Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 80


__ADS_3

Gerald dan Olivia makin intens antar hubungan keduanya, hanya saja keduanya tidak terekspos hubungan mereka keduanya. Mereka berdua mampu menyimpan hubungan cinta mereka dari siapapun.


Mereka sering holiday bersama atas nama pekerjaannya, sehingga hampir saja keduanya ya Ketahun oleh keluarganya sendiri.


Gerald menarik tangan Olivia, yang mana mereka tengah berjalan-jalan di sebuah mall. Olivia bingung dengan sikap Gerald hingga dia pun bertanya.


"Kak Gerald ada apa sih? kita sedang bicara serius, kamu malah begitu," ucap Olivia mendengus kesal.


"Sebentar Olivia, kamu lihat di sana, di situ ada Tante kamu Rara," ucap Gerald menunjukkan ke arah Tante Rara.


Olivia terkejut bukan main, karena Tante Rara bukan dengan suaminya, Olivia berusaha mendekatinya dan ingin mengetahui Tante Rara berjalan dengan siapa, akan tetapi di cegah oleh Gerald.


"Kak, lepas biar aku tahu Tante Rara berjalan dengan siapa? kenapa dia bisa selingkuh dengan orang lain," ucap Olivia mendengus kesal.


"Kamu boleh bantu sayang, akan tetapi kita kesini buat jalan-jalannya bukan cari keributan, dan lagian kamu lupa ya kita refreshing kesini karena kata kamu penat, sehingga kita berpergian begini, sehari saja ya sayang, jangan urusi masalah orang lain," ucap Gerald memegang pipi Olivia.


"Baiklah, aku akan menuruti semua yang Kak Gerald bilang, kalau begitu ayoo kita makan," ucap Olivia fokus dengan Gerald.


Meskipun mereka sudah jauh dengan Tante Rara, akan tetapi Olivia terus saja memikirkannya, bahkan dia pun terus melamun dan akhiran di kejutkan oleh Gerald.


"Please kali ini saja, kita fokus makan ya Olivia, nanti kita cari jalan keluar tentang Tante Rara," ucap Gerald sambil menyantap makanan yang dihadapannya.


"Baik Kak, janji ya Kak Gerald," ucap Olivia memberikan kelingking nya untuk perjanjian di antara keduanya.


"Olivia sayang, kamu seperti anak kecil yang berprinsip begitu," ucap Gerald memegang hidung Olivia.


"Ih, cepatan lakukan kalau nggak aku ngambek loe Kak Gerald," ucap Olivia mulai cemberut.


"Baiklah adikku tersayang, aku akan berjanji kita makan dulu yook," ucap Gerald langsung menyantap makanan setelah berjanji.


Keduanya pun menyantap makanan tersebut dengan rasa nyaman serta canda tawa di antara keduanya.


Tante Rara melihat keduanya dari kejauahan, dia pun menghindari keduanya, takut akan ketahuan jika dia berjalan dengan seorang brondong.

__ADS_1


Tante Rara pun segera berjalan secepatnya menuju ke mobilnya dengan menarik brondong tersebut.


"Sayang, kamu kenapa menarik tangan ku dengan kuat, kita belum selesai ke mall nya,," ucap pria muda tersebut.


"Kita cari makan di tempat lain saja sayang, karena aku melihat keponakan ku, jika ketahuan bisa gawat," ucap Tante Rara menghidupkan mesin mobilnya.


Pria muda tersebut menenangkan Tante Rara.


"Sayang biar aku saja ya, tangan kamu gemetar loe, okey," ucap pria mudah tersebut.


Mereka pun pindah tempat, karena Tante Rara sudah kalang kabut takut akan ketahuan, walau dia bisa beralasan, akan tetapi dia paling nggak suka jika banyak hal yang ditanyakan.


Tante Rara tipekal wanita yang tidak suka jika kehidupannya di ikut campurkan oleh siapapun, Tante Rara itu adalah adiknya papa Olivia sehingga Olivia sangat peduli dengan hubungan pernikahan Tante nya tersebut, akan tetapi satu hal yang tidak diketahui oleh Olivia, bahwa hubungan pernikahan Tante dan oom nya itu sudah di ambang perceraian.


Tante Rara dan brondong tersebut pun pergi menjauh dari mall tersebut, setelah merasa baik Tante Rara pun bisa lega jauh dari Olivia.


Ternyata di tempat yang sama juga, Olivia melihat oom nya suami dari Tante Rara, berduaan dengan seorang wanita muda. Olivia pun terkejut, saat dia melihat sekeliling saat menemani Gerald membayar di kasir.


"Kamu kenapa sih Olivia, melihat apa lagi?" ucap Gerald membalikkan badannya karena sudah bayar.


"Kamu lihat ke arah dekat jendela belakang, itu oom berduaan dengan seorang wanita muda," ucap Olivia memegang lengan Gerald.


"Jadi mau nya kamu apa sayang?" ucap Gerald kembali bertanya.


"Aku tidak peduli, yang penting sekarang kita pulang saja" ucap Olivia memohon pada Gerald.


Olivia dan Gerald pun kembali ke apartemennya Gerald, karena mereka tidak memakai mobil sebab sedang di service, Olivia pun memeluk Gerald dan malah curhat.


"Hal ini yang tidak aku suka dari keluarga ini, mereka terlihat harmonis di dalam rumah, akan tetapi di dalam rumah mereka saling mencari kesenangan masing-masing," ucap Olivia mendengus kesal dalam pelukan Gerald.


"Iya sayang, inti nya kamu jangan membenci keluarga mu, sebenarnya mereka memang dari dulu hanya mementingkan kepentingan mereka, hanya papa mu di sana yang terlalu memikirkan keluarganya, bahkan mama mu bermain api di belakang papa mu, akan tetapi nggak tahu entah sekarang sudah berubah apa belum?" ucap Gerald menjelaskan.


Olivia hanya terdiam dalam pelukan Gerald, hanya laki-laki ini yang bisa menerima kelakuan keluarganya yang tidak jelas, bahkan Olivia sungguh muka jika sudah berlama disana.

__ADS_1


"Wajar saja papa membelikan apartemen atas nama ku, ternyata hal ini yang di takutkan papa mengetahuinya," ucap Olivia mulai berpikir.


Olivia tertidur setelah berpikir banyak, Gerald pun menyandarkan pada sisi badannya, karena Gerald sedang mengangkat telpon.


Sesampainya di apartemen Gerald, dia pun menggendong Olivia menuju kasur. Gerald pun melanjutkan kembali telpon tersebut. Olivia pun tidur dengan sangat nyaman


Di Lokasi nyonya Geby dan tuan Herley.


"Papa, bagaimana situasi di luar," ucap nyonya Geby penasaran.


"Seperti nya masih ada orang yang memantau ma, jadi sepertinya kita harus seminggu berada di sini," ucap tuan Herley memberi jawaban pada istrinya yang gelisah dengan anak-anaknya.


"Baik pa, kalau begitu kabari para pelayan yang berada di sebelah," ucap nyonya Geby pasrah.


Tuan Herley pun menghubungi anak buahnya di sana, tuan Herley menyampaikan bahwa kemungkinan mereka keluar dari tempat tersebut selama satu minggu.


Mendengar hal itu mereka hanya menuruti tuan Herley dan nyonya Geby yang sudah baik dengan mereka, jadi wajar pada pelayan sangat setia kepada keduanya.


Tuan Herley dan nyonya Geby memperlakukan orang lain seperti keluarga sendiri, maka dari itu para pelayan sungguh setia pada keduanya.


Setelah selesai berbicara, tuan Herley pun menghibur istrinya, dengan sesuatu yang membuatnya senang yaitu memijit.


"Wah enak banget pa, di pijit di bagian situ, coba pa naik ke punggung," ucap nyonya Geby mengatakan.


"Aww pa, sakit tahu bagaimana sih? jangan jahil loe sayaang," ucap tuan Herley.


Dari saling tatap-tatapan, memandang satu sama lain ,sehingga membuat keduanya beradu dalam satu asmara. Merasakan kenikmatan tiada tara.


💜💜💜💜


like dan comment ya


terima kasih, Bunga dan vote yaak...

__ADS_1


__ADS_2