Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 107


__ADS_3

#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih atas perhatiannya πŸ˜€


Next


Deswey dan Herlan mencium pipi si kembar, keduanya sudah bisa di ajak bicara walau mereka membalas nya dengan bahasa bayi. Herlan pun bahagia melihat si kembar bisa melakukan hal cara duduk dan merangkak sambil belajar berdiri.


Herlan pun berkata pada baby sister nya.


"Tolong jaga Jihan dan Joe ya, jika ada hal lain yang kalian perlu kan hubungi istriku saja, kami bahagia keduanya bisa duduk dengan cara luar biasa, terima kasih," ucap Herlan pada keduanya.


"Iya terima kasih ya pada kalian berdua, tanpa kalian kami tidak bisa tenang di luar sana, nanti sesekali dari ponsel kalian video call ke saya," ucap Deswey.


"Baik nyonya dan tuan, kami akan melakukan hal baik tersebut," ucap Keduanya bersamaan.


"Ya sudah, ayo kita makan semua," ucap Deswey.


Sejak keberadaan rumah itu ada Deswey tidak ada sekat antara majikan dan pelayan. Para pelayan di kediaman Herlan sangat patuh pada nyonya Deswey selain sudah di limpahkan oleh nyonya Heva semua kebijakan pada Deswey.


Di tempat berbeda, Very dan Desy harus kembali ke rumah mereka kembali. Meskipun rumah ini di huni para pelayan mereka, akan tetapi Desy ingin bersama suami, hingga Desy terus membujuk mama nya.


"Mama, aku kembali ke rumah Very ya, karena kita mau berduaan, terus juga kan Dea dan Dirga sudah 6 bulan jadi nya mereka sudah bisa di asuh oleh baby sister," ucap Desy merayu mama nya.


"Mama kan jadi sepi sayang, walau Zean dan Zafran anteng di rumah dengan baby sister tapi kan terkadang mama perlu ada teman ngobrol juga," ucap Mama Geby.


"Terus papa di anggap nie, mama tidak anggap papa ceritanya, lebih memilih Desy daripada papa begitu, kalau begitu papa pulang malam saja kalau mama tidak suka," ucap Tuan Herley mencoba membuat istrinya memahami.


"Bukan begitu suami ku tersayang, aku sangat mencintaimu, aku juga perlu Desy untuk menemani ku," ucap Mama Geby tidak mau kalah.


"Ya sudah Desy, papa mengizinkan kamu sore ini pulang ke rumah Very, nanti setelah suami pulang ya, sekarang bukankah kamu harus ke kampus kan," ucap tuan Herley mengingat kan.


"Iya papa benar, terima kasih ya papa, kalau begitu Desy permisi dulu ya papa dan mama," ucap Desy pergi begitu saja mengambil kunci motor.

__ADS_1


Tuan Herley pun mencoba bicara dengan istri nya.


"Boleh nggak papa bicara sekarang dengan mama," ucap tuan Herley berkata lembut.


"Boleh sayang, ada apa?" tanya nyonya Geby.


" Kamu tahu nggak, kenapa Desy meminta pulang ke rumah nya? coba mama telaah kata anak kita Desy yang sudah memiliki rumah nya sendiri bersama suaminya," tanya tuan Herley mengingatkan istrinya.


"Ya karena memang pasangan papa, jadi harus bersama dong," ucap nyonya Geby menjawab.


"Selain hal itu apa lagi mama? kan Very selama ini pulang ke rumah terus tapi dia pulang nya larut malam terus karena urusan kantor nya sedang menumpuk," ucap Tuan Herley.


"Ehm aku paham papa, maaf papa pikiran mama nggak sampai begitu, anak kita sudah menikah dan mereka ingin memiliki waktu berduaan," ucap nyonya Geby memeluk suaminya sambil mewek.


"Lah kok mama malah mewek, kenapa sayang? adakah perkataan papa yang menyinggung mama," tanya Tuan Herley.


"Mama merasa bersalah dengan Desy, mama tidak memikirkan sampai kesitu papa, mama sangat menyesal papa, jadi mama harus bagaimana menebusnya agar Desy tidak kecewa dengan mama?" tanya nyonya Geby.


"Tidak apa-apa sayang, nanti jika Desy sudah pulang ke rumah, kamu bilang baik-baik ke Desy nya alasan kamu seperti itu, Desy pasti memahami hal itu, Desy juga seorang Ibu jadi dia pasti memahami sifat kamu, asal sayang harus memahami situasi ke depan nya ya sayang," ucap tuan Herley memeluk istrinya.


"Tidak apa-apa sayang, kamu juga lelah habis menyusui Zean dan Zafran jadi yaa wajar jika ada beberapa hal yang nggak sampai kamu kepikir ke sana," ucap Tuan Herley.


"Sayang, aku kayak Tisna ya, itu loe pemeran film ojek pangkalan, serba tidak terpikir," ucap nyonya Geby mendongak ke arah wajah suaminya.


"Hehe, yang di katakan istri ku benar juga, kamu lucu banget sih sayang, sempat-sempatnya memikirkan nama sinetronπŸ˜‚," ucap tuan Herley tertawa terpingkal-pingkal akibat istrinya mengingat kan tingkah pemain Tisna.


"Sayang, kok papa sampai begitu tertawa nya," ucap Nyonya Geby ikut tersenyum dengan tingkah suaminya.


"Iya lah sayang, sudah lama banget itu sinetron, kamu masih ingat saja, papa jadi teringat dong dengan sinetron itu bahkan gereget dengan tingkah Tisna yang serba tidak terpikir," ucap tuan Herley masih tertawa terpingkal-pingkal.


"Ih papa, kan aku bilang untuk diriku malah buat papa bahagia tertawa begitu," ucap nyonya Geby kembali tersenyum melihat suaminya.

__ADS_1


"Dengarkan wahai istriku, kamu itu dunia ku, anak-anak itu ruang ku, jadi jika dunia ku sedang bahagia aku pun ikut bahagia, karena mood mu itu adalah mood ku," ucap tuan Herley.


"Iya kah sayang, argh aku jadi terharu sayang, ciuman buat ku mana sayang," ucap nyonya Geby manja.


"Hehe, iya sayang, aku cium ya awas jangan lari kamu ya," ucap tuan Herley mencium istrinya.


Keduanya pun melakukan adegan saling membalas satu sama lain, hingga adegan dewasa terjadi πŸ˜‚


Sensor


Sensor


Di tempat berbeda.


Piring pecah berantakan dimana-mana, Olivia membanting piring tersebut karena kesal dengan sikap papa nya, sedangkan kondisi Olivia saat itu sedang hamil.


"Cukup Olivia !!! jangan pecahkan lagi piring itu, itu peninggalan mama kamu," ucap papa nya dengan nada marah


"Papa, bisa paham nggak, kalau mama sudah tidak ada, Olivia hanya menjatuhkan piring mama satu dan itu tidak sengaja, karena papa mama terpaksa Olivia memecahkan piring mama," ucap Olivia menjawab.


"Kamu keterlaluan Olivia, papa hanya mengenang kebersamaan dengan mama mu, sekarang bereskan semua piring itu dan kubur, dan kalian semua jangan bantu Olivia sedikit pun kalau tidak saya pecat," ucap papa Olivia dengan emosi.


Olivia memandang kesal ke wajah papa nya, dia pun mengambil sapu dan sedok sampah untuk membuang pecahan beling tersebut. Hingga ke hal terkecil dan melukai jari Olivia. Olivia sengaja meneteskan darah nya ke lantai setelah selesai di bersihkan.


Para pelayan yang melihat hal itu khawatir dengan kondisi Olivia, sedangkan papa Olivia pergi begitu saja tanpa memperdulikan kondisi Olivia. Lalu Olivia membawa serpihan beling tersebut ke tanah depan rumah dan menguburnya di sana.


Saat Olivia ingin berdiri dia pun jatuh pingsan, para pelayan yang berada di dekatnya langsung membopong nona Olivia dan membawa ke kamarnya sedangkan yang lain segera menghuni dokter dan tuan Gery.


🍁


Apa yang akan terjadi pada Olivia ya?

__ADS_1


Bersambung πŸ˜€


like dan comment yaπŸ˜‚


__ADS_2