
Herlan menetes air mata atas pernyataan Deswey. Istrinya tidak mempercayai cinta yang telah di hadirkan, mungkin Deswey berpikir bahwa cinta mereka palsu karena adanya pernikahan kontrak yang hanya di ketahui oleh mereka saja. Herlan terus saja menyalahkan dirinya atas kebodohan nya waktu itu.
Begitupun dengan Deswey menyatakan perkataaan itu pada Herlan. Agar Herlan tidak terlalu jauh mencintaimu nya, Deswey menyadari bahwa Herlan sudah mencintainya. Akan tetapi sengaja dia berkata begitu, agar Herlan tidak mencintainya. Dan lagian juga pernikahan mereka di atas kontrak.
Di tempat lain dengan posisi yang bingung di ungkapkan.
Nyonya Heva sudah mengetahui hubungan anaknya dengan Deswey. Karena beratnya pikiran tersebut, hingga membuat Nyonya Heva pingsan di jalan rumah sakit. Nyonya Heva pun di bawa oleh Desy dan Very yang tepat melihatnya.
Mereka pun membopong Nyonya Heva ke ruangan rumah sakit untuk di rawat. Setelah di periksa dokter, tensi Nyonya Heva sedang naik. Jadi butuh istirahat sejenak, Desy dan Very pun menjaga nyonya Heva hingga sadarkan diri.
"Sayang, kamu ke mini market sana, belikan buah, roti dan minuman yaa, aku serat nie, sekaligus untuk nyonya Heva juga," ucap Desy meminta tolong pada Very.
"Apaa kamu bilang apa tadi Desy?" ucap Very sengaja menggoda calon istrinya.
"Aduuh, hayoo ke mini market sekarang," ucap Desy mendorong Very keluar ruangan.
Beberapa menit setelah Very keluar, nyonya Heva pun sadarkan diri. Nyonya Heva pun meminta Desy mengambilkan air minum yang ada di tasnya.
Desy pun mengambilkan dan membantu nyonya Heva untuk minum. Setelah selesai nyonya Heva mencoba berbicara dengan Desy.
"Desy, apakah kamu tahu semua tentang kakakmu perihal tentang pernikahan mereka," ucap nyonya Heva bertanya.
"Kakak tertutup tentang hal itu, yang dia katakan bahwa dia bahagia memiliki mertua sebaik nyonya Heva, hanya hal itu saja yang dikatakan Kak Deswey dengan saya, memangnya kenapa nyonya Heva?" ucap Desy penasaran.
"Pernahkah dia membicarakan Herlan denganmu," ucap nyonya Heva bertanya.
"Kakak kalau masalah rumah tangganya nggak pernah cerita apapun nyonya, tapi kalau dia bercerita pasti tersenyum gitu, tak ada satupun cerita dari mulutnya, kenapa memangnya Nyonya Heva," ucap Desy bertanya.
"Tidak apa-apa, kalian berdua ada urusan apa ke rumah sakit, menjenguk Deswey ya," ucap Nyonya Heva.
__ADS_1
"Iya aku mau menemui kakak, sangat rindu dengannya, kak Deswey itu segalanya bagiku, kalau orang lain tidak menyayangi nggak apa-apa, tapi kalau kak Deswey membenciku dunia ku hancur," ucap Desy mengungkapkan perasaan nya.
"Apakah kamu begitu menyayangi kakak mu Desy?" ucap Nyonya Heva bertanya.
"Iya dong, kami semua sayang sama Kaka Deswey, kakak Deswey akan melakukan apa saja demi orang yang dia sayangi, hanya saja kakak Deswey belum bertemu lelaki yang bisa meruntuhkannya bongkahan es di hatinya, semoga Kak Herlan bisa meruntuhkan nya," ucap Desy panjang lebar.
Saat mereka berdua asyik ngobrol, datanglah Very membawa kan makanan.
"Eeh calon suamiku datang," ucap Desy menyambut Very dengan gembira.
"Hihi, kalian berdua ini lucu sekali, sebelum menikah sudah imut begini," ucap Nyonya Heva tersenyum.
"Argh, nyonya Heva, calon istriku saja yang berlebihan makanya dia hanya mengatakan sesuatu yang lebay di depan saya saja," ucap Very menjawab.
"Haahah, begitulah kami nyonya Heva, selalu saja bercanda bersama," ucap Desy sambil mengupas buah.
Nyonya Heva hanya tersenyum melihat sikap Keduanya, dia iri dengan kemesraan dua sejoli ini, tapi dia merasa kasihan dengan kedua insan yang terpaksa menikah karena keinginannya.
Saat mereka ingin masuk, mereka melihat perdebatan di antara keduanya. Desy dan Very memilih diam di tempat, agar tidak masuk ke ruangan tersebut.
"Calon suamiku, sepertinya kita jangan masuk dulu, mereka sedang dalam perdebatan sengit, nanti masalahnya belum kelar," ucap Desy berbisik ke telinga suaminya.
"Oke kalau gitu, kita duduk di sini sejenak sekitar 30 menit setelahnya kita akan masuk, okey," ucap Very.
Very dan Desy pun duduk diam sibuk dengan ponsel mereka masing-masing. Di dalam ruangan tersebut memang benar Deswey tengah berdebat dengan Herlan.
Ruangan pasien Deswey.
"Aku tidak akan mengizinkan mu ke Paris Deswey, kamu itu istriku jadi jika mau berpergian harus bersama ku, tidak boleh sendirian," ucap Herlan memberikan ketegasan.
__ADS_1
"Aku punya hak atas hidupku Herlan, walau kamu suamiku, status kita dari awal sudah jelas hanya suami di atas kontrak, tidak lebih dari itu, terus pernikahan ini harus kita selesaikan, tidak bisa berlarut begini saja, kamu bisa menikah lagi, tapi aku tidak akan menikah lagi, karena niatku menikah hanya satu sekali," ucap Deswey menjawab.
"Untuk apa kamu ke Paris, jika terjadi sesuatu dengan kamu bagaimana?, aku tidak berjauhan darimu Deswey, please aku mohon mengertilah, jangan egois sendiri, aku peduli tentang hidupmu, maka aku mohon jangan pergi," ucap Herlan meminta pada istrinya.
"Aku tahu Herlan, kita satu sama lain sudah saling tergantung, makanya aku meminta mohon kabulkan permintaan ku, keberangkatan nya masih lama, seminggu lagi, aku janji akan sehatkan kondisi tubuhku, dan pulang dengan sehat tanpa memberikan kesedihan padamu, tapi aku minta izinkan aku, walau aku tahu hubungan kita di atas kontrak, tapi izin suami diperlukan ketika istri pergi jauh, aku menghormati dan meminta izin padamu karena kamu suamiku Herlan," ucap Deswey.
"Baik aku akan mengizinkanmu, dengan syarat seminggu setelah kamu sembuh, aku tidak mau kamu pergi masih dalam keadaan sakit, nanti orangtuamu menyangka nya, aku berbuat aniaya padamu," ucap Herlan memalingkan mukanya.
Deswey tahu kalau suaminya belum bisa merelakannya.
"Suamiku, kesini sebentar," ucap Deswey meminta suaminya mendekat.
Herlan pun mendekat dan duduk di atas kasur. Deswey pun memegang pipi suaminya dan menghadapkan ke mukanya.
"Bilang ke aku, kalau kamu mengizinkan ku, tatap wajah aku, jangan dipalingkan sedikit pun," ucap Deswey masih memegang pipi suaminya.
Herlan dalam hatinya.
(Aduuh baru kali ini pipi ku di pegang wanita, mana harus menatap wajah Deswey lagi, aku nyerah Deswey jika memandang wajahmu, aku kalah, kalau aku mencintaimu lebih dulu, tapi aku malu mengatakan semuanya)
"Hey, kenapa melamun? hayoo jawab, jadi nggak mau jawab nie, aku ngambek ya," ucap Deswey.
Herlan pun memandang wajah istrinya dan berkata :
"Iya aku mengizinkan istriku pergi ke Paris asal dia sudah sehat dan sembuh, pastinya pulang dalam keadaan sehat dan selamat," ucap Herlan mengatakan pada istrinya.
"Hahah, nah gitu dong," ucap Deswey mencium ponsel yang direkamnya.
Herlan hanya tersenyum malu atas sikap istrinya.
__ADS_1
💐💐💐💐💐