
Kebahagiaan keluarga tersebut sangat tampak di keluarga tersebut, hingga suatu hari kesehatan nyonya Heva menurun menyebabkan beliau harus di bawa ke rumah sakit, semuanya panik dengan kondisi nyonya Heva.
Herlan tidak berhenti lagi khawatir dengan kondisi mama nya yang pingsan beberapa kali dalam Minggu terakhir ini. Hingga Dokter pun keluar.
"Nyonya Heva perlu istirahat yang cukup, dia hanya kekurangan darah saja," ucap dokter pada Herlan.
"Baik dokter, terima kasih," ucap Herlan langsung menemui mama nya.
Herlan pun langsung masuk ke ruangan tersebut ditemani Deswey, sedangkan yang lain menunggu di luar. Herlan menangis melihat kondisi mama nya.
Deswey hanya memeluk Herlan dari belakang, agar suaminya dalam keadaan tenang, sehingga Herlan merasa bahwa suaminya selalu ada bersama nya.
Herlan pun memeluk balik istrinya, dia hanya sesunggukkan menatap wajah sayu mama nya. Herlan tidak pernah menangis jika bukan orang yang sangat di cintanya orang tua dan istrinya.
Herlan pun berpamitan ke istrinya untuk ke kamar mandi, sedangkan yang Very dan Desy masuk ke ruangan tersebut karena sudah di perbolehkan asal tidak berisik begitupun dengan nyonya Geby, sedangkan tuan Herley tidak hadir karena harus memantau kondisi rumah yang mereka bangun.
Very yang diangkat sebagai anak angkat pun menangis melihat nyonya Heva terbaring sakit, wanita yang selama ini mengasuhnya dengan penuh cinta. Seorang Ibu yang mendidiknya dengan sangat kerasa namun penuh cinta. Begitulah kira-kira gambaran kasih sayang nyonya Heva di pandangan Very.
Deswey pun mengajak suaminya keluar karena dari tadi belum makan sama sekali, meskipun Herlan enggan meninggalkan mama nya, akan tetapi dipaksa oleh Deswey istrinya dengan paksa.
"Very dan Desy, tolong jagain mama Heva ya, kakak mau ngajak Herlan makan dulu," ucap Deswey pergi meninggalkan ruangan tersebut dan memegang tangan suaminya.
Awalnya Herlan enggan mengikuti suaminya. Akan tetapi, melihat istrinya inisiatif dan memegang jari jemarinya dan memaksa untuk makan membuat hati Herlan terhenyuh dan tak berdaya.
[Deswey berinisiatif memegang tangan ku dengan lembut, dari dulu dia tidak pernah cerewet akan tetapi kenapa dengan perubahan nya ini, apakah karena dia sedang mengandung, oh anakku terima kasih sudah membuat mama mu perhatian dengan papa mu] gumam Herlan dalam hati.
Sampailah mereka di kantin rumah sakit, akan tetapi malah istrinya yang mual. Herlan pun mengajak istrinya ke toilet terdekat, dan Herlan menunggu istrinya di luar. Saat selesai wajah Deswey pucat dan dia pun jatuh pingsan.
Lagi-lagi Herlan harus menggendong istrinya dan meminta perawat untuk membawa kasur dorong untuk istrinya. Herlan sangat terlihat panik atas kejadian tersebut.
__ADS_1
Sesampainya di sebuah ruangan Deswey pun di periksa oleh dokter, setelah itu dokter pun keluar dan mengatakan bahwa Deswey kekalahan dan perlu istirahat, melihat hal itu Herlan merasa bersalah, dia lupa jika ada istrinya yang perlu dia pikirkan.
Herlan pun memegang tangan istrinya dengan mesra, dan berharap istrinya segera sadar. Herlan pun menelpon Desy dan mengatakan bahwa Deswey tengah dirawat, mendengar hal itu Desy pun berlari menuju ruangan tersebut.
Desy pun datang dengan cepat dan memeluk Deswey, Very pun bertanya dengan Herlan.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Very bertanya dengan nada serius.
"Kata dokter, istriku kelelahan dan stress, mungkin karena beberapa masalah keluarga kita sehingga membuat reaksi pada tubuh anaknya rentan," ucap Herlan menjelaskan.
"Ehm wajar saja sih jika Kak Deswey mengalaminya, Kak Deswey kamu rehat lah ya, selama ini yang mengurus ku sakit kan kak Deswey," ucap Desy sambil menangis.
"Ohya Kak Herlan, kembali lah ke ruangan mama Heva, kamu dan Very jagalah mama Heva saja, aku ingin menjaga Kak Deswey, aku janji jika ada apa-apa akan mengabari kalian," ucap Desy memohon.
"Biar aku saja sendiri, Very biarlah mendampingi mu, karena kamu pun sekarang sedang berbadan dua, setidaknya jika ada Very di sini aku merasa kalian lebih aman," ucap Herlan, selesai mengatakan hal tersebut dia pun pergi meninggalkan ruangan itu.
"Baiklah Herlan, kabari jika mama Heva sadar ya," ucap Very teriak.
Herlan pun menuju ruangan mama nya di rawat, dia hanya menatap sedih mama nya yang selalu mengomelin dirinya. Herlan benar-benar terpukul dengan keadaan sekarang, dua wanita yang sangat dicintainya terbaring sakit, Herlan hanya terus berdoa semoga keduanya segera sadar.
****
Dua hari sudah nyonya Heva terbaring di rumah sakit, belum ada tanda-tanda nyonya Heva akan sembuh dari sakitnya.
Deswey pun demikian, dia terus saja drop sehingga hanya bisa berbaring di tempat tidur tersebut dengan demikian Deswey tidak bisa kemana-mana.
Sedangkan nyonya Geby menemani Deswey di ruangan tersebut, sesungguhnya tidak diizinkan oleh tuan Herley akan tetapi nyonya Geby ingin menjaga anaknya, meskipun dirinya pun rentan terkena sakit.
Very hanya bisa menjaga Desy, keduanya hanya memesan penginapan di samping rumah sakit tersebut, Desy pun demikian ingin sekali menemani Kak Deswey akan tetapi kondisi tubuhnya tidak memungkinkan.
__ADS_1
"Sayang, aku beneran tidak diperbolehkan jaga Kak Deswey," ucap Desy mulai gatal memandang keluar jendela.
"Sayangku, Istriku, please kamu mau yaa patuh untuk sekarang ini, mama dan papa kamu sudah berpesan pada ku, begitu juga Kak Herlan, kondisi kamu juga sedang drop sayang, kamu di rumah ya, nanti kita video call saja dengan mereka yang berada di rumah sakit," ucap Very mengatakan dengan nada lembut.
"Baiklah suamiku, aku akan menuruti mu, kalau begitu apakah sekarang boleh aku video call?" ucap Desy bertanya pada suaminya.
"Boleh sayang, lakukan saja, asal kamu masih stay di rumah, aku nggak mau kamu sakit, kamu sekarang berbadan dua, jadi aku harus menjaga bayiku dan istri ku," ucap Very mulai bertingkah bawel
"Cuuup, ciuman mendarat ke pipi suaminya," senyum Desy terlihat di wajahnya dia pun mencari posisi untuk melakukan video call.
Very hanya tersenyum melihat tingkah manis istrinya, semua tingkah istrinya sangat di sukainya, karena hal itu lah membuatnya makin cinta dengan istri nya, apa lagi kehadiran bayi di tengah kebahagiaan mereka.
Desy pun video call dengan Herlan dan mama nya.
📱"Hore kakak udah sadar ya ma, tapi gimana kabar nyonya Heva Kak Herlan?" ucap Desy bahagia, Very pun ikut nimbrung.
📱"Alhamdulillah mama Heva sudah sehat kembali Desy, sama saya Deswey juga sudah sadar pulih malah," ucap nyonya Geby dan Herlan bersamaan.
📱"Haha, mama sama Kak Herlan kompak bicaranya, wajar menantu dan nanti hihi, kalau begitu Desy mau kesana deh," ucap Desy ingin mematikan video tersebut, akan tetapi nggak dibolehkan mama nya.
📱"Kamu ke sini, izin dulu dengan Very boleh apa nggak? jadi semua keputusan ada sama Very, mama tutup ya," ucap Mama Geby langsung mematikan panggilan ponselnya, begitupun dengan Herlan.
Setelah selesai Desy pun memohon pada suaminya.
🍁🍁🍁🍁
Penasaran nggak, tunggu saja 😂😂
like, comment, gift dan vote ya guys.
__ADS_1
terima kasih.