Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 48


__ADS_3

Deswey tersenyum melihat isi pesan suaminya. Deswey pun merebahkan tubuhnya perlahan di atas kasur. Deswey pun menghubungi suaminya, namun tidak di angkat. Deswey pun meletakkan ponselnya di samping bantalnya.


Herlan yang baru selesai makan dan bicara dengan mama nya pun kembali ke kamar. Karena Herlan sangat mengantuk. Namun, Herlan terkejut yang menelpon berkali-kali ternyata istrinya.


"Waah, istriku menelpon, duuh kenapa aku gugup yaa, aku telpon saja apa yaa?" ucap Herlan ragu-ragu mau nelpon istrinya.


Saat Herlan mau nelpon, Deswey menelpon lebih dulu.


Herlan pun mengangkat telpon tersebut dan duduk dengan tenang.


📞 "Ya Hallo, istriku bagaimana kabarnya?" ucap Herlan bertanya.


📞"Baik suamiku, kamu merindukan ku ya, banyak sekali pesan yang terkirim," ucap Deswey menjawab.


📞"Ehm, kan kewajiban suami untuk menanyakan kabar istri," ucap Herlan menjawab.


📞"Oh, karena kewajiban yaa, baiklah kalau begitu kalau bukan kangen aku matikan saja yaa suami ku," ucap Deswey ingin mematikan panggilan tersebut.


📞" Yaa sudah istriku kalau begitu, aku tahu kabar kamu sudah bersyukur kamu baik-baik saja, ehm berapa hari kamu masih disana?" ucap Herlan mulai mendengus kesal.


📞"Masih lama seperti nya, kenapa Herlan memangnya?" ucap Deswey bertanya.


📞"Ehm yaa nggak ada pasangan buat negoisasi aku besok kan biasanya sama dengan istriku, kan aku sudah menikah nanti banyak tanya," ucap Herlan.


📞"Hahaha, aku benar-benar berharap lebih tentang sesuatu hal yang tidak penting yaa," ucap Deswey tersenyum sinis.


📞"Deswey kenapa kamu malah tertawa begitu? apakah ada yang salah dengan perkataan ku," ucap Herlan bertanya karena bingung.


📞"Nggak ada kok, kamu kirimkan saja alamatnya nanti aku datang sebagai istrimu mendampingi mu, ohya apakah ada hal lain yang ingin dikatakan selain tentang pesta," ucap Deswey bertanya.


📞"Ehm nggak ada, tapi aku meminta permohonan, bisa kah kamu mengaktifkan ponsel mu setiap saat," ucap Herlan bertanya.


📞"Apa alasannya saya harus mengaktifkan ponsel ini?" ucap Deswey bertanya.


📞"Kan aku suami kamu Deswey, aku harus tahu keadaan mu kan," ucap Herlan bertanya.

__ADS_1


📞"Aku nggak janji yaa Herlan, kalau tidak ada lagi aku mau istirahat," ucap Deswey sudah kesal dengan sikap suaminya yang super gengsi.


📞"Oke deh, selamat tidur istriku," ucap Herlan.


📞"Ya, selamat malam," ucap Deswey langsung mematikan panggilan tersebut.


📞" Saa....." belum selesai Herlan mau berucap langsung dimatikan panggilan tersebut dari Deswey.


"Argh, ini semua salah ku, kenapa sih gengsi banget bilang, kalau aku merindukan Istriku, sampai uring-uringan, ketika dia nelpon aku bingung jawabnya gimana?" ucap Herlan kesal dengan dirinya sendiri.


Herlan pun mencoba menelpon istrinya kembali, namun tidak bisa. Karena Deswey sudah mematikan ponselnya. Deswey memiliki dua ponsel, yang satu khusus bisnis dan untuk keluarganya.


Deswey pun sudah tidur dengan tenang, meskipun hatinya tidak tenang dengan sikap suaminya. Berbeda dengan Herlan, dia sibuk memikirkan dirinya yang tidak mengatakan rindu pada istrinya, Herlan berdebat dengan dirinya sendiri.


Hingga Herlan terlelap dalam tidurnya.


Pagi pun menyingsing, Herlan pun beraktifitas seperti biasa, yang berbeda Herlan tidak memiliki semangat. Hingga Nyonya Heva menegurnya.


"Herlan, kamu yakin mau kerja dengan keadaan seperti ini, kamu sedang sakit loe sayang," ucap Nyonya Heva khawatir dengan kondisi anaknya.


Herlan pun sarapan seperti biasa, namun dia di antar oleh sopir karena mama khawatir, sedangkan Very sedang berada diluar kota menggantikan Herlan sebagai perwakilan perusahaan.


Beberapa menit kemudian pun sampai di kantor. Herlan istirahat sejenak, saat Herlan berada di kantornya dengan penuh emosinya. Nyonya Heva mendatangi anaknya.


"Herlan ini mama," ucap Nyonya Heva.


"Pulang saja yook, kalau kamu sakit kita rawat di rumah, agar kamu istirahat daripada disini," ucap Nyonya Heva membujuk anaknya.


"Aku nggak mau istirahat di rumah, istriku pasti tidak mau memaafkan aku ma, aku gengsinya gede banget ma, makanya dia tidak bertanya tentang kabar ku lagi, padahal aku sungguh merindukannya ma," ucap Herlan.


Deswey datang tanpa di duga, Deswey meminta Nyonya Heva diam sejenak. Biar Deswey yang mendengar keluh kesah suaminya. Nyonya Heva pun mengerti maksud menantu nya, dia pun pergi meninggalkan keduanya di dalam kantor tersebut.


"Ma, jangan masuk ke kantor ku, jangan lihat aku sedang sedih begini, aku malu ma, aku sakit karena rindu, kalau istriku mendengarnya pasti dia akan tertawa, seorang Herlan cuek dan arogan bisa merindukan istrinya," ucap Herlan mendengus kesal.


" Herlan, harus melakukan apa ma? semalaman Herlan sangat galau, bahkan Herlan tidak tahu harus berpikir apa tentang semuanya, Herlan bingung mengatakannya, Herlan harus apa ma?" ucap Herlan membalikkan badannya.

__ADS_1


Betapa terkejut Herlan saat dia membalikkan badan yang dilihatnya adalah istrinya. Herlan terdiam dan merunduk karena mulutnya yang tidak berhenti mengomel, sehingga membuat dirinya mengungkapkan segala isi hatinya.


"Ini makanan buat kamu suamiku, aku hanya mengantarkan makananmu saja, kewajiban ku udah aku tunaikan, aku masak sendiri, kalau kamu tidak suka berikan dengan orang lain saja, kalau begitu aku pergi dulu ya suamiku," ucap Deswey berbicara datar seolah-olah tidak mendengarkan ucapan Herlan.


"Tunggu, apakah kamu mendengar semuanya?" ucap Herlan bertanya.


"Ehm nggak, kamu tenang saja aku tidak mendengar apapun, aku akan melakukan kewajiban aku, akan tetapi belum bisa kembali ke rumah karena kondisi, aku permisi dulu suami ku," ucap Deswey melangkahkan kakinya.


[Ehm istriku mau melangkah pergi, aku harusnya jujur sama dia kalau aku rindu] gumam Herlan tercegat kata rindu dalam mulutnya.


Deswey sudah keluar dari ruangan tersebut. Deswey pun langsung menemui mertuanya dan izin berpamitan. Nyonya Heva yang melihat istrinya Herlan hanya sebentar langsung menemui anaknya.


"Herlan, kamu tidak mengatakannya langsung pada istrimu, bukankah kamu merindukannya," ucap Nyonya Heva.


"Iyaa, aku sungguh merindukannya mama, tapi mulut ku tercegat di tenggorakan ketika berbicara," ucap Herlan berkata.


****


Deswey masuk ke dalam mobilnya dan menangis dalam senyumnya.


"Meskipun dia tidak mampu mengucapkannya langsung setidaknya, dia masih merindukan ku, tapi aku sadar aku siapa di matanya, kecantikan Olivia tidak sebanding dengan diriku, jadi tidak boleh berharap lebih atas pernikahan ini," ucap Deswey menguatkan dirinya.


Deswey pun melajukan mobilnya dengan perlahan dan pergi meninggalkan parkiran tersebut.


Herlan yang ingin mengejar Deswey tidak terkejar lagi, sedangkan urusannya di perusahaan masih banyak.


Herlan pun berusaha menelpon istrinya, Deswey pun mengangkat telpon tersebut.


📞"Hai istriku, aku merindukanmu," ucap Herlan tiba-tiba.


Dooor...doooor.... bunyi tembakan terdengar oleh Herlan.


📞" Suamiku, aku tutup dulu ya panggilannya, semoga rindu kamu nanti tersampaikan, doakan aku pulang dengan baik," ucap Deswey menutup telpon tersebut.


Herlan panik dan gelisah dengan bunyi pistol tersebut. Herlan sibuk menghubungi mertuanya serta Very.

__ADS_1


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2