Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 26


__ADS_3

Herlan dan Deswey pun sarapan bersama di ruang makan. Tidak ada yang berani bicara duluan, sehingga dering ponsel Herlan pun kembali berbunyi.


"Yaa Hallo, Bagaimana Very sudah di reservasi untuk makan malam dengan istri saya dan kamu harus datang ke sini sebelum malam," ucap Herlan.


"Ehm tapi Tuan, bagaimana dengan pekerjaan kantor?" ucap Very bertanya.


"Kami berangkat jam 16.00 dari kantor, sampai disini nanti jam 17.00, saya tunggu yaa dan juga setelah sampai kamu langsung ke rumah saya terus barang yang saya titip tolong dibelikan dan uang sudah saya transfer sekaligus biaya kamu kesini," ucap Herlan.


"Terima kasih Tuan Herlan atas kebaikannya," ucap Very.


"Kalau begitu silahkan kembali kerja, jika ada hal yang diperlukan segera telpon saya ya," ucap Herlan.


"Baik Tuan laksanakan," ucap Very.


Deswey masih mengunyah makanan yang sangat dinikmatinya. Saat keasyikan makan Deswey tersedak...


"Uhuuuuk....uhuukkk (tersedak)," ucap Deswey mencari minuman yang ada di depannya.


"Argh lega," ucap Deswey meminum air tersebut.


"Istriku kamu sadar nggak tadi minuman siapa yang kamu minum?" ucap Herlan mendengus kesal.


"Ooh punya kamu yaa Herlan, Oh iya punya ku ada di samping ini. Maaf kamu jangan marah yaa, tapi minuman aku belum di sentuh sama sekali loe," ucap Deswey dengan muka ketakutan.


"Oke, tapi kamu nggak istriku, minuman yang kamu minum sudah aku minum alias bekas aku loe," ucap Herlan sambil minum perlahan.


"Aaapa?" ucap Deswey terkejut dengan langsung matanya membesar.

__ADS_1


[ampun dah, bagaimana bisa aku mencium dulu tanpa di sentuh? lagian Napa juga nggak lihat gelas sendiri, argh mana itu ciuman pertama, yaa meskipun kami udah ciuman berapa kali karena ketidaksengajaan tapi ini aku sendiri yang inisiatif, aduuh kacau] gumam Deswey dalam hati.


"Sudahlah, teruskan makannya, nanti kita pergi yaa mau ikut nggak jalan-jalan," ucap Herlan.


"Horeeee ikut, tapi kaki ku gimana?" ucap Deswey bingung.


"Ada dua pilihan mau pakai tongkat atau aku gendong"ucap Herlan menggoda istri nya.


"Idiiih di gendong sama kamu, ogaah... Aku lebih memilih pakai tongkat aja kalau gitu," ucap Deswey mengulurkan lidahnya.


"Istriku, kan aku sudah bilang loe kalau kamu menjulurkan lidahmu lagi aku cium thu bibir kamu," ucap Herlan geram dengan tingkah lucu istrinya.


Deswey pun langsung mengatup bibirnya. Karena dia tidak ingin di cium oleh Herlan.


"Hahaha... Deswey kamu tahu nggak, sebanyak aku mengenal wanita kamu adalah satu-satunya wanita polos, kalau boleh tahu apa sih aktivitas mu sehingga kamu polos banget di depan laki-laki," ucap Herlan penasaran.


"Oke, maaf yaa Deswey kalau aku pernah menghina mu kemarin," ucap Herlan.


Deswey pun memulai cerita perjalanannya hingga bisa sampai sekarang.


Kami dari keluarga Herley, papa dan mama bukan dari kalangan biasa meskipun mama dari kalangan keluarga konglomerat sedangkan papa hanya seorang pengusaha dibalik dia seorang gengster. Mama harus meninggalkan kemewahan dan keluarga nya demi papa, karena pilihan mama tepat sebab kala itu mama akan dijodohkan dengan laki-laki yang banyak istri dan suka memukul. Seiring berjalannya waktu usaha papa berjalan dengan baik bahkan sudah membesar dan memiliki cabang dimana-mana, gengster yang awalnya hanya kelompok menjadi kelompok mafia besar karena papa pernah menolong kepala mafia yang besar di Swiss kala itu. Papa dan mama tidak mengetahui bahwa yang mereka tolong dan di rawat kala itu adalah Kepala Mafia terbesar di Swiss.


Setelah beberapa tahun, anak buah dari Kepala Mafia itu pun mencari dan mereka mengetahui keberadaan nya. Setelah anak buahnya bertemu dengan bos mereka, Papa dan mama di ajak ke sebuah rumah yang sangat bagus Bak istana di film-film, Papa yang tidak merasakan tinggal di rumah sebesar itu terpesona kala itu.



Waktu itu usia kandungan mama berumur 5 bulan. Bos Mafia tersebut menawarkan agar papa dan mama tinggal disana, karena Bos Mafia tersebut tidak memiliki kekuatan sama sekali. Namun, papa menolak dengan alasan dia masih mengurus masalah bisnisnya. Hingga Bos Mafia tersebut memberikan kartu nama nya jika suatu saat papa mau tinggal dengan nya. Setelah makan di sore itu papa dan mama pamit meninggalkan rumah tersebut. Bos Mafia tersebut pun meminta anak buah terus memantu keluarga Herley karena berkat pertolongan mereka tanpa mengenal siapa di tolong nya meskipun dengan kondisi keuangan sulit kala itu.

__ADS_1


Hingga hari itu pun tiba.


Papa terlilit hutang dan ditipu oleh sahabatnya sendiri. Papa frustasi tapi beruntung nya papa memiliki istri yang sangat baik dan memberikan bantuan padanya untuk melunasi hutang mereka. Kala kesempitan itu melanda mama sudah tidak tahan melahirkan ku sehingga mama harus dilarikan ke Rumah Sakit. Namun, saat itu papa tidak memiliki uang sama sekali sehingga pihak rumah sakit akan tetap mengoperasi istrinya dengan syarat harus dibayar setelahnya jika tidak bayi dan mama akan di tahan di rumah sakit.


Papa bingung dengan semua itu, mama yang harus mempertaruhkan hidup melahirkan sedang papa yang harus mencari uang untuk kelahiran ku.


Hingga tiba-tiba keajaiban datang ketika papa menyelesaikan ibadahnya. Bos mafia tersebut tanpa sengaja melihat papa menuju sebuah ruangan. Dan Bos Mafia tersebut menemui papa dan banyak bicara serta menolong untuk pembayaran.


Singkat cerita setelah kelahiran ku papa dan mama tinggal dengan Bos mafia tersebut sehingga waktu pun terus berlalu, aku diperlakukan seperti nona di rumah itu meskipun demikian kakek Syin yang aku sebut Bos Mafia merasa bahagia memiliki kami sekeluarga. Hingga aku di ajarin banyak oleh kakek Syin. Sehingga ketika aku berusia 7 tahun aku sudah banyak menguasai berbagai teknik bela diri bahkan memanah, berkuda dan pistol sudah aku kuasai sejak dini. Hingga Mama kembali menglahirkan adik kami Desy, saat itu kakek Syin ingin namanya di sematkan di cucu kedua hingga mama menamainya Desy Herley. Di ambil naman Desy singkatan dari Deswey (D), Geby (E), Syin (Sy), Herley nama papa nama itu lah tertuang di adik saya.


Desy pun demikian sangat menyayangi kakek Syin, Desy selalu manja dengan beliau. Hingga Desy menjadi cucu kesayangan. Deswey tidak pernah iri perlakuan kakek yang lebih sayang dirinya ketimbang dirinya yang sekarang beranjak remaja karena dia pernah diperlakukan seperti itu dulu.


Singkat cerita Kakek Syin yang kami sayangi meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Kala itu usia ku 13 tahun sedangkan Desy 6 tahun. Kami semua sangat terpukul kala itu, bahkan selama setahun Desy tidak banyak bicara, Desy sangat mencintai kakek sehingga bagi nya seperti kehilangan separuh nyawa. Kami sekeluarga terus membujuknya hingga dia luluh dan menjadi pribadi yang tidak banyak bicara.


"Begitu ku kilas cerita hidupku Herlan," ucap Deswey sambil minum gelas di depannya.


"Waah... Kamu gadis luar biasa sejak kecil sudah pandai segala hal, kalau begitu aku penasaran bagaimana bisa kamu bisa memasak, bersih rumah dan suka menanam tanaman bukankah dari cerita mu, kamu lebih banyak bergelut di dunia action alias tindakan gitu," ucap Herlan penasaran.


"Uuh capek Herlan aku cerita, nanti malam gimana? hari ini kita jadi jalankan seperti yang kamu janjikan," ucap Deswey menagih janjinya.


"Oke, kalau gitu berpakaian lah, piringnya biar aku saja yang cuci, jangan lama yang berdandannya," ucap Herlan.


"Oke siap," ucap Deswey.


Wanita unik itu bernama Deswey Herlan, sepertinya aku harus tahu lebih banyak tentangnya. Dan mempertanyakan kenapa musuh keluargaku dengan keluarga Deswey bisa sama. Apakan kakek Syin itu yang memiliki musuh yang sama dengan kami? gumam Herlan penasaran.


🍁💐💐💐🍁

__ADS_1


__ADS_2