
Deswey pun membereskan semua barang-barang nya untuk segera pergi dari Rumah Sakit secara diam-diam, semua sudah direncanakannya dengan matang, saat dia berdua dengan Herlan sengaja Deswey meminta tolong membelikan sesuatu sehingga tinggal dia sendiri di kamar pasien tersebut.
Setelah dirasa semuanya terasa aman, Deswey pun menjalankan aksinya dan sudah menulis pesan di atas meja tersebut.
"Herlan, untuk sementara ini aku ingin sendirian yaa dalam penyembuhan, nanti aku hubungi lebih lanjut," begitulah isi pesan tersebut yang ingin disampaikan kepada Herlan.
Ketika Herlan selesai membelikan sesuatu dia bingung di atas kasur tidak ada lagi keberadaan Deswey dan berkata "Cewek dekil itu kemana sih?, namun Herlan tertuju pada satu kertas di atas meja setelah dia membaca nya, Herlan mencoba menghubungi Deswey nihil karena ponsel, Deswey tidak bisa di hubungi."
Tiba di rumah.
Akhirnya bisa sampai di rumah dengan tenang, saat nya tiduran dan nikmati tempat tidurku begitulah pikiran Deswey.
Seharian Deswey hanya di rumah saja, dia tidak mengetahui bahwa Herlan di luar sana selalu mencari keberadaan. Bahkan ketika dia ke rumah Deswey pun bingung karena keadaan rumah tersebut tetap tertutup seperti tidak ada yang menghuninya.
Herlan sudah pasrah mencari keberadaan Deswey hingga dia tiba dirumah dan ditanyai mama Heva, dan seolah-olah mama Heva menyalahkan dirinya. Sehingga yang dilakukan Herlan yang beristirahat sejenak di kamar.
Pesan dari Deswey pun datang di ponsel Herlan "Herlan, maaf yaa Herlan baru ngabari saat ini saya sudah sehat tapi masih mau menyendiri ya dan tenang saja tidak akan membuat mu malu sama sekali" begitulah isi pesan WhatsApp tersebut."
Herlan hanya menghela nafas yang panjang, mama nya bingung dengan sikap Herlan dan bertanya "kamu kenapa menghela nafas panjang begitu, apakah ada kabar dari Deswey," ucap Mama Heva.
Herlan pun memperlihatkan pesan WhatsApp dari Deswey sehingga dibaca oleh mama Heva. Mama Heva hanya menggangguk saja dengan pesan tersebut dan langsung makan dengan tenang.
Setelah semua selesai makan, mama Heva dan Herlan pun berangkat ke kantor masing-masing. Tiada suara atau pun pembicaraan setelah keduanya membaca pesan Deswey tersebut.
Dalam perjalanan Mama Heva membaca perkembangan saham dari ponselnya dan seketika ada notif dari Deswey "Tante Heva, Deswey sekarang sudah berada di kantor jadi saya tunggu di sini yaa."
Mama Heva dengan tersenyum merekah menjawab pesan itu "oke sayang, tunggu mama Heva ya."
Mama Heva selalu tersenyum ketika ada pesan dari Deswey.
Tiba di kantor.
__ADS_1
Semua pegawai memberi salam kepada Nyonya Heva, ketika tiba di meja resepsionis ada sedikit keributan dan nyonya Heva pun menghampiri "ada apa ini kenapa bisa ada keributan seperti ini?."
Seorang wanita cantik menemui Nyonya Heva memberi salam dan hormat kepada beliau. "Salam Tante Heva, apakah Tante tidak mengenali penampilan ku yang seperti ini?."
Nyonya Heva hanya tersenyum dan mengandeng wanita cantik dengan postur tubuh yang sangat mendukung jadi seorang model "kenal dong kamu menantuku kan Deswey Herley."
Deswey pun langsung memeluk calon mertuanya itu dengan penuh haru begitu pun juga dengan Mama Heva memeluknya dengan sangat erat dan berkata "Tante bolehkah Deswey bertanya."
"Boleh dong apapun yang kamu tanyakan pasti Tante akan menjawabnya," ucap nyonya Heva.
Keduanya pun tiba di kantor Nyonya Heva...
"Alasan Tante menjadikan saya menantu kenapa?" pertanyaaan keduanya menyusul ucap Deswey.
"Karena Deswey sudah mengorbankan nyawa untuk menolong Tante, sehingga bagi Tante kamu adalah pilihan yang tepat untuk mendampingi anak Tante yang super super cuek itu," ucap nyonya Heva.
Deswey pun menahan senyumannya karena alasan Tante Heva sungguh unik dan berkata "maaf Tante saya menutup mulut takut Tante tersinggung karena alasannya sungguh unik."
Nyonya Heva dan Deswey pun tertawa bersama sehingga terdengar dari luar tawa tersebut. Para pegawai mulai berbisik satu sama lain.
Setelah selesai Deswey pun berpamitan, dan mama Heva pun berkata "Deswey Tante mau nanya kamu suka penampilanmu yang feminim atau tomboy."
"Semuanya memiliki karakter tersembunyi Tante, saya suka semua ke depannya Deswey akan menyesuaikan kondisi yang ada, kalau begitu Deswey pamit pergi ya Tante," ucap Deswey sambil melambaikan tangannya.
Nyonya Heva pun mengantarkan Deswey hanya sampai meja resepsionis. Nyonya Heva pun berbicara dengan karyawan tersebut "Ke depannya jika Deswey datang hubungi saya langsung ya dan good job atas pekerjaan mu yang mengikuti prosedur karena calon menantuku tidak menghiraukan nya sama sekali."
"Terima kasih Nyonya atas kebaikan hatinya, saya akan lebih baik lagi ke depannya," ucap karyawan tersebut sambil menundukkan badannya mengucapkan terima kasih.
Saat Nyonya Heva memasuki kantornya, Herlan sudah di duduk di sofa dan berkata " Ma, tadi ada tamu siapa mama berbicara sampai tertawa lebar seperti itu, apakah wanita itu Deswey."
Nyonya Heva pun duduk dengan santainya sambil menghirup teh yang ada di depannya dan berkata " benar banget, yang mama ajak bicara tadi adalah Deswey dia mengubah penampilannya karena dia mau."
__ADS_1
Herlan pun terkejut dengan muka cemberut dan berkata "dia itu tunangan aku ma, kenapa setelah sembuh dari Rumah Sakit tidak mau bertemu dengan aku, aku salah apa dengannya?."
Nyonya Heva pun sambil menyeruput teh nya yang mulai mendingin dan berkata "Deswey lagi perlu penenangan sayang, jadi pasti dia akan menghubungi kamu jika waktu yang tepat."
Herlan meninggalkan ruangan tersebut dan ngedumel dalam hatinya "yaa calon suaminya siapa yang mertua siapa? kenapa Deswey dekat banget sih sama mama buat aku penasaran saja dengan cewek dekil itu, kalau gitu aku coba video call saja deh."
Video call.
"Hai calon suamiku, kangen yaa tidak mendengar kabarku," ucap Deswey ditengah para muridnya.
Herlan memandangi lokasi tempat Deswey dan berkata "Kamu dimana cewek dekil? kok rame bener dengan pakaian bela diri," ucap Herlan penasaran.
Wajah Deswey mulai kesal dengan panggilan tersebut dan tidak dihiraukan nya lalu langsung menutup panggilan tersebut dan chatt di WhatsApp "Aku sibuk, sekarang jadi pelatih bela diri. Jika kamu menghormati ku berhentilah berkata cewek dekil dan minta maaf karena mengatakan kamu calon suamiku, tapi tenang saja saya sudah klarifikasi dengan orang-orang disini," begitulah isi pesan tersebut.
Entah kenapa seperti ada hati yang tersakiti sontak Herlan gelisah dengan sikapnya. Padahal selama ini sedikit pun dia tidak pernah mengganggap cewek dekil itu ada. Tapi berbeda ketika wanita itu berkata "jika kamu menghormatiku maka berhentilah mengucap kan cewek dekil," pesan tersebut terus terngiang di pikirannya.
Tiga Hari kemudian.
Mama Heva mengadakan arisan di malam hari dengan mengajak Deswey, Deswey mengenakan gaun panjang berwarna pink muda lengan pendek dengan rambut tergerai panjang. Tampilannya saat itu sangat memukau semua yang melihatnya, tanpa terkecuali Herlan pun tidak berhenti dari pandangannya.
Setelah selesai semua teman-teman Nyonya Heva pun mengobrol sedangkan Deswey pamit ke kamar mandi, padahal tidak ke sana sama sekali.
Argh lega juga bisa melepas high heels sontak kata-kata itu keluar dari mulutnya Deswey dengan mengunyah makanan yang disukai dimeja dapur.
Herlan pun mendekati dan mengamatinya "Kamu tidak suka pakai high heels, kan bisa di ganti yang lain."
Deswey benar-benar tidak memperdulikan yang dibicarakan oleh Herlan, hingga Herlan kesal sendiri karena di cuekin.
"Deswey, mau kamu apa sih?" teriak Herlan..
"Nggak ada, aku lagi asyik makan saja," ucap Deswey sambil melanjutkan makannya.
__ADS_1
πππππ
Like and Comment yaβΊοΈ