
Deswey pun fokus dengan membacanya. Namun, karena sudah terlalu lama dia pun tertidur di ruang perpustakaan tersebut. Sedangkan kamarnya terkunci, karena Deswey tidak suka diganggu kalau sedang di kamar. Entah apapun kegiatannya di dalam kamar tersebut, sehingga Nyonya Heva dan Herlan pun memahami nya karena itu kebiasaan di rumahnya begitu.
Herlan menuju ruangan parkirannya, karena karyawannya sibuk meminta tanda tangannya hingga tertunda setengah jam tertunda untuk menemui istrinya.
Herlan kepikiran dengan sikap Deswey yang pertama kali video call. Dan Herlan paham dengan tatapan mata istrinya. Karena selama pernikahan mereka yang sudah berjalan sebulan dia sekalipun tidak pernah video call atau pun menghubungi langsung.
Karena hal itu pun membuat Herlan ingin memberikan suprise untuk istrinya. Herlan merasa banyak kekurangan dengan Deswey. Bahkan, Deswey begitu sabar dengan sikap arogannya Herlan ketika emosinya sedang meluap.
Deswey bukan hanya sekedar istri kontrak baginya. Tapi istri yang serba bisa, meskipun tampilannya tomboy dia mampu berpenampilan cantik ketika berada di sebuah acara.
Bahkan, ketika Herlan membawa Deswey bersamanya menemui klien, justru klien menyukai pemaparan istrinya. Karena itu lah bulan madu mereka justru di isi dengan para klien. Bagi Deswey itu hal biasa, karena dia sering dijadikan perwakilan negosiasi di saat papa nya sakit kala itu. Dan juga Deswey tipekal wanita yang suka belajar dengan siapa saja, bahkan dia menemui seseorang yang ahli dalam negosiasi.
Bukan hanya itu, di usianya 23 tahun Deswey Herley sudah memiliki gelar S3 hanya saja tidak pernah dipamerkan atau digelarnya gelar itu (🤭di pikir karpet iih author ada-ada aja). Sikapnya yang tidak sombong membuat para klien dan orang yang berada di dekatnya sangat nyaman.
Meskipun tampilannya seperti laki-laki Deswey bisa melakukan segala hanya sikap cuek itu lah yang membuatnya terkadang membuat orang lain dongkol dengannya.
Bahkan, orang tuanya saja pernah dibuat dongkol oleh Deswey. Saat Deswey sedang asyik fokus dengan membacanya.
Setengah jam kemudian Herlan sudah tiba dirumah.
Di rumah tidak ada orang, hanya Bik Mina yang ada di rumah bersihkan taman mama.
"Bik Mina, istriku dan mama berada dimana?" Ucap Herlan bertanya.
"Seperti nya mereka berada di atas Tuan Herlan," ucap Bik Mina.
"Baik Bik Mina, terima kasih yaa," ucap Herlan berlari mencari mama nya di kamar.
Dan dia lega mamanya terlelap dalam tidurnya. Herlan pun menuju kamar mereka. Betapa terkejutnya dia, pintu kamar di kunci. Dia pun mengambil kunci serap di lantai bawah.
"Huu, istriku lagi apa sih hingga tidak mau diganggu," ucap Herlan mendengus kesal.
Herlan pun menuju ke lantai atas. Dia pun segera membuka pintu kamar mereka. Herlan bingung istrinya tidak ada dikamar. Namun, dia melihat pintu perpustakaan terbuka lebar.
Herlan terkejut dengan Deswey yang tertidur dilantai dengan tumpukan buku di sekitarnya.
__ADS_1
" Ya ampun istriku memang luar biasa yaa, sebanyak ini yang dibacanya, dan dia malah tertidur di lantai," ucap Herlan langsung menggendong istrinya menuju ke tempat tidur mereka.
Herlan pun meletakkan istrinya dengan perlahan.
"Kalau Deswey tahu aku menggendongnya pasti dia akan menendang ku, istriku Seorang wanita yang menawan dan mempesona hanya aku saja yang mampu melihatnya," ucap Herlan memandang istrinya dan menyentuh hidung istrinya.
Herlan terus saja memandang Deswey dalam tidur. Hingga dia terlelap dalam tidurnya dan tanpa sengaja mereka berpelukan di atas kasur itu.
Tiada yang tahu jika keduanya sudah berpelukan dalam satu ranjang.
Beberapa jam kemudian.
Waktu pun sudah menunjukkan sore pukul 17.00 sehingga Nyonya Heva biasanya duduk santai di taman kesukaannya. Melihat bunga-bunga yang ditanamnya meskipun terkadang yang merawatnya Bik Mina.
"Aaaaaaarrrghhhh," teriak Deswey memecahkan kediaman itu.
Nyonya Heva sudah biasa mendengar teriakan Deswey, pasti di kamar terjadi sesuatu yang tidak disukainya.
"Ya ampun istriku, besar banget sih teriakan kamu, telinga ku sampai mau pecah tahu, " ucap Herlan mencoba membuka matanya tapi masih memeluk guling yang di depannya.
"Iiih, kenapa meluk aku sih ini bantalnya?" Ucap Deswey berusaha melepas pelukan suaminya.
Deswey pun menurut saja kemauan istrinya. Bagaimana tidak istrinya orang yang berharga baginya sekarang?
Namun, Herlan belum mengungkapkan perasaannya pada Deswey dia takut di tolak oleh istrinya. Karena Deswey tidak gampang di goda, cuek nya Deswey itu sudah akut kalau gengsinya juga akut.
Herlan hanya berusaha lembut kepada istrinya.
"Istriku apa yang kamu lakukan kalau aku mencintaimu dengan tulus tanpa kontrak itu?" Ucap Herlan bertanya.
"Kamu belum mengatakan mencintaiku dengan tulus, bagaimana bisa aku mengatakan kalau cintamu itu tulus?" Ucap istrinya.
"Hahaah, istriku memang luar biasa yaa, jadi kamu mau aku menyatakan cinta padamu begitu agar kamu percaya aku tulus apa nggak begitu yaa istriku?" Ucap Herlan tersenyum.
"Aku bertanya lagi istriku, kalau aku meninggal duluan apa yang kamu lakukan menikah lagi atau aku harus berenkarnasi dengan orang yanh berbeda?" Ucap Herlan tersenyum dengan pertanyaannya.
__ADS_1
"Iiih bilang apaan sih?, nggak ada di antara keduanya," ucap Deswey manyun.
"Lah kok wajah istriku sekarang jadi manyun begini sih sayang, salah perkataan ku yang mana," ucap Herlan bertanya.
"Pokoknya kamu jangan pernah mengatakan tentang kematian di depanku," ucap Deswey mendengus kesal.
Herlan pun memeluk istrinya dari belakang yang mana Deswey tengah berdiri menghadap jendela.
"Maaf yaa sayang, aku janji tidak akan mengatakan nya lagi," ucap Herlan masih memeluk istrinya.
"Bener yaa janji," ucap Deswey menempelkan kelingking nya ke Herlan.
Keduanya seperti anak kecil saling menempelkan kelingking satu sama lain.
Herlan pun membujuk istrinya agar berhenti untuk cemberut. Akhirnya sekian purnama lewat keduanya pun mampu bercanda bersama. Nyonya Heva yang mendengar hal itu sangat bahagia dengan sikap Keduanya.
"Akhirnya sepasang gengsi gitu bisa bercanda juga," ucap Nyonya Heva.
Keduanya pun bercanda bersama dengan gelak tawa yang tidak dibuat-buat.
Herlan dan Deswey pun turun bersamaan. Menemui Nyonya Heva duduk di taman.
"Kalian berdua bercandaan apaan di atas?" Ucap Nyonya Heva tersenyum.
"Herlan Ma, gelitiki aku kan tahu sendiri kalau hampir seluruh anggota tubuhnya gak bisa di sentuh karena geli," ucap Deswey manja dengan Nyonya Heva mencari pembelaan.
"Ehm, Herlan bandel yaa dengan istri dijahilin," ucap Nyonya Heva menjewer anaknya.
"Hahah, rasain di jewer oleh mama," ucap Deswey sambil menjulurkan lidahnya.
Herlan pun mengejar istrinya yang mengejeknya karena di jewer oleh mama nya. Saat Herlan mengejar Deswey, Deswey hampir saja jatuh ke kolam dan ditarik langsung oleh Herlan.
Herlan pun menanggkap istrinya.
"Istriku hati-hati dong, sekarang kamu mandilah, jangan malam mandi nya. Nanti aku mandi di ruang tamu saja," ucap Herlan melepas pelukan istrinya.
__ADS_1
"Oke Herlan," ucap Deswey meninggalkan Herlan dan berpamitan dengan Nyonya Heva.
🍁💐💐💐🍁