Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 40


__ADS_3

Olivia menyusuri jalan Swiss dengan motor moge nya. Olivia terlahir dari keluarga kaya meskipun tidak ditampilkan saat berpacaran dengan Herlan, karena saat itu dia belum menemukan orang tua kandungnya.


Saat dia sedang pengobatan di Kota Perancis, Ibu kandungnya yang mengasuhnya sejak kecil mengejutkan dirinya akan kehadiran keluarga aslinya.


Awalnya Olivia tidak menerima semua itu. Dia bahkan marah dengan keluarga yang baru menganggapnya sebagai anak kandungnya. Olivia tetap bersikukuh tinggal bersama orang tua tunggal nya Nyonya Geya.


Nyonya Geya cukup terpandang di Kota Swiss di sebuah daerah terpencil karena suatu hal seluruh hartanya terpaksa mengobati Olivia yang tengah sakit kala itu. Tanpa di sangka saat Olivia berada di Perancis dan mereka berbicara dengan Nyonya Geya dengan mengiyakan orangtua kandung Olivia kala itu.


Selang beberapa bulan dia mengetahui orang tua kandungnya, dia tetap saja tinggal dengan Nyonya Geya. Namun, sesuatu hal yang membuat Olivia harus bersama orang tua kandungnya dikarenakan Nyonya Geya meninggal dunia karena sebuah penyakit kronis. Hal itu membuat Olivia terpukul, hingga dia mendiamkan dirinya untuk berbicara dengan orang lain.


Olivia kembali berbicara ketika dia menemukan surat di dalam lemari pakaian Nyonya Geya. Olivia menangis dengan sejadi-jadinya, atas surat wasiat yang diberikannya berupa uang tabungan study nya, yang mana sangat diimpikan oleh Olivia.


Sejak itulah Olivia menerima keluarga barunya, selain wasiat berupa uang tabungan pendidikan, Nyonya Geya berpesan padanya untuk tinggal bersama orang tuanya dan memaafkan karena permasalahan mereka kala itu harus meninggalkan Olivia kecil di depan rumah Nyonya Geya.


Saat Olivia fokus dengan jalan di depannya, dari arah samping menabrak dirinya.


Brakkkk..... (kecelakaan tak dapat terelakkan, Olivia terpental tidak jauh dari motornya).


Semua orang mengerumuni tempat kejadian tersebut. Begitu pun dengan Herlan dan Deswey yang melihat hal itu langsung melihat kerumunan orang tersebut.


Betapa terkejut Herlan yang kecelakaan depan matanya adalah Olivia.


"Hallo Pak Polisi, segera kesini jalan," ucap Deswey menelpon polisi.


"Mantan kamu yaa Olivia, kita tunggu sebentar lagi Pak Polisi akan segera tiba," ucap Deswey menenangkan Herlan.


Polisi serta ambulance datang dengan segera membawa Olivia. Saat dinyatakan oleh pihak kepolisian, Deswey langsung mendorong suaminya.


"Suami adalah teman dekatnya Pak Polisi, bawa saja suami saya di dalam ambulance tersebut," ucap Deswey memberikan tas yang berisi barang penting ke suaminya.


"Deswey, apa yang kamu lakukan?" Ucap Herlan mendengus kesal dengan sikap istrinya.


"Kamu ikut saja dulu, nanti aku dan yang lain akan menyusul, okey Herlan," ucap Deswey sibuk menelpon mobil penggerek untuk membawa motor Olivia ke bengkel.


Beberapa menit kemudia setelah ambulance itu lewat, datang lah Very dan Desy menemui Deswey dengan laju perlahan. Desy pun turun dari motor dan langsung menemuinya.


"Kak, apa yang terjadi dan kemana Kak Herlan?" Ucap Desy sambil melihat motor yang sedikit hancur serta darah yang tercecer.

__ADS_1


"Olivia mantan Herlan kecelakaan, kakak menyuruh dia menemani Olivia di ambulance, karena ponselnya tidak ada yang menelpon dan juga kita tidak tahu kode ponselnya, sekarang kita ke rumah sakit terdekat dari tempat ini, kalian ikuti kakak dari belakang ya," ucap Deswey menghidupkan mesin mobilnya.


"Oke Kak Deswey," ucap Desy.


Deswey sudah melaju lebih awal, diikuti Desy dan Very di belakangnya.


Dalam pikiran Desy.


[Ehm, bagaimana bisa sih? Kak Deswey menyerahkan suaminya pada wanita yang lagi kecelakaan, nanti kalau Olivia hilang ingatan dan mengatakan kalau Kak Herlan pacarnya gimana?, argh kakak ku yang polos itu, apakah dia tidak memahami bahwa Herlan sudah jatuh cinta padanya?, dan Kak Herlan juga nggak sadar apa kalau mereka berdua itu sudah saling mencintai, ehm kalau aku bertindak di antara mereka bisa-bisa nggak di anggap sebagai adik lagi, aku kan sayang banget dengan Kak Deswey] gumam Desy dalam hati.


Very yang biasa mendengar omelan calon istrinya bingung dengan sikapnya yang diam setelah melihat kejadian tadi, hingga Very pun berpikir yang aneh-aneh.


[Kok diam sih Desy, dia masih ada kah?, terus kenapa diam nya mengusik ku, argh lebih baik aku menepi dulu agar tahu keadaan nya] gumam Very dalam hati.


Very pun menepi kan motornya dengan perlahan. Benar saja sejak dia menepikan motornya, Desy masih saja dalam keadaan bingung.


Very pun menjahilinya.


"Tooolong," teriaknya di telinga Desy.


"Siapa minta tolong?, Mana?," ucap Desy melongo kiri kanan.


Mata Desy tertuju pada sosok yang berada di depannya.


"Kamu melamuni apa?," ucap Very.


"Eeh Very, hehehe maaf tadi mikirn Kak Deswey saja, apakah kita sudah sampai Rumah Sakit?" Ucap Desy melihat kemana-mana matanya.


"Belum lah, diam mu itu mengusik pikiran ku Desy, aku takut kamu kenapa-kenapa?, nanti Tuan Herley banyak tanya kenapa anaknya lebih banyak diam," ucap Very memegang hidung Desy dengan telunjuknya.


"Hehe aku udah baikan sekarang, kalau begitu kita lanjut ke rumah sakit ya, kasian Kak Deswey sendirian nanti," ucap Desy tersenyum.


Very pun menuju motornya dan menghidupkan mesin motornya. Desy pun kembali bicara dengan Very walau sekedarnya saja. Karena pesan Very tadilah membuat Desy berbicara.


[Heheh, lucu banget deh pernyataan calon suami ku ini, kalau dia sudah jadi suamiku pasti lucu kalau menggodanya] gumam Desy tersenyum kecil.


Very yang melihat Desy tersenyum begitu pun bertanya.

__ADS_1


"Desy, kamu tersenyum kenapa aku penasaran?" Ucap Very teriak karena mereka berbicara di antara angin dan udara.


"Adaa deh, nanti aku beri tahu kalau kita sudah tiba, kamu fokus menyetir saja," ucap Desy teriak dengan suara besar.


"Okee," ucap Very.


Very pun melajukan motornya dengan cepat.


Tiba lah mereka di rumah sakit tersebut, dan sudah mengetahui tempat di rawatnya Olivia.


Herlan dan Deswey sudah berada di depan ruangan Olivia di rawat.


"Herlan, apakah ada yang menelpon ponselnya Olivia," ucap Deswey.


"Ada sayaang keluarganya lagi di jalan menuju ke sini, ohya Very dan Desy dimana?" Ucap Herlan bertanya.


" Itu mereka sudah tiba," ucap Deswey menunjuk keduanya.


Desy dan Very pun menemui Herlan dan Deswey.


"Gimana kabarnya Olivia Herlan?" Ucap Very.


"Lagi perawatan," ucap Herlan menjawab seperlunya.


Beberapa jam kemudian, dokter pun selesai tepat saat dokter keluar, keluarga Olivia pun datang. Gerald terkejut saat melihat Deswey berada di depan matanya.


"Deswey apa kabar kamu?" ucap Gerald sambil memandang Deswey yang sudah lama dia cari.


"Oh aku baik Kak Gerald, apakah Olivia adikmu?" Ucap Deswey bertanya.


"Iya dia adikku yang sudah lama kami cari, terima kasih yaa kalian sudah membawa Olivia ke rumah sakit," ucap Gerald.


Dokter pun berbicara dengan mama dan papa nya Gerald. Herlan cemburu dengan percakapan Deswey dan Gerald.


🍁💐💐💐🍁


Hayoo penasaran nggak?🤭

__ADS_1


__ADS_2