Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 9


__ADS_3

Herlan pun mengalihkan pandangannya, tidak lama keduanya terdiam karena Bik Ninik mengantarkan makanan buat Deswey. Herlan pun mengambil sarapan tersebut dan memberikan kepada Deswey "tangan kamu sehatkan atau mau saya suapi," ucap Herlan.


Deswey pun berusaha bangun untuk duduk dibantui oleh Herlan tanpa suara apapun "iyaa lah tangan ku sehat, kalau gitu terima kasih. Kamu pergi kerja sana nanti terlambat," ucap Deswey sambil memegang sendok hendak makan buah yang di atas meja makan tersebut.


Herlan pun duduk dihadapi Deswey dan berkata "kenapa sih elo sepertinya benci banget sama gue, hingga tidak ingin melihat muka gue sama sekali," ucap Herlan memandang mata Deswey.


Deswey pun selesai dari makannya tanpa memandang Herlan dan berkata "gue tidak benci sama elo, tapi yang lebih tepatnya gue memperlakukan elo seperti elo memperlakukan gue, coba pikir berapa kalimat perkataan elo yang membuat gue tidak memiliki harga diri, gue sakit hati dengar perkataan elo Herlan," ucap Deswey melanjutkan mengunyah buah apel.


Herlan pun menjawab dengan lantang" jika demikian saya minta maaf dengan tulus, tidak akan melakukan hal yang sama dan tidak akan menyakiti mu lagi," ucap Herlan sambil merentangkan tangannya meminta maaf kepada Deswey.


Deswey pun selesai sarapannya dan spontan Herlan membantu meletakkan meja makan tersebut ke bawah, dan berkata "lupakan Herlan kamu itu seorang pewaris dari keluargamu ini, kamu meminta maaf kepada ku saja sudah melukai harga dirimu dan aku tahu di hati mu pasti menyumpahi aku, aku maafkan kamu dan pergilah ke kantor, aku mau istirahat," ucap Deswey mengusirnya.


Herlan pun merapikan selimut Deswey dan berkata "tapi janji kamu tidak pergi lagi hanya stay disini, kamu tinggalkan aku saat aku di Rumah Sakit," ucap Herlan serius.


"Herlan pikirkan dirimu sendiri, saya memiliki kehidupan sendiri terlepas saya adalah tunanganmu, tapi saya pastikan kamu tidak akan masuk dalam kehidupan ku sedikitpun, jika waktunya tiba saya akan mengatakan langsung dengan mama Heva, sekarang pergilah sana, " ucap Deswey dengan lantang.


Dengan kesalnya Herlan pun pergi meninggalkan Deswey. Deswey hanya memincingkan mata yang tampak heran dengan sikap Deswey.


"Segera adakan rapat dalam waktu 2 jam akan dimulai saya segera on the way menuju ke kantor," ucap Herlan kesal dengan sikap Deswey.


Sepanjang perjalanan Herlan terus memikirkan perkataan Deswey, entah kenapa Deswey sudah masuk dalam kehidupan pribadinya. Untuk menghilangkan Deswey dalam kehidupan nya sudah terlambat karena dia sudah 3 kali mengorbankan hidupnya untuk dia dan mama Heva.


Tiba di kantor.

__ADS_1


Baru beberapa menit duduk di kantor, Herlan sudah memarahi karyawannya. Belum lagi hal lain yang terjadi di perusahaan sehingga membuat Herlan bertambah emosi,


"tolong siapkan dalam setengah jam semua orang saya tunjuk presentasi dan lainnya berkomentarz" ucap Herlan pada sekretaris nya.


"Baik Pak,"ucap Very sekretaris nya.


"Very elo kesini dulu, gue mau bicara sebentar cukup hubungi salah satu saja untuk di umumkan kita rapat setengah jam lagi," ucap Herlan pada Very.


"Baik Pak, akan saya hubungi," ucap Very


Setelah Very menghubungi salah satu karyawan untuk rapat setengah jam lagi, Herlan pun berbicara serius dengannya,


"Very, elo kan sahabat terdekat gue pasti tahu baik buruk gue, sekarang koreksi gue sebagai laki-laki terhadap ke wanita apakah sifat buruk gue ada dan membuat wanita ilfil," ucap Herlan menunggu jawaban.


"Benaran boleh jujur Herlan gue tentang elo, tapi ngggak di potong gaji kan," ucap Very mulai duduk dihadapannya.


"Kalau saya sebagai wanita yaa bos, saya tidak mau dekat dengan bos alasannya mulut bos itu sekalinya bicara nyakitin, mungkin karena hal itu Deswey tidak pernah mengganggap mu sebagai tunanganmu," ucap Very berhati-hati dalam berbicara takut menyinggung perasaan Herlan.


"Ehm ada bener nya juga sih, terus yang harus saya lakukan apa kalau begitu agar nyaman seseorang dekat dengan ku," ucap Herlan mulai serius pembicaraan nya.


"Bos harus belajar tulus, tersenyum dan memulai pembicaraan lebih dulu yang pasti harus tahu dulu yang disukai atau tidak disukai agar ada bahan obrolan jadi tidak garing saat berduaan," ucap Very memberikan nasehat pada Herlan.


"Ohw baiklah-baiklah, terima kasih arahannya, sepertinya masuk di akal juga, oke karena nasehat mu tidak membuatku tersinggung maka ada bonus bulan ini," ucap Herlan berdiri menuju ke ruangan meeting.

__ADS_1


"Waah terima kasih bos Herlan, baiklah kita ke tempat meeting sekarang," ucap Very mengejar bos nya yang sudah duluan berada di depannya.


Herlan pun memimpin meeting tersebut meskipun hatinya masih memikirkan Deswey, karena nasehat dari Very amarah Herlan cukup terkendali sehingga jika ada presentasi tidak sesuai saja maka kena Omelan. Ketika presentasi berlangsung khidmat dering ponsel Herlan berbunyi panggilan dari Deswey.


"Hai Herlan, bisa nggak aku minta tolong," ucap Deswey pelan-pelan dan manja bicaranya.


Herlan pun meninggalkan ruang meeting nya sementara karena mau bicara dengan Deswey "memang kamu mau minta tolong apa?" terus kamu maafin aku nggak sepenuhnya atas perlakuan aku jika sekarang membantu mu," ucap Herlan berusaha bernegosiasi.


"Argh itu gampang, jam 5 sore pulang ke rumah yaa, acaranya nanti malam jadi aku perlu pendamping menghadiri acara lelang tersebut sebab saat ini aku di intai oleh seseorang," ucap Deswey bicara perlahan.


"Hahahaha, siapa yang menginginkan mu Deswey?, hingga kamu merasa di awasi begitu," ucap Herlan bicara santai.


"Ehm nanti aku cerita yang pasti kamu pulang pukul 5 sore, jika tidak datang aku akan menyewa orang lain," ucap Deswey dengan nada kesal karena sikap jahil Herlan.


"Enak saja kamu nyuruh laki-laki lain, kamu itu tunangan aku, baiklah aku akan datang jam 5 sore ke rumah, mau minta dibeliin apa ketika aku sampai di rumah," ucap Herlan.


"Tidak perlu bik Ninik sudah cukup memberikan makanan disini, kamu pulang dengan selamat itu sudah cukup," ucap Deswey.


"Baiklah tunanganku, aku akan menyelesaikan meeting dengan sesegera mungkin, aku matikan ya," ucap Herlan bicara pelan.


"Oke thanks Herlan atas waktunya, sorry aku mengganggu mu, sampai jumpa nanti sore," ucap Deswey dengan hati bahagia.


Herlan memasuki ruang meeting dengan senyuman bahagia. Semua karyawan merasakan kehangatan atas senyumannya. Sehingga meeting terakhir berjalan dengan santai. Herlan pun meminta Very untuk mengurus semuanya, karena dia harus pulang menemani tunangannya.

__ADS_1


Very bahagia melihat sahabatnya kembali tersenyum setidaknya ada air salji yang membahasi kehidupan kantor begitulah perumpamaan jika Herlan menjadi temparamen. Meskipun Very dulunya hanya seseorang yang dikasihani oleh mama Heva, karena itulah Very memahami sifat Herlan, hingga Herlan merasa nyaman dan menjadikan very sebagai sahabat nya sekaligus sekretaris nya.


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2