
Herlan panik bukan kepalang, fokusnya tidak lagi di kantor. Herlan sibuk menelpon mertuanya namun tidak di angkatnya. Menelpon Very pun tidak di angkatnya.
"Aaargh, kemana sih semua orang?" ucap Herlan mendengus dengan amarah.
Pintu kantornya pun di ketok, saat masuk di lihatnya Very yang datang.
"Kamu darimana Very, aku mencari tahu keberadaan mu, akan tetapi kamu tidak mengangkat telpon ku," ucap Herlan marah.
"Herlan, aku tahu kegalauanmu, justru aku datang ke sini, di suruh mertua mu untuk tenang sementara ini dan kamu fokus mendoakan Deswey, karena Tuan Herley juga bersama Deswey menolongnya," ucap Very menjelaskan.
"Apaa papa mertua menemui Deswey?" ucap Herlan terkejut.
"Teruss aku ini apa bagi mereka? bukankah Tuan Herley harusnya istirahat, kan belum sembuh total dari sakit kemarin," ucap Herlan terkejut.
"Ehmz, aku juga tidak tahu Herlan, kita turuti saja yaa kata Tuan Herley, ini semua demi kebaikan kita, aku pun sudah menawarkan diri namun beliau bilang kita cukup menjaga Desy dan mama Geby," ucap Very menjelaskan.
Herlan gusar dengan pernyataan Tuan Herley melalui Very. Bukan karena apa sih, namun dirinya tidak di anggap berharga oleh mertuanya. Sehingga Herlan masih saja gelisah dengan istrinya dan mertuanya.
Herlan dan Very pun kembali fokus ke perusahaan sedangkan Nyonya Geby dan Desy fokus ke perusahaan keluarga mereka.
****
Dooooor....
Dooooor....
Suara pistol bersuara di telinga Deswey.
"Oh tidak aku harus mengarahkan para beranda*** ini menjauh dari jalan raya," ucap Deswey dalam hati.
Bruuuummm...,.
Bruuuummm..
Suara mobil pun bergerak dengan cepat, Deswey mengemudi dengan kecepatan penuh sehingga yang dibelakang sulit mengejar nya.
"Uuh, akhirnya bisa bersembunyi sejenak," ucap Deswey membersihkan lengannya yang kena besetan tembakan.
"Sini bos, saya obatin," ucap anak buahnya.
Deswey pun dibantu oleh anak buahnya untuk membersihkan luka besetan kena tembakan tersebut. Sementara itu mereka beristirahat sejenak. Saat Deswey istirahat di dalam mobil dan anak buahnya berjaga di luar, dering ponselnya berbunyi.
📞"Ya Hallo Pa, ada apa pa?" ucap Deswey menjawab.
📞"Kok papa diam sih," ucap Deswey balik bertanya.
📞"Aku suamimu Deswey, sekarang aku di tempat mama Geby, papa mertua memakai ponsel lainnya," ucap Herlan menjelaskan.
__ADS_1
📞"Oh Suamiku, ada apa Herlan?" ucap Deswey.
📞"Kamu bagaimana keadaan nya?" ucap Herlan bertanya.
📞"Aku baik kok tenang saja," ucap Deswey menjawab dengan menahan sakit.
📞"Bohong, ada suara rintihan sakitmu," ucap Herlan bertanya kembali.
📞"Serius Herlan, aku lagi menghela nafas sekarang," ucap Deswey menjelaskan.
Saat Deswey dan Herlan berbicara di telpon, anak buahnya mengedor kaca mobil. Deswey pun memberikan isyarat sebentar, karena mau menyelesaikan pembicaraan dengan suaminya.
Anak buahnya pun memahami maksud Deswey.
📞"Sayang, jawab sekarang," ucap Herlan bertanya karena istrinya diam saja.
📞"Herlan, aku tutup dulu ya, karena anak buah memanggil ku, okey ya Herlan," ucap Deswey menjawab.
Baru saja Herlan ingin berbicara, panggilan telpon sudah dimatikan.
"Uuh Kesal banget dengan Deswey," ucap Herlan mendengus kesal.
Herlan mengomel terus di dalam hatinya. Very yang melihat kegalauan bosnya hanya tersenyum dan bingung karena terkadang lain dimulut lain di hati.
****
"Nona Deswey, ini ada panggilan dari Tuan Herley," ucap anak buahnya menyerahkan ponsel tersebut.
📞"Sayang, kamu dimana sekarang?semuanya sudah aman sayang, karena strategi mu mereka semua sudah tertangkap oleh kepolisian," ucap Tuan Herley menjelaskan kepada putrinya.
📞"Syukurlah Pa, berarti semuanya aman," ucap Deswey mulai melemah.
📞"Iya sayang, sekarang kamu dimana?" ucap Tuan Herley bertanya.
📞"Tuan Herley, nona Deswey pingsan, saya akan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat dari sini," ucap anak buah Deswey.
📞"Oke, kirim alamat kalian dimana?" ucap Tuan Herley.
📞"Okey, saya tahu kalian akan kemana?" ucap Tuan Herley pada anak buahnya.
Panggilan pun terputus.
Anak buah Deswey melajukan mobil dengan sangat cepat, hingga dalam hitungan 15 menit sudah sampai di rumah sakit. Saat tiba di sana sudah ada Tuan Herley yang menanti anaknya, agar segera di obati.
Deswey pun dimasukan di sebuah ruangan ICU. Anak buahnya pun di suruh Tuan Herley untuk pulang, namun sebelumnya harus di obati terlebih dahulu.
Tuan Herley pun melakukan panggilan telpon ke Herlan, karena dia lupa memberi tahu menantunya.
__ADS_1
Dering ponsel Herlan pun berbunyi saat rapat. Herlan pun memohon izin mengangkat telpon.
📞"Iya Pa, Hallo," ucap Herlan.
📞"Kamu ke rumah sakit sekarang, papa sudah mengirim alamat rumah sakitnya, Deswey masuk rumah sakit," ucap Tuan Herley langsung menutup panggilan tersebut.
Herlan pun bergegas dan meninggalkan rapat yang digantikan oleh Very sementara waktu. Very pun memahami jika mendesak pasti berita dari Deswey.
"Silahkan dilanjutkan," ucap Very kepada karyawan yang persentase tadi.
Persentase pun berlanjut.
Herlan sampai di rumah sakit, dimana sudah ada Tuan Herley, Nyonya Geby dan Mama Heva.
"Gimana pa, keadaan Deswey sekarang?" ucap Herlan bertanya pada Tuan Herley.
"Sebentar lagi keluar Herlan, kita tunggu saja yaa," ucap Tuan Herley menenangkan menantunya.
Pintu ICU pun terbuka. Dokter pun keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana dokter istriku?" ucap Herlan langsung bertanya ke dokter.
"Nona Deswey sehat, tadi kami hanya mengobati lengannya yang terluka, bersyukur nya Nona Deswey sudah melakukan penanganan pertama, jadi semula aman," ucap dokter mengatakan.
"Baik, kalau begitu saya permisi, kepada Tuan Herley, bisa kah ke ruangan saya untuk mengambil resep obat," ucap Dokter.
"Saya saja dok, papa mertua saya biar melihat anaknya dulu, saya mau tahu detail tentang istri saya," ucap Herlan berkata.
"Baik, kalau begitu kamu ikut saya ke ruangan ku," ucap Dokter tersebut.
Herlan pun mengikuti dokter tersebut sampai ke ruangannya.
Dokter pun menjelaskan kepada Herlan. Setelah mendengar penjelasan dokter, Herlan pun bergegas ke apotik terdekat untuk menembus obat tersebut. Herlan merasa lega karena tembakan yang melukai lengan istrinya tidak terlalu parah.
Setelah selesai Herlan membeli obat, dia pun mampir ke mini market yang berada di rumah sakit untuk keluarganya.
Setelah selesai dia pun menuju ruangan tersebut, tampak dilihatnya Deswey tengah berbicara dengan Tuan Herley, Nyonya Geby dan mama Heva. Saat Herlan datang semuanya meminta izin untuk pamit.
"Eeh Herlan, untung ada kamu, kami semua mau pergi makan dulu kalau begitu," ucap Nyonya Geby, dan Mama Heva pun paham dimaksud oleh besannya tersebut, hanya saja Tuan Herley tidak ingin berpisah dengan Deswey.
"Nanti dulu ma, papa masih kangen dengan Deswey," ucap Tuan Herley.
"Kalau papa nggak nurut, mama ngambek," ucap Nyonya Geby pergi begitu saja dengan mengedipkan kepada mama Heva untuk ikut pergi juga.
"Deswey, papa bujuk mama dulu yaa, Herlan jaga anakku dengan baik ya," ucap Tuan Herley.
Deswey hanya tersenyum kecil dengan tingkah kedua orangtuanya yang masih mesra meski sudah berumur dan memiliki anak.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁