Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 45


__ADS_3

Deswey pun bersiap-siap menuju 2 jam di jemput oleh suaminya. Deswey merawat dirinya dan berdandan, meskipun Deswey jarang menampilkan polesan wajahnya yang dihias namun Deswey mampu menghias dirinya sendiri.


Setelah selesai berhias, waktu jam pun berlalu, Deswey pun sudah ready dengan penampilannya. Ketika Deswey selesai, suara teriakan datang dari suara Herlan.


"Saayang, kamu dimana?" teriak Deswey.


"Iih apaan sih Herlan, teriak gitu buat malu saja," ucap Deswey sembari menuju ke sumber suara.


"Eeh istriku cantik sekali yaa, siapa yang menghias wajahmu sayang," ucap Herlan tersenyum melihat istrinya dandan.


"Yaa aku sendirilah, kamu mah tega banget yaa, nggak percaya dengan aku," ucap Deswey mendengus kesal.


"Hihi, makasih yaa sayang dan maaf, kamu jangan marah yaa, aku sayang Deswey apapun penampilan nya," ucap Herlan mencoba menenangkan istrinya yang sedang ngambek.


"Oke baiklah, hayoo kita ke menemui klien yang mengadakan pesta," ucap Deswey berjalan menuju ke mobil.


"Oke sayang, let's go," ucap Herlan sudah berada di dalam mobil dan mengemudi dengan perlahan.


Mobil mereka pun melaju dengan kecepatan sedang. Saat di dalam mobil, Herlan senyum sendiri dengan tingkah dirinya yang bersikap tak biasa pada istrinya.


[Argh, ini semua gara-gara Very, kalau dia tidak nampak kan hubungan manis dengan Desy, bagaimana bisa aku kalah dari dia, uuh kesal deh, tapi berhasil juga buat Deswey malu-malu, duuh cantiknya istriku, semoga saja ke depannya kami makin awet] gumam Herlan dalam hati.


Deswey pun berbicara sendiri dalam hati.


[Sebenarnya ada apa sih dengan Herlan hari ini? mengapa tingkahnya beda sekali sih?] gumam Deswey berpikir.


Keduanya sibuk dengan pemikiran masing-masing.


Hingga tiga puluh menit pun berlalu, mereka sampai bertemu klien di sebuah pesta.


Herlan pun membuka pintu mobilnya dan menuju ke pintu mobil istrinya untuk membuka pintu tersebut.


[Argh, aku melakukan hal ini untuk pertama kalinya dengan wanita yang dulu aku ejek, duuh malu banget kalau yang jatuh cinta duluan itu aku] gumam Herlan sambil membuka pintu mobil diiringi dengan senyumannya.


"Ayoo sayang, kita turun bersama," ucap Herlan kepada istrinya.


Deswey pun hanya mengangguk dengan pelayanan suaminya yang mesra di depan banyak orang.


"Herlan, kamu ngga salah dengan perlakuan mu yang sok romantis," ucap Deswey tersenyum sinis sambil berbisik-bisik.


"Hihi, lucu aku melihatmu kesal begitu," ucap Herlan tertawa.


"Uuh dasar anak Mama Heva," ucap Deswey menjulurkan lidahnya.


"Hihi, Deswey kamu tambah imut deh, kalua tersenyum dan bercanda begitu, ayoo kita masuk ke dalam," ucap Herlan mengandeng tangan istrinya.


Deswey menerima gandengan tangan tersebut, mereka pun berjalan perlahan. Herlan tersenyum melihat para kliennya. Karena itu pertemuan besar bertemu dengan para klien.

__ADS_1


"Sayang, aku tinggal sebentar ya, mau menyapa yang lain, atau kamu mau ikut aku," ucap Herlan bertanya.


"Nggak perlu Herlan, aku disini saja, aku nyaman disini sambil menyicipi makanan," ucap Deswey melihat makanan yang di sampingnya.


"Oke sayang, aku ke sana dulu yaa," ucap Herlan meminta izin.


"Oke sayang, kamu jaga diri ya," ucap Herlan pergi meninggalkan istrinya.


Gerald pun memasuki ruangan tersebut bersama dengan Olivia adiknya.


"Kak, Olivia mau nyapa teman-teman di sana ya," ucap Olivia bertanya pada kakaknya.


"Boleh Olivia," ucap Gerald berbicara lembut.


Saat Gerald tengah melihat seisi ruangan pesta tersebut, tampak seseorang yang tak asing dilihatnya. Gerald pun mendekatinya.


"Hai Deswey, bagaimana kabar kamu," ucap Gerald bertanya.


"Eh Gerald aku baik kok, kamu datang ke sini juga," ucap Deswey kembali bertanya.


"Iya bersama adikku, kamu kesini bersama suami mu ya," ucap Gerald balik bertanya.


"Iya bersama suamiku," ucap Deswey mencari kursi untuk makan.


Gerald malah mengikutinya dari belakang.


Gerald pun ikut duduk juga.


"Nggak apa-apa, aku hanya bicara denganmu saja, boleh kah," ucap Gerald.


"Ehm boleh sih, tapi suami itu pencemburu berat Kak Gerald," ucap Deswey berkata.


"Apakah dia akan memarahimu jika berduaan dengan laki-laki lain?" ucap Gerald bertanya.


"Hihi, marah sih iya tapi marahnya imut," ucap Deswey tersenyum.


Gerald hanya terdiam dengan ucapan Deswey, hingga dia bergumam dalam hatinya.


[Akankah jika aku yang duluan menjadi suamimu, apakah aku akan bahagia melihat senyummu? hingga saat ini belum ada yang bisa membuatku jatuh cinta, aku masih belum bisa move on dari kamu Deswey] gumam Gerald dalam hati.


Gerald dan Deswey pun terdiam untuk sesaat.


Olivia pun melihat Herlan di depan matanya, dan mendekati Herlan.


"Hai Kak Herlan, apa kabar?" ucap Olivia menyapa.


"Aku baik, kak Herlan bisa kah kita berbicara sejenak," ucap Olivia.

__ADS_1


"Ehm maaf Olivia, aku mau menemui istriku," ucap Herlan menatap sini Gerald dari jauh.


"Aduuuh," ucap Olivia pusing.


"Kamu kenapa Olivia?" ucap Herlan bingung harus melakukan apa sedangkan istri nya melihat dari kejauhan dengan senyuman.


[Arti senyuman Deswey apa sih? ingin rasa aku mendekatinya sekarang, senyumannya meluluhkan semuanya] gumam Herlan.


Herlan pun membantu Olivia duduk di kursi yang di sediakan. Dia pun melepas tangannya dari lengan Olivia, meskipun Olivia berusaha, namun keinginan nya menemui istrinya lebih kuat dari apapun.


Herlan pun menuju Deswey.


"Hai sayang," ucap Herlan langsung duduk di samping istrinya.


"Hai Herlan, masih ingat dengan saya," ucap Gerald menyapa.


"Ingat dong, kan Tuan Gerald yang melakukan pesta ini," ucap Herlan berbicara sinis.


"Baiklah kalau begitu Herlan, nikmati pestanya kita akan memulai acaranya, saya permisi dulu ya Deswey dan Herlan," ucap Gerald pergi meninggalkan keduanya.


"Hey, istriku tercinta kamu sedang berbicara apa dengan Gerald," ucap Herlan bertanya.


"Hihi, nggak ada kok suamiku, dia hanya menyapa ku saja," ucap Deswey dengan tersenyum pada suaminya.


"Iih nggak mungkinlah, coba ceritakan kalian bicara apa? ucap Herlan penasaran.


"Aku bilang suami itu pencemburu berat, dia suka marah tapi marahnya itu lucu," ucap Deswey menjelaskan dengan senyuman.


"Waah benarkah, kamu bicara begitu, bukan menjelekkan ku," ucap Herlan kembali tersenyum.


"Iyaa lah Herlan, aku juga risih dekat dengan laki-laki selain yang ku kenal dekat," ucap Deswey.


"Tapi sayang, kamu dengan Gerald kan sudah menjadi teman duluan," ucap Herlan bertanya.


"Iyaa sih, tapi kan aku sudah jadi istri Tuan Herlan, jadi aku harus menjaga harkat dan martabat suamiku," ucap Deswey tersenyum ke suaminya.


"Ingat yaa Deswey senyumanmu hanya untukku, nggak boleh senyum itu kamu perlihatkan pada orang lain kecuali mamaku, dan keluargamu," ucap Herlan mengancam dengan senyum.


"Hihi, kamu lucu Herlan, apakah kamu sudah mencintai ku lebih dulu," ucap Deswey bertanya.


"Ehm, nggaklah karena kita sudah sah jadi suami istri, jadi aku punya hak untuk menjagamu dari laki-laki manapun," ucap Herlan.


"Baiklah suamiku, sekarang kita fokus yaa, acaranya mau dimulai itu," ucap Deswey mengembalikan fokus suaminya.


Seluruh ruangan tersebut pun fokus dengan acara tersebut.


🍁💐💐💐🍁

__ADS_1


__ADS_2