Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 83


__ADS_3

Herlan dan Very beserta pasangan mereka pun berbicara di ruang tamu begitupun ada nyonya Heva disana.


"Baiklah, ada hal penting yang akan kita bahas malam ini," ucap Herlan berbicara serius.


"Wah wajah Kak Herlan serius banget," ucap Desy sambil ngemil.


"Iya dek, ini benaran serius tentang keberadaan nyonya Geby dan tuan Herley," ucap Herlan bicara dengan nada serius.


"Tadi siang, ada surat yang datang kepada saya, dan sepertinya itu tulisan mama kalian, isinya jangan percaya apapun tentang informasi tentang orang tua kalian, makanya aku dengan Very bergegas pulang mencari keberadaan kalian, dan bersyukur nya kalian tidak keluar rumah," ucap Herlan menjelaskan.


"Yup, benar banget, apalagi saat kami tahu kalian tidak mengangkat panggilan kita, tambah khawatir kita berdua, eeh nggak tahu nya kalian sedang berenang," ucap Very mendengus kesal.


"Oh jadi begitu, terus kenapa sayang kalian berdua tidak langsung pergi saat menerima pesan tersebut," ucap nyonya Heva bertanya.


"Desy yang menyuruh kita jangan pergi dulu, kalau memang itu adalah asisten papa pasti akan mengulangin perkataan mereka, akan tetapi itu tidak," ucap Deswey mengatakan.


"Iya benar, makanya aku sama Kak Deswey memilih untuk berenang saja, karena Desy analisis dari cerita Kak Deswey papa dan mama pasti akan memberi tahu langsung saat semua aman tanpa menyuruh orang lain," ucap Desy masih mengemil makanan di depan matanya.


" Jadi ke depannya, Desy dan Deswey masih di rumah saja ya sayang, karena penjagaan di luar sudah ketat, dan cctv sudah di pasang hampir segala sisi, kalau begitu mama masuk ke kamar lebih dulu ya karena mama sudah mengantuk," ucap nyonya Heva.


Nyonya Heva pun di papah oleh Herlan untuk kembali ke kamarnya.


Very menemani istrinya makan, karena istrinya tengah mengemil makanan sehingga Very harus menemani istrinya. Sedangkan Deswey pamit langsung ke kamarnya meninggalkan adiknya dan Very.


Deswey di kamar pun membaca buku, akan tetapi dia mual sejadi-jadinya, memang sudah memasuki bulan-bulan mual, sehingga kondisi tubuh Deswey drop.


Herlan pun tiba di kamar, Herlan langsung berlari ke kamar mandi saat tahu istrinya sedang mual.


"Sayang, buka pintu kamar mandi nya biar aku bantu sayang," ucap Herlan mengedor.


Deswey pun keluar dengan tubuh yang lemas, untung ada Herlan yang memapah istrinya.


"Sayang, apakah sekarang sudah bulannya kamu mual ya sayang? udah lama loe aku ngga menemani kamu ke Dokter, aku telpon dokter ya untuk ke rumah kita," ucap Herlan khawatir dengan kondisi istrinya.

__ADS_1


"Ja-ngan sayang, ini sudah larut, kasihan dokternya, kamu telpon saja akan tetapi jangan menyuruhnya kesini, bilang saja apa yang harus kamu lakukan," ucap Deswey dengan suara lemah.


"Baik sayang, aku akan menuruti kemauan kamu," ucap Herlan sambil menelpon dokter tersebut.


Herlan pun berkomunikasi dengan dokter pribadinya, dia pun memahami yang disampaikan oleh dokter, dia pun menjalankan yang di suruh dokter.


Setelah selesai yang di suruh dokter, Deswey pun tertidur pulas akan tetapi dia menggigau memegang lengan suaminya, sehingga Herlan harus tidur berada di sisi istrinya.


[Sayang, jika kamu menginginkan sesuatu katakan ya aku janji akan menepatinya, selama keinginan mu tidak menyuruh kita berpisah, karena aku sudah mencintai mu dengan sangat mendalam] gumam Herlan sambil mencium kening istrinya.


Pagi pun menjelang, akan tetapi Deswey belum bangun dari tidurnya dan di tatap langsung oleh Herlan. Herlan panik dan langsung menelpon dokter pribadinya.


Dokter pun datang, nyonya Heva bingung dengan situasi tersebut karena ada dokter pribadi mereka datang ke rumahnya.


"Siapa yang sakit?" ucap nyonya Heva mengikuti dokter dari belakang.


Saat dokter tiba di kamar tuan Herlan, dia pun memeriksa keadaan Deswey dan menyatakan bahwa Deswey demam karena stress, dokter tersebut memberikan resep kepada Herlan. Herlan pun mengantarkan dokter sampai ke pagar rumah, sedangkan istrinya di jaga nyonya Heva.


"Deswey, kamu jaga kesehatan ya jangan stress sayang, karena saat ini kamu berbadan dua jadi, ada dua nyawa yang harus kamu lindungi sekarang," ucap nyonya Heva sambil mencium kening Deswey.


"Ma, hari ini aku nggak ke kantor ya, mau jagain Deswey," ucap Herlan kepada mama nya.


"Iya sayang," ucap Nyonya Heva.


Saat keduanya bicara, Desy datang menabrak pintu kamar tuan Herlan


"Ya ampun Desy, hati-hati sayang," ucap nyonya Heva.


"Mama Heva dan Kak Herlan, bagaimana keadaan Kak Deswey?" ucap Desy khawatir melihat kondisi kakaknya.


"Kakakmu demam karena stress, jadi kakak yang akan menjaga Kaka Deswey," ucap Herlan.


"Tapi bos, ada rapat penting hari ini," ucap Very.

__ADS_1


"Istriku lebih penting dari apapun," ucap Herlan.


Deswey pun terbangun dan meminta Herlan mendengarkan ucapannya melalui telinganya di dekat bibir istrinya, sebab suara Deswey parau.


"Terima kasih sayang ku, kamu adalah kehidupan ku," ucap Deswey menjawab dengan tersenyum.


Herlan pun hanya tersenyum dengan muka malu-malu nya seperti kepiting rebus.


Herlan pun mendekati istrinya dan menjawab.


"Kamu pun dunia ku sayang dan istriku," ucap Herlan dengan suara lembut.


Deswey pun tersenyum melihat sikap suaminya, dan memeluk suaminya dengan sangat erat. Keduanya pun saling senyum satu sama lain.


Di tempat berbeda.


Nyonya Geby dan Tuan Herley menerima surat dari anak-anaknya. Ketika menerima surat tersebut mereka sangat terkejut dengan kabar tersebut. Sehingga nyonya Geby seolah-olah ingin menemui langsung anaknya, akan tetapi dengan sabar tuan Herley mencegah istrinya.


"Istriku kamu tenang lah, anak kita sudah ada yang melindungi mereka, keduanya sudah memiliki pasangan," ucap tuan Herley menghibur istrinya.


"Tapi pa, aku sangat mengkhawatirkan Desy dan Deswey mereka hampir saja di tipu oleh Geng black white ,jika mereka sampai di culik aku tidak mau hidup lagi pa," ucap nyonya Geby menangis di pelukan suaminya.


"Iya istriku, aku memahami maksud mu, jadi aku berharap kamu bersabar, janji setelah aman kita akan langsung ke luar dari rumah bawah tanah," ucap tuan Herley menghibur istrinya yang sedang menangis.


"Baiklah, kali ini aku percaya perkataan mu suamiku, janji ya setelah ini kita menemui anak-anak kita," ucap nyonya Geby menghapus air matanya.


"Oh ya istriku, bukan kah tadi di dalam surat berisi keterangan bahwa Deswey tengah mengandung, berarti sebentar lagi kita akan jadi nenek dan kakek," ucap tuan Herley membantu menghapus air mata istrinya.


"Hehe, iya benar suamiku, kita akan memiliki cucu nantinya," ucap nyonya Geby memeluk suaminya dengan lembut.


Tuan Herley pun mencium kening istrinya dan mengajak istrinya untuk tidur agar istrinya bisa berpikir jernih setelah bangun dari tidurnya.


🎉🎉🎉🎉

__ADS_1


Penasaran kelanjutannya.


Like dan comment ya, Vote, gift karena dukungan kalian sangat berarti 🤭


__ADS_2