Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 104


__ADS_3

#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih 🤭


Next.


Urusan admin untuk pemindahan bangsal pun terjadi, keduanya bisa satu ruangan. Deswey yang melihat suaminya belum sadar hanya menatap nya dari dekat dan mulai tidak mood dengan semuanya.


Meskipun makanan sudah tersaji di depannya, mood Deswey belum muncul juga karena suaminya belum sadarkan diri. Hingga Tua Herley pun datang dan mulai mengomelin anaknya.


"Deswey, kamu harus makan, bukan suami mu saja yang butuh perhatian mu, tapi si kembar juga butuh mama nya, jadi jangan hanya memikirkan suami mu saja," ucap tuan Herley pada anaknya.


"Iya pa, tadi papa Herlan juga sudah bilang gitu, tapi mood nya Deswey belum muncul kalau suami ku belum sadar," ucap Deswey memandang wajah suaminya.


"Ehm, kalau begini, papa jadi bingung dah harus berbuat apa lagi, bisa-bisa mama kamu ngomelin papa, mama mu saja ya yang menjaga mu di sini," ucap tuan Herley pura-pura mengeluh.


"Jangan pa, baiklah Deswey akan makan kok," ucap Deswey mulai takut jika mendengar kata mama.


Deswey takut dengan mama nya bukan karena apa sih, sebab mama Geby akan memaksa anaknya untuk makan, bahkan mama Geby akan melakukan segala cara dan membuat anaknya akan memakan yang di suruh nya, karena hal itu lah anak-anak nya pada nurut pada nyonya Geby.


Deswey pun langsung makan, saat dia selesai dari makan nya, Deswey melihat pergerakan tangan Herlan. Deswey pun teriak pada papa nya, papa Arkana pun bergegas memanggil dokter. Dokter siaga dan langsung memeriksa Herlan.


Herlan dinyatakan sudah sehat, akan tetapi perlu pemulihan tubuhnya. Tuan Arkana dan tuan Herley melihat kedua nya saling rindu langsung permisi keluar untuk beli makanan untuk mereka.


Deswey mengangguk dan meminta membelikan beberapa makanan kesukaan nya dan suaminya. Kedua papa mereka pun pergi untuk membeli makanan.


Herlan memandang istrinya dan meminta Deswey untuk memeluknya, keduanya pun berpelukan cukup lama, seperti rindu bertahun tidak bertemu.


"Istriku, kamu jangan seperti itu lagi ya berkorban untuk keluarga kita, kalau kamu ada apa-apa gimana coba?" ucap Herlan pada Deswey.


"Aku tidak bisa tinggal diam sayang, karena aku sangat menyayangi anak-anak dan juga keluarga besar kita, agar semuanya aman jadi aku yang bertindak, kamu jangan marah ya sayang," ucap Deswey memegang pipi suaminya.


"Oke baiklah, tapi ke depannya harus hati-hati ya sayang, aku tidak akan bisa hidup tanpa mu sayang, kali ini kita harus buat pertahanan lebih kuat lagi, sepertinya ketua black white belum di temukan oleh pihak kepolisian," ucap Herlan sambil memeluk istrinya dalam dekapan nya.


"Sama sayang, aku juga tidak bisa hidup tanpa mu dan anaknya, kami di culik saja aku sempat pingsan, karena aku benaran jatuh cinta pada mu, dan tak mau kehilangan mu," ucap Deswey mengucapkan dengan penuh cinta.

__ADS_1


"Argh istri ku, rasanya ingin selalu berdua dengan mu deh, aku makin cinta sayang," ucap Herlan mencium kening istrinya.


"Tau sendiri kan apa yang akan terjadi selanjutnya" author.


Sensor


Sensor


Di tempat yang berbeda.


Very yang mengambil tugas Herlan, karena kondisi Very lebih baik dari Herlan. Sehingga nyonya Heva meminta tolong Very ke perusahaan. Desy pun membolehkan, karena suaminya memang dalam kondisi sehat.


Sehingga baginya hal yang bagus beraktivitas.


"Sayang, bawa bekal ini ke kantor ya, lumayan buat cemilan kamu, okey sayang," ucap Desy mencium tangan suaminya.


"Oke sayang, terima kasih ya makanan nya, kamu memang istri idaman sayang," ucap Very pada istrinya.


"Ohya ma, ada kabar nggak dari papa tentang kak Deswey dengan kak Herlan," ucap Desy bertanya.


"Iya sayang, papa ngabarin tadi pagi sebelum ponselnya di cas, bahwa Herlan sudah sadar dan Deswey pun sudah sadar, sepertinya papa mu akan pulang siang nanti, setelah membereskan keduanya untuk pulang dari rumah sakit," ucap Nyonya Geby pada anaknya.


"Baguslah kalau begitu ma, senang dengar ya, kalau mereka sudah sadar semuanya," ucap Desy sambil meneruskan makannya.


Keduanya pun melanjutkan makanan mereka. Di tempat berbeda, Herlan dan Deswey masih saja bermesraan, hingga tuan Arkana dan tuan Herley pergi keluar cari suasana.


"Ih sayang juga sih, pagi-pagi cium aku segala, jadi papa kita kangen sama istrinya, padahal kan mereka sedang menjaga kita," ucap Deswey pada suaminya.


"Argha sayang, biarin ah kapan lagi aku bisa berdua yang lama dengan kamu, kalau di rumah sakit aku bisa berduaan dengan kamu," ucap Herlan manja pada istrinya.


"Iya sayang aku paham, tapi ingat lah di rumah ada si kembar butuh ASI aku sayang," ucap Deswey pada suaminya.


"Haha, aku lupa sayang, kalau kita sudah ada si kembar, aku kira kita masih pacaran," ucap Herlan dengan senyuman.

__ADS_1


"Huuu dasar," ucap Deswey mencubit pinggang suaminya.


"Aww sayang, geli tahu kamu gimana sih sayang?" ucap Herlan kegelian.


Kedua nya pun bersenda gurau bersama, bahkan tuan Herley dan tuan Arkana hanya saling memandang satu sama lain.


"Keduanya sangat romantis ya, jadi kangen istriku juga," ucap tuan Herley pada tuan Arkana.


"Sama, aku juga kangen dengan istri ku, kita pulang tapi siapa yang bantu keduanya," ucap tuan Arkana mengingat istrinya.


Keduanya saling berbicara satu sama lain, keduanya hanya tertawa bersamaan karena melihat kemesraan keduanya.


Waktu terus saja berlalu, hingga mereka harus beranjak dari kamar pasien. Keduanya seakan tidak ingin berpisah, bahkan masih melihatkan kemesraan di depan keduanya.


"Kalau kalian masih bermesraan kami pulang sekarang," ucap tuan Herley pada keduanya.


"I-ya papa, kita bantuin beres-beres kalau begitu, jangan manyun begitu ya papa Arkana dan papa Herley,," ucap Deswey menghibur keduanya.


Herlan hanya tersenyum melihat keduanya cemburu melihat kemesraan mereka. Apalagi tingkah Deswey yang penuh mesra kepada kedua nya agar tidak marah.


Selesai dari membereskan keperluan mereka. Mereka pun bersiap untuk pulang dan meninggalkan ruangan tersebut.


Sesampainya di rumah, mereka di sambut dengan penuh haru oleh nyonya Heva dan mereka kembali beristirahat di kamar. Di samping ada si kembar menemani mereka.


Deswey pun mandi terlebih dahulu, agar bisa memeluk anaknya. Sedangkan Herlan mengajak anaknya bermain bersama dengan tingkah nya si kembar ikut tertawa dengan sikap papa mereka.


Si kembar sangat rindu dengan kehadiran sang ayah yang sudah lama tidak bertemu dengan mereka. Setelah Deswey selesai Herlan pun masuk ke kamar mandi.


🍁🍁🍁


Bersambung 🍁


like dan comment ya😀

__ADS_1


__ADS_2