Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 28


__ADS_3

Very pun menjemput Desy ke rumahnya.


Sesampainya di Rumah Desy, Very di sambut oleh Tuan Herley.


"Permisi Tuan Herley, saya izin menjemput Nona Desy dinner dengan Tuan Herlan dan Nona Deswey," ucap Very.


"Tunggu lah sebentar, Desy lagi siap-siap," ucap Tuan Herley.


"Baik Tuan, saya akan menunggu Nona Desy," ucap Very menjawab seadanya.


"Tolong jaga Desy dengan baik ya Very, Saya menitipkan Desy dengan kamu yaa," ucap Tuan Herley berlalu meninggalkan Very yang duduk sendiri.


Minuman pun datang dari pelayan mengantarkan cemilan dan minuman.


"Silahkan Di minum Tuan Very, sedari menunggu Nona Deswey," ucap Pelayan tersebut.


"Baik terima kasih Bu," ucap Very ramah.


Desy yang berada di atas turun dengan membawa koper, Very pun menuju Desy untuk membawa Kopernya.


Namun, dalam lamunan Desy.


[Very menuju dirinya dan memegang tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang koper dan mereka menuruni anak tangga secara bersamaan dengan anggun bak pangeran dengan tuan putri] begitu khayalan Desy.


Pada kenyataannya tidak sejalan yang dibayangkan. Desy mengulurkan jarinya seolah-olah ingin berjalan dengan Very. Malah Very langsung mengambil kopernya dan duluan meninggalkan Desy.


"Uuh dasar cowok nggak romantis,"umpat Desy dengan keras.


"Ada apa Nona Desy?" ucap Very dengan muka datarnya.


"Ehm tidak ada apa-apa?" ucap Desy sudah sampai di lantai bawah.


Dia pun berpamitan dengan dengan papa dan mama nya. Setelah memasukan koper Desy ke mobil. Very pun langsung duduk di bagian tempat mengemudi.


"Dasar cowok nggak peka," umpat Desy dengan keras.


Desy pun masuk ke dalam mobil dengan muka seribu cemberut. Very bingung dengaj berbagai ekspresi Desy bahkan selalu mengumpat.


Very pun mendekati Desy, jantung Desy tidak berhenti lagi berdegup kencang. Lagi-lagi Desy berkhayal.


[Very menci** bibirnya dan setelah itu mereka berbicara dengan canda tawa hingga keduanya terlihat akrab satu sama lain] dan itu hanya imajinasi Desy, kenyataannya.

__ADS_1


Very hanya memasangkan seat belt pada Desy. Very pun langsung mengemudi tanpa kata-kata. Desy kesal dengan tingkah Very yang acuh dengannya, hingga Desy selalu berbuat tingkah dengan cara mengomel bahkan pura-pura menelpon temannya.


"Very perjalanan kita ke Restaurant itu lumayan jauh selama satu jam, tidak bisakah kita bicara," ucap Desy mendengus kesal.


"Jadi, mau kamu itu apa?, sekarang aku sedang mengemudi kalau kita mau bicara banyak nanti jika sudah sampai di Restaurant tersebut, jadi kamu bersabar yaa atau dengerin musik atau apa lah yang tidak membuat mu bosan," ucap Very.


Mereka pun tiba di lampu merah, agar Desy tidak bosan dia pun memberikan usulan.


"Nona Desy coba kamu download aplikasi mangatoon atau NovelToon disana banyak komik dan novel yang bagus-bagus, jadi tidak akan membuatmu bosan," ucap Very memberikan saran.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mendownload nya, awas kalau tidak membuatku senang," ucap Desy mengancam.


"Coba saja download dulu, terus lihati kira-kira apa yang ingin kamu baca?, ada berbagai genre loe pasti asyik di saat lagi santai atau menunggu pekerjaan," ucap Very langsung menjalankan mobilnya karena sudah lampu hijau.


Desy pun mulai mendownload aplikasi yang di sarankan oleh Very. Dia pun mencari-cari novel yang di bacanya, namun sebelumnya Desy hanya melihat-lihat dulu dari isi sinopsisnya hingga dia menemukan sebuah novel yang berjudul "Dermaga Senja".


Desy pun berlanjut meneruskan membaca setiap episode kadang kesal, kadang marah dan kadang sedih ekspresi itu datang dari berbagai wajahnya yang cantik itu. Very hanya tersenyum melihat tingkah Desy. Hingga Desy pun menghentikan bacanya.


"Hey, Very kamu kenapa tersenyum begitu? emangnya ada yang lucu dengan berbagai ekspresi ku, kamu tidak menyukai," ucap Desy dengan wajah yang cemberut.


"Heheh, tidak-tidak mana berani saya menertawakan sesuatu yang tidak lucu," ucap Very tersenyum kecil.


"Emang yang membuatmu tertawa dan tersenyum begitu karena apa?, apakah ada sesuatu di wajahku?" ucap Desy panik langsung mencari kaca di tas mungil berwarna biru muda.


Desy pun terus memandangi Very dengan lekat dengan tawaan dari bi*** Very, yang baginya itu hal yang langka.


"Hey Nona Desy, kita sudah sampai di Restaurant yang kita tuju," ucap Very keluar lebih dulu dan menutup pintu dan membuka kan pintu mobil buat Desy.


Kedua pun berjalan menuju gedung yang didalamnya terdapat Restaurant yang terkenal di Swiss.



Desy ketika bertemu dengan Kakaknya langsung berlari, padahal Desy saat itu memakai high heels.


"Kak Deswey aku rindu," ucap Desy manja dengan Kakaknya.


"Iya adikku tercantik di dunia, kakak juga rindu kamu, tapi pelan-pelan dong sayang, kamu nggak lihat Very lari-lari memegang gaun kamu, agar kamu tidak terjatuh," ucap Deswey ke adiknya.


"Hehe, terima kasih Very atas bantuannya," ucap Desy.


"Sama...Sam..." ucap Very mau menjawab panjang Desy langsung mengalihkan wajahnya ke Kakaknya.

__ADS_1


Desy pun hanya bicara dengan Deswey. Begitupun Herlan yang berbicara dengan Very tentang pekerjaan. Hingga makanan yang mereka pesan pun datang.


"Wah enak nie Kak," ucap Desy memakan seafood kepiting kesukaannya.


"Uuhuuuk...uhuukkk...


"Nie minum, kalau makan itu pelan-pelan saja, kan jadi tersedak kamunya," ucap Very memberi perhatian.


'Yaa, terima kasih atas minumnya," ucap Desy langsung meminum pemberian dari Very.


"Eheem, ayoo terusi makannya, kita di sini untuk makan bukan buat berantem ya,'"ucap Herlan sambil tersenyum ke arah istrinya,


"Yaa hayoo lanjut makan," ucap Deswey tersenyum kecil melihat perdebatan kedua nya.


Setelah selesai, mereka pun berbincang-bincang. Namun, dering ponsel Herlan berbunyi.


"Yaa Hallo, baik saya akan kesana kebetulan dekat juga dari sini," ucap Herlan.


"Istriku hayoo ikut aku, kita bertemu dengan klien ku, dan kamu Very kode rumah aku sudah kasih tahu di ponselmu dan juga jaga adik iparku," ucap Herlan bicara tegas sambil menarik tangan istrinya yang sepertinya Deswey enggan di pegang oleh suaminya (padahal udah muhrim haha), Deswey pun terpaksa melakukan nya agar terlihat keduanya begitu harmonis.


"Desy sayang, kakak tinggal ya, sampai ketemu di rumah adikku sayang," ucap Deswey melambaikan tangan ke adiknya.


"Iya Kak, baiklah," ucap Deswey.


"Baik Tuan," ucap Very.


Beberapa menit setelah Deswey dan Herlan pergi keduanya tidak ada pembicaraan apapun hingga membuat Desy kesal.


"Very, aku ke kamar mandi dulu yaa kamu tunggu disini," ucap Desy.


Desy pun menuju kamar mandi, tidak sampai ke kamar mandi seorang pelayan tanpa sengaja menumpahkan minuman ke pakaiannya. Desy mau marah tapi pelayan itu gemetar dan ketakutan.


"Maaf kan saya nona, please nona jangan laporkan saya dengan manager nanti saya di pecat," ucap Pelayan tersebut.


"Baiklah, pergi sekarang sebelum aku berubah pikiran," ucap Desy mendengus kesal.


Desy pun berlari langsung menuju parkiran, dia menangis dan menutup matanya serta duduk di depan mobil mereka. Orang yang melihatnya mengatakan kalau Desy mabuk.


"Kemana sih Desy, masa' ke kamar mandi lama banget," ucap Very berlari menuju kamar mandi yang ternyata semua kamar mandi itu kosong tidak ada orang.


Very panik luar biasa dia pun mencari Desy kemana-mana hingga ia menemukan Desy berada di depan mobil mereka sambil menangis.

__ADS_1


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2