
#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment terima kasih🤭
#Next.
Waktu terus saja berlalu dengan begitu cepat, bahkan Olivia sedang mengandung 6 bulan, keluarga Gerald makin sempurna ketika papa nya berkata bahwa akan ada wanita baru dalam hidupnya.
Olivia dan Gerald pun penasaran dengan wanita pilihan papa nya. Kali ini Olivia akan melihat mama tiri seperti apa yang di pilih oleh papa nya.
Waktu pertemuan pun dilakukan, Olivia, Gerald dan papa nya menunggu di sebuah restoran. Datanglah seorang wanita yang elegan meskipun tampilan nya sangat sederhana.
"Wah, selera papa boleh juga ya sayang, cantik dan elegan meskipun sederhana," ucap Olivia terpesona dengan tampilan wanita yang akan di kenalkan oleh papa nya.
"Iya sayang, kita lihat saja nanti," ucap Gerald pada istrinya.
Wanita tersebut di persilahkan duduk oleh papa nya. Wanita tersebut memperkenalkan dirinya.
"Hai, perkenalkan nama saya Siska Andriana berusia 37 tahun dan status masih single, dalam kenal Olivia dan Gerald," ucap Siska tersenyum dengan ramah.
"Apa? jadi kamu adalah lebel fashion Andriana itu," ucap Olivia bertanya.
"Wah, aku ketahuan deh, padahal mau merahasiakan perusahaan ku," ucap Siska tersenyum ramah.
"Jadi bener kah hal itu Siska?" tanya Olivia penasaran.
"Benar sekali, saya dengan papa mu sebenarnya hanya teman lama saja , usia kami terpaut jauh, pertama kali kami berkenalan saat pertemuan keluarga saya usia 7 tahun sedangkan papa kamu saat itu berumur 15 tahun," ucap Siska mengingat kenangan mereka.
"Sudah nanti dulu perkenalan nya dilanjutkan, kita makan dulu ya Olivia, kasihan baby kami pasti mau makan," ucap papa nya.
"Iya sayang, yang di bilang papa benar," ucap Gerald.
"Oke baiklah kalau begitu, mari Tante kita makan kalau begitu," ucap Olivia tersenyum ramah.
"Baiklah, terima kasih," ucap Siska.
Mereka pun makan bersama, setelah selesai Olivia kembali' berbicara dan makin penasaran dengan wanita yang sangat terkenal di dunia fashion. Karena hal itulah dia tidak ingin menutup kesempatan itu.
"Uhuk...uhuk," ucap Olivia batuk karena lupa makan.
Gerald pun memberikan minuman kepada istrinya, Olivia pun menerima nya dan meminum nya. Setelah selesai Olivia kembali' bertanya, akan tetapi kali ini papa nya yang menyetop pembicaraan tersebut.
__ADS_1
"Ih papa, aku mau bicara dengan Tante Siska," ucap Olivia tampak kesal.
"Nggak apa-apa mas, Olivia kan penasaran dengan aku," ucap Siska kepada papa nya Olivia.
"Olivia, Siska ini calon istrinya papa, dan sebentar lagi dia memiliki pertemuan, jadi tidak bisa berlama-lama sayang, papa janji kita akan bertemu kembali, kamu bisa kan Siska," ucap papa Olivia.
"Janji ya papa dan Tante Siska, Tante Siska janji buat waktu untuk aku,," ucap Olivia pada papa dan Tante Siska.
"Tante Siska janji akan buat waktu untuk Olivia," ucap Tante Siska memberikan kelingking nya pada Olivia.
Olivia pun langsung memeluk Tante Siska, Tante Siska pun memeluk balik. Olivia merasa nyaman atas pelukan tersebut. Bahkan, seakan dia tidak mau melepasnya.
Karena Tante Siska memiliki rapat sehingga Olivia yang melepas pelukan itu terlebih dahulu.
Mereka pun berpisah Gerald dengan istrinya kembali ke rumah mereka. Karena Olivia harus istirahat badannya masih terasa berat di sebabkan karena sudah hamil 6 bulan.
Waktu pun terus berlalu, tanpa terasa papa nya kembali menggelar pertemuan mereka dengan Siska Andriana. Olivia pun kembali bahagia mendengar kabar bahagia tersebut.
Dia pun meminta suaminya menemani dirinya untuk membeli pakaian yang cocok untuk bertemu Tante Siska. Suaminya pun menemani istrinya dengan sabar, Olivia sangat bahagia selalu di temani oleh suaminya.
Hari pertemuan telah tiba, Olivia sudah berpenampilan dengan penampilan nya. Begitu pun dengan Gerald, kali ini mereka melalui pertemuan di malam hari.
Mereka pun kembali makan setelah selesai bicara nya, Siska Andriana memberikan tips kepada Olivia. Olivia sangat bahagia diberikan komentar pada dirinya.
"Tante Siska, terima kasih ya atas hadiahnya dan pembicaraan kita hari ini," ucap Olivia pada Siska.
"Iya sayang, tidak apa-apa, malah aku senang kamu mau bicara hal itu karena memang fashion ku di situ," ucap Siska tersenyum.
"Baik Tante, sampai bertemu kembali kalau begitu,," ucap Olivia.
"Iya Olivia, kamu jaga diri ya, sebentar lagi kan anak kamu akan lahir dalam hitungan bulan, jadi kamu jangan banyak pikiran," ucap Siska tersenyum.
"Siap Tante Siska," ucap Olivia dengan senang.
Mereka pun kembali berpisah, keduanya memiliki urusannya masing-masing.
Hal yang baik selalu datang, Olivia kembali' bahagia setelah bertemu dengan Siska Andriana.
"Hati-hati sayang," teriak Deswey pada Herlan.
__ADS_1
"Iya sayang, kan keduanya lagi belajar berdiri sayang, jadi aku yang pertama yang jadi mengajarkan kita, dokter bilang anak kita perkembangannya bagus semua kok," ucap Herlan sambil bermain dengan si kembar di kamar mereka.
"Ya sudah, kamu jaga Jihan dan Joe ya sayang, aku ke dapur dulu buat asupan gizi mereka," ucap Deswey pads suaminya.
"Siap sayang ku," ucap Herlan.
Herlan bermain dengan si kembar sedangkan Deswey ke dapur membuat asupan gizi si kembar atas saran dari dokter.
Setelah beberapa jam selesai, Deswey memberikan asupan gizi si kembar dengan di bantu oleh suaminya. Keduanya saling membantu.
Deswey sangat Bahagia suaminya memiliki waktu sama merek, hingga membuat Deswey bertanya dengan Herlan.
"Sayang, apakah kamu benar-benar punya waktu buat kami, nggak apa-apa kamu di rumah saja apa?" ucap Deswey bertanya.
"Aku rindu dengan kalian sayang, mama yang ngantor hari ini, aku sedang penat sayang, jadi aku ingin bersama dengan kalian, dan juga bersama dengan si kembar bisa membuat otakku fresh kembali melihat senyuman mereka," ucap Herlan menatap senyum si kembar yang tengah ingin tertidur.
"Ya sudah lakukan yang kamu mau ya sayang, aku akan selalu menemani mu," ucap Deswey memeluk suaminya.
"Iya sayang, waktu nya kita berdua ya, biarin baby sister yang menjaga anak kita ya," ucap Herlan memegang tangan istrinya.
"Baik sayang, kamu tunggu di kamar ya sayang," ucap Deswey memeluk kening suaminya.
"Baik sayang, aku tunggu di kamar ya sayang," ucap Herlan melangkah pergi meninggalkan kamar si kembar
Deswey pun menemui baby sister yang sedari tadi menunggu tugas mereka.
"Maaf, apakah kalian sudah siap menjaga si kembar?" tanya Deswey dengan santun.
"Siap nyonya, kami akan menjaga si kembar," ucap keduanya.
"Baiklah, tolong di jaga ya, saya ada urusan dengan suami saya," ucap Deswey pergi meninggalkan kedua nya.
Deswey pun masuk ke kamar mereka, betapa terkejutnya Herlan memakai boxer saja. Deswey hanya tersenyum melihat tingkah suaminya yang menginginkan hal itu. Dan hal itu pun terjadi, karena keduanya sudah sangat lama tidak melakukan nya.
Sensor
Sensor
🍁🍁🍁
__ADS_1
Bersambung 🤭