tersenyum.


Keduanya pun perlahan memakan makanan yang sudah ada di depan mata.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


like dan comment ya, gift dan vote


terima kasih🤭


__ADS_2