
Deswey pun terbangun dari Koma nya beberapa Minggu.
Herlan yang melihat itu langsung memencet tombol guna memanggil dokter..
"Herlan, bolehkah aku minum haus," ucap Deswey dengan suara parau nya.
Herlan pun mengambil air yang sudah dituangkannya dan meminumkan ke Deswey yang tengah kehausan.
Dokter pun datang tepat waktu setelah Deswey meminum air yang sudah di teguknya. Dokter pun memerikasa keadaan Deswey dan dinyatakan sudah sehat namun perlu pemulihan, selama beberapa hari Deswey harus di kursi roda. Mendengar hal itu Deswey termenung.
"Baik dokter, terima kasih atas perawatan nya," ucap Herlan.
Deswey menutup muka nya dengan selimut putih yang menutupi tubuhnya. Tangisan membasahi seisi ruangan itu dan berkata pada Herlan
"Jika ada yang menemui ku meskipun orangtua ku atau nyonya Heva aku tidak ingin bertemu dengan mereka sebelum kaki ku sembuh total" ucap Deswey terisak dengan tangisannya.
"Taa...pi, " ucapan Herlan tercegat ketika Deswey kesal.
Herlan hanya menuruti kemauan Deswey karena orang tua dan mama nya sedang berada di luar.
"Mama, Tante dan om sebelumnya Herlan minta maaf Deswey saat ini belum mau bertemu siapa-siapa, karena keadaannya sekarang dia harus duduk di kursi roda dan itu membuatnya malu menghadapi kalian, tapi Herlan akan berusaha membujuk Deswey jadi mama, Tante dan om bisa bersabarlah hari ini," ucap Herlan berbicara dengan nada serius.
"Baiklah, kami titip Deswey ya," ucap orangtua Deswey dan Mama Heva.
Herlan pun masuk ke ruang VIP
"Semua sudah pulang, jadi kamu mau nya apa sekarang," ucap Herlan bicara lembut.
Deswey memberi isyarat agar Herlan duduk di kasur di sampingnya. Herlan pun paham dengan kodenya dan mendekati Deswey. Setelah mendekat Deswey pun berkata :
"Bagaimana dengan pernikahan kita, orangtuaku dan mama mu akan menyelenggarakan pernikahan kita 3 hari, jadi tidak mungkin dong aku pakai kursi roda," ucap Deswey sambil mewek.
Herlan yang melihat hal itu malah ketawa dengan sikap Deswey dan berkata :
"Kamu kan pasangan aku, jadi aku harus mengendong mu lah lagian pernikahan itu yang penting ada pasangan, saksi kan semuanya jadi sah untuk hal lain itu teknis, lagian ini kecelakaan mana mungkin mau di undur,"
Deswey pun berhenti menangis dan berkata "tapi aku tidak pernah sekalipun meminta bantuan orang lain, bagaimana bisa kamu mengendong ku," ucap Deswey dalam lirih.
"Sekali saja coba percaya dengan orang lain," ucap Herlan memegang pipi Deswey.
__ADS_1
Deswey mendengar hal itu hanya mengangguk saja, karena pikirannya tentang pernikahan itu pasti membuat nya malu harus di kursi roda.
Herlan pun menyentikan jarinya ke kening Deswey.
"Awww... sakit Herlan kening ini, bukan batu tau!" ucap Deswey memonyongkan bibirnya.
"Jangan memikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan, intinya jaga saja kesehatan mu" ucap Herlan.
Dering ponsel Herlan pun berdering.
"*Yaa Hallo, baiklah beri saya waktu 10 menit untuk mempersiapkannya," ucap Herlan menghidupkan leptop dan memasang earphone.
Deswey mengamati wajah Herlan dari tempat tidurnya, dari wajahnya yang putih, dagu yang runcing, mata sayu, tinggi badan 175 cm, dan bibirnya yang seksi "argh pikiranku melayang jika melihat bibirnya," gumam Deswey dalam pikirannya.
Herlan sadar sedari tadi Deswey memperhatikan nya. Di saat dia sibuk meeting online malah memberi pesan ke ponselnya Deswey,
"Sayang, kamu harus istirahat penuh jangan mandangin aku terus, bukankah kamu anti jatuh cinta" ucap Herlan dalam pesan tersebut dengan emoticon tersenyum.
Deswey tersenyum sendiri dengan sikap Herlan. Padahal sebelumnya mereka sering banget berdebat untuk hal yang kecil.
"Iyaa aku istirahat, kamu juga istirahat kan 3 hari lagi pernikahan kita, ingat jangan sampai jatuh cinta dengan aku, aku wanita yang berbahaya," ucap Deswey di akhir pesan sebelum dirinya tidur.
Meeting online tersebut jadi cair karena Tuan Herlan bersikap berbeda dirapat sebelum nya, sehingga yang lain tidak berani bicara apapun. Padahal dibelakang mereka membicarakan senyuman Tuan Herlan buat siapa.
Meeting pun selesai tepat pukul 23.00, Herlan pun tidur di atas sofa.
Keduanya pun tidur dalam lelap yang panjang nya.
Pagi hari.
Matahari telah menampakkan sinarnya, Namun kedua insan tersebut masih terbuai dalam tidurnya.
"Tiiiidaaaakkkkk jangan tinggalkan aku" teriak Deswey dalam tidurnya.
"Duuuh berisik banget sih..." ucap Herlan sambil mengucek matanya dan melihat tangan Deswey seperti memegang sesuatu.
Herlan pun segera menghampiri Deswey dan memegang tangan Deswey, Deswey pun berkata :
"Janji jangan tinggalkan aku lagi, aku mencintaimu," ucap Deswey dalam mimpi itu dan tiba-tiba menarik tangan Herlan tanpa sengaja mereka berciuman, karena tarikan yang kuat dengan posisi tubuh Herlan pun menindih Deswey tanpa sengaja bibirnya mendarat ke kening Deswey tanpa sadar.
__ADS_1
Herlan mematung tanpa berkata apapun, dia menjauh kan tubuhnya dari Deswey tapi perempuan itu tidak melepaskan Tangannya.
"Sepertinya harus meminta pertolongan deh, kalau begini terus bagaimana aku beraktifitas," ucap Herlan.
Saat Herlan hendak membuka ponselnya. Kedua orangtua Deswey datang berkunjung dan melihat ekspresi Herlan meminta tolong. Nyonya Geby pun paham dan langsung membantu melepaskan tangan Herlan.
"Nyonya Geby dan Tuan Herley, tolong jaga Deswey dulu saya mau ke kamar mandi mau membersihkan badan," ucap Herlan pamit sebentar ke kamar mandi.
Nyonya Geby pun mempersilahkan Herlan beres-beres di kamar mandi.
"Pa, kamu lihat nggak sabar nya menantu kita menghadapi Deswey, bagaimana papa membuat Herlan lebih kuat penjagaan nya dari Deswey, wanita keras kepala ini tidak mau menerima pertolongan orang lain, mama takut alasannya tidak menikah karena kaki nya sedang sakit, mama takut itu akan terjadi pa," ucap nyonya Geby sambil memegang rambut sang putri.
Beberapa menit kemudian Deswey pun bangun.
Deswey mengucek matanya dan melihat di hadapannya.
"Mama dan Papa, Herlan dimana apakah semalam aku bermimpi di jaga oleh Herlan?" ucap Deswey melihat ke seluruh sudut ruangan.
Mama Gaby pun tertawa dengan tingkah anaknya " Herlan ada di kamar mandi sayang, dia selalu menjaga mu tidak pernah pergi bahkan kamu sendiri yang selalu memegang tangannya ketika kalian tidur, kalau mama tidak melepaskan tangannya di tanganmu mungkin sampai sekarang dia belum mandi," ucap Mama Geby sambil tertawa terkekeh-kekeh.
Deswey hanya senyum-senyum malu, karena dia tidak pernah begitu dengan orang lain. Tuan Herley pun bertanya pada anaknya
"Apakah kamu sudah jatuh cinta dengan Herlan, sayang?" ucap Tuan Herley.
"Ehm, sepertinya belum pa, lagian Herlan terlalu lemah dan terlalu baik," ucap Deswey.
"Argh yang bener," ucap nyonya Geby.
Ketiganya pun tertawa bareng. Herlan yang melihat kebahagiaan itu merasa senang yang dilihatnya.
Herlan pun keluar kamar mandi, tanpa di sadari nya Herlan tidak memakai pakaiannya hanya mengenakan handuk saja.
"Aaaarghh," teriak Deswey.
Karena Herlan sadar dia pun langsung masuk ke kamar mandi...
"Argh kacau ini," ucap Herlan kesal.
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1