
Deswey dan Herlan pun fokus dengan pembukaan tersebut. Gerald pun membuka acara tersebut, Olivia melihat kebersamaan Deswey dan Herlan merasa cemburu.
Olivia pun bergelut dalam hatinya.
[Bagaimana aku bisa merebut kembali Herlan ke pelukan ku, tapi harus dengan cara elegan, sepertinya mereka menjalani pernikahan karena terpaksa, jadi mudah bagiku untuk masuk kepada rumah tangga mereka] gumam Olivia dalam hati.
Pembukaan mu selesai.
Gerald menemui para klien nya, begitupun dengan Herlan. Herlan meninggalkan sebentar Deswey, dan Deswey menikmati pesta tersebut dengan makan-makan, saat dirinya asyik dengan memakan sesuatu. Olivia datang menghampirinya.
"Deswey bisakah kita bicara sejenak," ucap Olivia berbisik.
"Ehm boleh saja, tapi bawa buah-buahan untuk dimakan, karena bosen kalau hanya sekedar berbicara tanpa cemilan," ucoa Deswey sambil memakan sesuatu.
"Baiklah, nanti saya panggil pelayan, yang penting menjauh dari tempat ini," ucap Olivia berjalan menuju arah taman belakang.
Sampailah mereka ke taman belakang. Dan mereka pun duduk di sana, sambil menunggu pelayan menyajikan makanan dan minuman mereka.
"Bicaralah Olivia mau mu apa? mengajak ku disini," ucap Deswey sambil memakan buah.
"Apakah kamu mencintai Herlan?" ucap Olivia langsung bertanya.
"Saat ini aku sedang belajar mencintai nya, karena dia suamiku jadi harus belajar dong tentang mencintai," ucap Deswey menjawab.
"Apakah kamu mengizinkan jika saya berbicara dengan Herlan?" ucap Olivia bertanya.
"Yaa, boleh saja dong, selama kalian tidak berbuat macam-macam yang mempermalukan keluarga," ucap Deswey.
"Maksud kamu apa sih Deswey?" ucap Olivia bertanya.
"Hehe, aku tahu kok maksud kamu Olivia mengajakku kemari, untuk menanyakan pernikahan kami berdasarkan cinta atau tidak, maka akan ku jawab, silahkan tanyakan dengan Herlan saja," ucap Deswey sambil memakan buah.
Olivia tidak bisa menjawab apapun. Baginya sekarang sudah kalah satu langkah dengan Deswey ternyata dia bukan wanita yang biasa. Deswey mampu melawan saingannya dengan cara elegan, bahkan mampu mundur sendiri tanpa alasan apapun.
Olivia pun pergi meninggalkan Deswey sendirian. Deswey menikmati makanan yang disajikan, hanya minuman yang tidak dia sentuh.
[Ehm, bagaimana bisa Herlan bisa menikahi wanita seperti dia?] gumam Olivia mengomel.
Saat Deswey hendak berdiri, ponselnya pun berbunyi.
drrrrtttt..... drrrrrrtttt,...
"Ya Hallo, apa?" kamu serius tentang hal ini, baik aku akan kesana segera," ucap Deswey langsung menutup ponselnya.
__ADS_1
Deswey hendak mencari suaminya, tapi tidak di dapatinya. Deswey pun mengirim pesan suara karena itu hal tercepat menghubungi Herlan.
Pas Deswey keluar dari gedung itu, anak buahnya sudah menjemputnya dengan mobil Jeep. Deswey banyak bertanya tentang beberapa hal yang terjadi, sehingga dia harus turun ke markas.
Di pesta.
Herlan sibuk mencari istrinya.
[Kemana Deswey berada kok aku tidak melihatnya? seperti nya di telpon saja lah] gumam Herlan dalam hati.
Herlan pun mengambil ponsel dari saku celananya, saat di lihat ada notif dari istrinya.
[Tumben istriku memakai voice] gumam Herlan.
Herlan pun mendengar voice tersebut, Herlan terkejut istrinya harus pergi ke suatu tempat. Karena Herlan panik, dia pun segera menelpon Very untuk pertemuan dan mengajak Desy.
Very yang sedang bersama Desy, mendengar bunyi ponsel Very berbunyi.
"Desy, aku angkat telpon dulu ya," ucap Very kepada Desy.
"Oke," ucap Desy.
"Ya Hallo Herlan, ada apa?" ucap Herlan.
"Desy, hayoo kita bertemu Herlan, dari cara bicaranya seperti nya ada yang aneh," ucap Very menggandeng tangan Desy.
"Tunggu, ambil tas sebentar," ucap Desy sambil mengambil tas nya.
Very pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Desy pun berpikir apa yang membuat kakak ipar jadi sepeti itu. Desy pun tahu jawabannya.
Dering ponsel Deswey pun berbunyi.
"Yaa Hallo adikku Desy sayang, ada apa?" ucap Deswey bertanya sambil rapat dengan anak buahnya.
"Kak Deswey lagi dimarkas ya, emang ada permasalahan apa?" ucap Desy bertanya.
"Ini kasus penting dek, kami ada tugas rahasia dari kepolisian menangkap buronan jadi kakak hanya membantu buat startegi saja," ucap Deswey menjawab.
"Kak Herlan sepertinya sangat mengkhawatirkan kakak, dia mengajak ku bertemu, mungkin ingin tahu keberadaan kakak," ucap Desy menjelaskan.
"Jelaskan saja pada Herlan, kalau kakak baik-baik saja, katakan kalau ini urusan mendadak, jangan dia sampai tahu keberadaan kakak, karena kakak takut dia akan kenapa-kenapa?" ucap Deswey menjelaskan kondisinya.
"Baik Kak, akan Desy jelaskan jika kita bertemu," ucap Desy kepada kakaknya dan langsung menutup ponselnya.
__ADS_1
Desy pun menjelaskan kepada Very, Very pun memahami maksud dari Desy. Mereka pun menunggu kedatangan Herlan bertemu dengan mereka.
Herlan pun sudah sampai di tempat pertemuan mereka, begitupun dengan Desy dan Very sudah tiba ditempat perjanjian mereka.
Setelah mereka sampai di sebuah cafe, Desy pun menceritakan semua kepada Herlan. Herlan memahami maksud Desy, namun dia belum puas jika tidak mendengar suara istrinya.
Herlan pun meminta Desy untuk menghubungi Deswey. Desy pun berusaha menghubungi Deswey berkali-kali, hingga dia mengangkatnya.
"Ada apa sayang? kamu kangen dengan kakak ya," ucap Deswey langsung rebahan di kamar tidurnya.
"Iya aku kangen dengan istriku," ucap Herlan menjawab.
"Ehm, kok kamu Herlan yang mengangkat telpon Desy, adikku baik-baik saja kan," ucap Deswey menjawab.
"Iya lah, karena aku ingin mendengar langsung dari kamu, kenapa aku tidak boleh kesana?" ucap Herlan bertanya.
"Hihi, nanti aku pulang sayang beberapa hari, di sini lagi genting, aku tinggal dirumah papa dan mama kok, jadi aku baik-baik saja, bukankah harusnya kamu bahagia, karena tidak ada aku di sampingmu yang membuatmu kesal lagi," ucap Deswey bercanda.
"Ehm iya sih, tapi merasa ada yang kurang lah, biasanya kan tidur ditemani istri, terus juga biasanya sebelum tidur kita berdebat hingga tertawa akhirnya," ucap Herlan mulai merendah suaranya.
"Heheh, bilang saja kangen dengan aku Herlan, jangan banyak bicara, hayoo katakan aku rindu denganmu Deswey," ucap Deswey menggoda suaminya melalui suara.
"Hihi, apaan sih? yang kangen dengan kamu siapa Deswey? asli geer banget deh, dasar istriku ngomel mulu', emangnya tidak capek kamu ngomelin aku terus," ucap Herlan bertanya.
"Hihi, awas yaa kalau malam ini uring-uringan mikirin aku terus, karena malam ini aku mau mematikan ponsel," ucap Deswey tersenyum.
"Kok gitu sih Deswey, kalau aku nanya sesuatu gimana dong?, kan segala sesuatu keperluanku kamu yang mengetahuinya," ucap Herlan mendengus kesal.
"Hihi, baiklah suamiku akan aku aktifkan ponselku, tapi kamu bilang kangen dulu dengan ku, maka aku janji akan mengaktifkan," ucap Deswey sambil tersenyum.
"Ih siapa yang kangen kamu sih istriku?" ucap Herlan gengsi.
"Herlan, aku matikan ponsel nya dulu ya, ada urusan dengan anak buahku, nanti aku sambung kembali ya, kamu jaga kesehatan ya suamiku, dan fokus dengan pekerjaan mu, kalau kamu kangen sebut namaku, aku akan menyebut namamu," ucap Deswey mematikan ponselnya.
Herlan pun memberikan ponsel tersebut kepada Desy. Desy pun menerimanya, Very melihat ekspresi Herlan menjadi bingung dan ingin bertanya tapi tidak mampu.
"Ohya Desy dan Very, aku pulang ke rumah dulu mau istirahat ya, terima kasih kalian sudah membantuku hari ini," ucap Herlan tersenyum dan menuju ke parkiran.
Very dan Desy pun menuju parkiran menuju mobil mereka.
[Istriku, aku sungguh merindukanmu, tapi kenapa tadi aku tidak mengucapkan kalau rindu, kalau rindu berat gimana?, kalau tidak aktif ponselnya gimana?, aku tidak bisa hidup walau sehari tanpa istriku, apakah aku sudah jatuh cinta dengan Deswey] gumam Herlan dalam hati saat dia mengemudi.
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1