
Waktu begitu cepat, hingga pernikahan tersebut berlangsung sangat mewah meskipun terkesan sederhana hanya orang tertentu yang di undang.
Nyonya dan Suaminya pun tersenyum menatap para tamu, karena akad suci pernikahan mereka sudah dilaksanakan dengan khidmat.
Bahkan, Herlan yang sebagai saksi mama nya hanya meneteskan air mata bahwa mama nya akan menikah di usia nya yang tidak muda lagi.
Herlan sangat bahagia dengan senyuman mama nya, padahal saat itu Herlan tengah menggendong anaknya. Si kembar wanita anaknya mendongak ke wajah Herlan.
Seolah-olah dia memahami kesedihan papa nya. Si kembar pun saling menoleh satu sama lain, agar Deswey ibu mereka mendekati papa nya.
Deswey yang mendengar tangisan keduanya merasa bingung dan mendekatkan media. Betapa terkejut Deswey melihat suaminya yang sudah meneteskan air mata.
Deswey memahami si kembar bertingkah karena melihat papa mereka yang tengah bersedih. Deswey pun mendekati suaminya dan si kembar pun kembali terdiam.
"Suamiku, ayo kita duduk, kan mama sama papa sedang berbicara dengan tamu yang lain, anak-anak kita juga sepertinya butuh perhatian kita berdua," ucap Deswey menepi pundak Herlan.
"Kamu bilang apa sayang? maaf aku sedang memikirkan hal lain," ucap Herlan menghapus air matanya dengan jarinya yang masih terjangkau.
"Kita duduk di sana yook sayang, si kembar sepertinya mau makan, air susu ku dari tadi sakit melulu'," ucap Deswey pada suaminya.
Herlan mengikuti saja kemauan Deswey, hingga si kembar bergilir di beri susu oleh Herlan. Herlan pun dalam posisi melamun tanpa bicara, hingga anak yang di pangkal nya menyadarkan nya.
"Maaf ya anak papa, hari ini papa banyak melamun, kamu nggak marah anak papa yang cantik," ucapnya pada anaknya.
Anak yang dipangkauan nya pun hanya tertawa. Deswey yang melihat hal itu hanya tersenyum saja, dia berharap Herlan bisa tersenyum seperti semula.
Pernikahan pun berlangganan berjalan lancar tanpa hambatan apapun. Setelah pernikahan usai keluarga besar nyonya Heva pun berkumpul untuk makan dan memperkenalkan suami baru nyonya Heva.
Tampak keluarga besar tersebut menerima suami baru dari nyonya Heva tersebut. Hingga suasana nya jadi ramai terkadang suami nyonya Heva suka berguyon sehingga membuat suasana jadi ramai dan tidak menegangkan.
Nyonya Geby yang menatap kebahagiaan nyonya Heva mengingat suaminya yang jauh dari nya, padahal kini dirinya tengah berbadan dua. Melihat hal itu Desy mendekati mama nya.
Desy memeluk mama nya, karena dia memahami kekhawatiran mama nya terhadap papa mereka. Nyonya Geby pun menyium anaknya dengan lembut, mereka pun hanya menatap satu sama lain.
__ADS_1
"Mama jangan sedih begitu dong, mama harus yakin bahwa papa sehat di luar sana, papa pun demikian memikirkan mama, jadi jika pikiran mama baik, maka papa akan baik," ucap Desy memeluk mama nya.
"Terima kasih sayang sudah menenangkan mama," ucap mama Geby.
Deswey tidak bisa mendekati mama nya yang tengah sedih, karena dia sibuk mendampingi mama Heva karena para tamu sudah pulang perlahan meninggalkan kediaman mereka.
Hingga hening tempat tersebut dari semua orang. Nyonya Heva dan suaminya meminta izin kepada anak, mantu serta besan nya bahwa malam ini mereka akan tidur di sebuah hotel, ingin menikmati waktu berdua bersama.
Herlan pun mengizinkan dan memperlihatkan kebahagiaan kepada mama nya, agar mama nya merasa bahagia melihat senyumannya begitu pun yang lainnya.
Nyonya Geby pun demikian memeluk nyonya Heva agar selalu bahagia. Nyonya Heva merasa bahagia memiliki besan seperti nyonya Geby layaknya seperti saudara kandungnya.
Keduanya menangis dalam Isak tangisnya. Karena menangis jadi semuanya ikutan dalam tangisan tersebut, dan bayi si kembar Desy dan Deswey pun terbangun.
Mereka semua pun tertawa bareng karena lihat si kembar anak Desy dan Deswey bersamaan sedihnya dan kembali berhenti ketika semuanya tertawa.
Di tempat yang berbeda
Tuan Herley pun berdoa pada Maha Kuasa agar mendapatkan perlindungan dari segala mara bahaya, Tuan Herley mengingat kembali wajah istri, anak-anaknya, mantu serta cucu dan keluarga besarnya.
Tuan Herley pun kembali ke topik awalnya sehingga mereka kembali fokus. Penyergapan dilakukan, tuan Herley serta anak buahnya sudah memakai baju Anti peluru sehingga terlindungi setidaknya. Mereka lakukan hal tersebut guna keamanan masing-masing.
"Jadi tuan Herley, malam ini kita akan lakukan di tempat yang sudah kita tentukan ya," ucap anak buahnya.
"Iya, kita akan lakukan sesuai rencana kita, kalian yang bertugas berjaga di tempat, jangan lupa kode kita ya," ucap tuan Herley.
"Siap tuan Herley," ucap anak buahnya serempak.
"Oke, kita bertemu di tempat yang sudah di tentukan," ucap Tuan Herley.
Mereka pun melakukan aksi penyergapan dengan di perbantu oleh pihak kepolisian yang memang black white sudah melakukan tindakan kriminal.
Sesampainya di tempat mereka pun sudah melakukan rencana, pihak kepolisian yang menyamar masih memantau dari kejauahan. Karena tuan Herley masih mengadakan negosiasi dengan bos nya black white.
__ADS_1
Meskipun cukup alot dan lama negoisasi masih saja belum membuahkan hasil karena bos black white merasa tidak adil atas keputusan yang di buat oleh tuan Herley.
Hingga penembakan pun terjadi di pihak black white. Hantaman bunyi pistol pun menggemaskan saling menembak hingga peluru habis dan perkelahian tidak terelakkan lagi.
Hingga kepolisian datang dan tuan Herley mengejar bos black white yang memang musuhnya sejak dulu. Hingga keluarga nya harus berpisah satu sama lain. Bahkan keluar yang sangat di cintai di bunuh oleh black white.
Keduanya pun bertemu pada titik yang jauh dari perkotaan. Hingga perkelahian tidak terelakkan lagi dan bunyi pistol pun kembali menggema di tempat itu.
Dooor....
Dooor....
"Kurang ajar kamu Herley, ternyata kamu bekerja sama dengan pihak kepolisian," ucap bos black white kesal.
" Ini sudah semestinya, ayo menyerahkan diri lah sekarang," ucap Tuan Herley.
"Ti-dal akan, karena kita akan mati bersama," ucap bos black white tersebut.
Semakin mendekati tuan Herley, tanpa diketahui oleh tuan Herley bom pun meledak dan tuan Herley terpental jauh. Untung saja ada pihak kepolisian yang melihat hal itu, dan melihat tuan Herley jatuh pingsan.
Pihak kepolisian pun membawa tuan Herley ke rumah sakit, serta yang lainnya mencari bos black white dan memasukan penjara para anak buahnya.
Hingga di malam itu nyonya Geby merasakan kesakitan, karena memang bulan tersebut sudah waktunya harus lahiran, meskipun masih memiliki 3 Minggu menjelang bulan genapnya.
"Aaaaaghhh papapaaa," teriak nyonya Geby.
Desy dan Deswey yang mendengar langsung berlari menuju kamar mereka, sedangkan suami mereka di suruh menjaga anak mereka.
"Mama," ucap keduanya memeluk mamanya.
🍁🍁🍁🍁
Like dan comment ya
__ADS_1