
Gerald terus saja berbicara dengan Deswey. Hingga Herlan menjauh karena mendapatkan panggilan telpon dari ponselnya.
drrrrtttt..... drrrrrrtttt...
"Ya Hallo Ma, ada apa?" Ucap Herlan.
"Kamu segera pulang, mama Geby dengan papa Herley tadi berkunjung ke rumah mu, saat kami bicara tiba-tiba mama mu pingsan, sekarang sedang di rawat, mama Geby juga sudah disini, maka kesinilah," ucap Nyonya Geby.
Herlan pun langsung berlari, namun di pegang oleh Deswey.
"Kenapa sayang?," ucap Deswey memegang tangan Herlan.
"Mama ku masuk rumah sakit, makanya sekarang mau pergi" ucap Herlan sambil memegang tangan Deswey.
Herlan dan Deswey pun pamit, mereka segera pergi meninggalkan keluarga Olivia. Begitupun dengan Desy dan Very mengiring juga.
Beberapa jam kemudian.
Herlan berlari meninggalkan Deswey yang masih di parkir. Deswey memaklumi itu karena Nyonya Heva satu-satunya keluarga yang masih ada. Sehingga, Herlan tidak ingin kehilangannya lagi.
Herlan menangis di depan ruangan tersebut. Deswey yang melihat itu langsung memeluk suaminya. Karena dia tidak pernah melihat Herlan menangis seperti itu.
Very dan Desy yang sedari tadi mini market membeli air langsung memberikan kepada Deswey untuk di kasihkan ke Herlan. Deswey pun memberikan minum tersebut kepada suaminya.
"Sayang, kamu minum dulu yaa, agar pikiran mu tidak kacau," ucap Deswey menepuk punggung suaminya.
Herlan pun menuruti kemauan istrinya. Meskipun mereka berdua nikah kontrak seperti yang mereka katakan namun Herlan merasa bukan seperti itu, bahkan setiap perkataan Deswey selalu diturutinya.
Dokter pun keluar dari ruangan tersebut.
Dan mengatakan bahwa keluarga boleh menjenguk tapi di batasi.
Herlan dan Deswey pun masuk ke dalam ruangan tersebut, namun sebelum masuk ke ruangan tersebut kedua orangtuanya meminta izin pulang duluan karena Tuan Herley sedang tidak sehat.
Deswey pun mengizinkan dan meminta Desy dan Very mengiringi kedua orangtuanya.
Deswey pun masuk ke ruangan tersebut. Melihat Herlan yang tidak berhenti menangis membuat Deswey bingung harus berbuat apa?
Hingga Nyonya Heva pun sadar.
"Herlan anakku, kenapa kamu menangis sih?," ucap Nyonya Heva sambil menghapus air mata anaknya.
"Yaa menangislah, mama masuk rumah sakit sama dengan mengingatkan ku tentang kejadian masa lalu itu, maka sampai sekarang aku hanya menyalahkan diriku sendiri," ucap Herlan.
__ADS_1
"Jangan selalu menyalahkan dirimu yaa sayang, mama tidak suka hal itu, maka sekarang jangan berkata begitu lagi, janji yaa," ucap Nyonya Heva sambil memberikan kelingking pada anaknya.
"Iyaa Herlan janji ma," ucap Herlan membalas kelingking mama nya dengan menempelkannya.
Herlan pun memeluk mama Heva. Deswey yang melihat hal itu tersenyum manis.
"Kesini Deswey peluk mama juga, mama berharap kalian segera memberikan cucu untuk mama," ucap Nyonya Heva.
"Uhuuuk....uhuuukkkk," keduanya batuk berbarengan.
"Kok bisa kalian batuk berbarengan," ucap Nyonya Heva malah tersenyum dengan tingkah keduanya.
"Heheh doain saja yaa ma," ucap Deswey dengan tersenyum.
"Iya ma, bener kata istriku doain kami ya, kami tengah membangun cinta suci kami," ucap Herlan memandang istrinya dengan menggoda.
Deswey malah tersenyum melihat tingkah Herlan yang jahil. Keduanya pun menarik dari pelukan dari Nyonya Heva, mereka pun tertawa bersamaan.
Desy dan Very yang berada di luar bingung.
"Very kamu antar aku pulang saja yaa," ucap Desy.
"Kita pamitan dengan Kak Deswey dan Tuan Herlan dulu yaa, coba kamu telpon Deswey," ucap Very berkata pada Desy.
"Hallo Kak, aku izin pulang yaa," ucap Desy.
"Iya sayang, jaga papa dengan baik yaa di rumah," ucap Deswey dalam panggilan telponannya.
Panggilan telpon pun terputus.
Very pun mengantar Desy dengan mengendarai motor sport. Motor tersebut melaju cukup cepat namun perlahan.
***
Beberapa hari kemudian.
Olivia pun bangun dari kesadaran nya.
Namun, hal yang tak terduga terjadi.
Karena kecelakaan tersebut membuat Olivia hilang ingatan. Masa yang diingatnya hanyalah saat bersama Herlan. Dan dia tidak mengenal keluarga nya yang sekarang.
Bahkan, Olivia terus terus mencari mama nya. Hingga, Gerald menenangkan adiknya tersebut dan dia menceritakan semuanya. Namun, Olivia tidak menerima hal itu. Dia malah teriak dengan sekeras-kerasnya. Hingga kedua orangtuanya menjauhkan Gerald dengan Olivia.
__ADS_1
Dokter pun segera memeriksa kondisi Olivia. Dan dokter mengatakan bahwa Olivia masih dalam pemulihan untuk mengingat hal itu. Sehingga perlu proses untuk penyembuhannya.
Olivia pun kembali tenang, dia pun tertidur sejenak. Melihat hal itu orangtuanya bersedih yang terjadi dengan Olivia. Gerald hanya menenangkan keduanya orang tua nya.
Setelah dinyatakan stabil, Olivia pun dirawat di rumah. Gerald dan Kedua orangtuanya pun kembali ke rumah.
***
Nyonya Heva pun kembali ke rumah karena sudah dinyatakan sudah stabil. Herlan pun mengantarkan mama nya sampai ke kamarnya.
Setelah beberapa hari berlalu Deswey dengan siaga merawat nyonya Heva, sedangkan Herlan berfokus pada perusahaan nya. Meskipun demikian Deswey selalu melakukan video call dengan suaminya karena Herlan berpesan sesekali video call untuk melihat keadaan mamanya.
Karena hal itu lah Herlan melakukan video call pertama kali, tapi bukan karena Herlan ingin melihat dirinya tapi mau melihat kondisi nyonya Heva.
Tapi, Deswey tipekal wanita yang cuek. Jadi, dia tidak pernah memperdulikan hal itu. Sehingga ketika Herlan melakukan video call dengan nyonya Heva, Deswey sengaja keluar dari kamar mama Heva guna melakukan hal lain.
Meskipun Deswey ingin sekali melakukan video call dengan Herlan berduaan saja. Namun, Deswey malu mengatakannya. Herlan pun tak pernah inisiatif seperti itu, sehingga Deswey enggan mengatakannya.
Deswey masih menyibukkan diri di luar kamar. Sehingga, Nyonya Heva memamnggil dirinya.
"Deswey, kamu kemana saja tadi?, suami kamu tadi mau melihat kamu," ucap Nyonya Heva.
"Ehm tadi sibuk bersihi sesuatu Ma," ucap Deswey mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah mama percaya, kamu istirahat lah ya, mama mau istirahat nie," ucap Nyonya Heva pada menantunya.
"Baik Ma, jika mama ada apa-apa telpon saja aku, " ucap Deswey memberikan ponselnya Nyonya Heva yang tadinya di charger.
Deswey pun menutup pintu dengan perlahan. Deswey pun kembali ke kamarnya karena ingin istirahat, namun dihentikannya karena ingin ke ruang perpustakaan di samping kamar mereka yang tertutup dengan pintu kamar mereka. Saat sedang asyik membaca, dering ponsel Deswey berbunyi.
Deswey pun mengambil ponselnya. Betapa terkejut dirinya. Ada panggilan video dari Herlan. Namun, sengaja tidak di angkat oleh Deswey karena dia sedang fokus dengan bacaannya. Sehingga nanti alasannya sedang istirahat atau membaca.
"Iiih istriku kenapa nggak di angkat sih telponya?, aku sedang rindu dengan dia, terus kenapa dia nggak ada saat video call tadi," ucap Herlan bingung.
Tugas karyawannya siang itu di anggapnya kacau dan di suruh perbaiki. Semuanya pada heran dengan sikap Herlan yang tidak biasanya. Bahkan, Herlan sendiri bingung dengan dirinya. Herlan pun mengambil kunci mobilnya dan segera pulang ke rumah.
Herlan pun menitipkan urusan perusahaan kepada Very.
"Kamu tunggu yaa Deswey, sekarang sudah pintar mengacukan suamimu," ucap Herlan kesal saat mengemudi.
Herlan pun melakukan kendaraannya dengan sangat cepat. Dia penasaran dengan kegiatan yang dilakukan istrinya.
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1