
Herlan pun masuk ke pesta tersebut dan meninggalkan Deswey di dapur "argh akhirnya keluar juga thu Herlan, setiap lihat muka thu cowok kesal rasanya, siapa juga yang suka sama dia, dasar manusia kegeeran sok perhatian segala," gumam Deswey mengomel.
Saat Deswey masih asyik mengunyah makanan tersebut seorang pelayan menghampirinya ke dapur "Nona Deswey di panggil oleh mama Heva."
"Baik terima kasih," ucap Deswey bersiap menuju mama Heva.
Deswey pun berjalan menuju mama Heva dan Herlan di sampingnya "Tante Heva memanggil saya?."
"Iya sayang, ada nyonya Bella ingin berbicara dengan kamu," ucap Mama Heva.
Nyonya Bella ini menantu saya, silahkan jika ada yang ingin ditanyakan "Deswey Herley, kamu pelatih bela diri anak saya yang bernama Gery Island, terima kasih yaa bimbingan nya, dia sekarang memiliki kepercayaan diri sejak di latih oleh kamu, saya selalu mencari kamu kemana-mana tapi bersyukur nya bisa bertemu kamu di sini, Deswey meminta apa dari Tante," ucap nyonya Bella yang memiliki perusahaan ekspor dan impor bahkan ketika seseorang bernegosiasi dengannya sangat sulit.
Deswey pun dengan anggun berkata "saya tidak perlu apapun nyonya Bella, saya bahagia jika murid saya memiliki sebuah perubahan setelah kami dengan tim mendidik mereka, itu sudah cukup bagi saya," ucap Deswey sambil mendekap kan ditangannya pertanda tidak menginginkan apapun.
Nyonya Bella pun tersenyum dan berkata "Nyonya Heva beruntung memiliki menantu seperti mu, baiklah jika suatu saat nanti kamu memerlukan bantuan saya, ini kartu nama saya," ucap Nyonya Bella langsung berpamitan pergi karena niatnya datang ke arisan hanya ingin bertemu dengan Deswey Herley yang sudah berjasa mendidik anaknya yang sekarang berusia 15 tahun, kala itu anaknya Nyonya Bela berusia 11 tahun (Deswey mengenang masa-masa nya ketika pertama kali menjadi pelatih bela diri).
Lamunannya buyar saat Herlan menempuk pundak Deswey "mama bicara dengan kamu dari tadi, lagi melamun apa sih?" ucap Herlan berbisik ke telinga Deswey.
Tanpa memperdulikan Herlan, Deswey pun memegang tangan Nyonya Heva "Tante, maaf yaa tadi Deswey melamun sebentar," ucap Deswey dengan senyumannya.
Nyonya Heva memegang pipi Deswey dan berkata "iyaa tidak apa-apa, hayoo temani mama ngantar teman-teman sampai pintu gerbang," ucap Mama Heva sambil menarik tangannya Deswey.
"Waaah Deswey sekarang sudah ambil alih hati mama gue yaa, nanti lama-lama cewek ngelunjak lagi mau harta orangtua," ucap Herlan kesal.
__ADS_1
Meskipun begitu samar-samar Deswey mendengar perkataaan itu dan berkata dalam lirih "tunggu saja saatnya nanti saya bicara dengan kamu Herlan," ucap Deswey dengan senyum palsu menundukan pundak kepada para tamu nyonya Heva.
Setelah urusan selesai mama Heva istirahat lebih duluan, dan Deswey bermaksud berpamitan tapi di tolak oleh Nyonya Heva dan berkata "calon mantu ku tersayang nginap disini semalam, di atas kamar tamu dan pakaian tidur sudah disiapkan," ucap mama Heva.
Deswey hanya mengucapkan terima kasih kepada Nyonya Heva. Deswey sontak mendekati Herlan "aku perlu bicara sama elo di balkon atas jangan sampai Nyonya Heva mendengar percakapan kita," ucap Deswey sambil membawa buah-buahan yang di kupas nya tadi.
Setelah Deswey berpamitan dengan nyonya Heva untuk berbicara dengan Herlan di Balkon. dan keduanya tiba di balkon atas.
Tanpa basa basi Deswey pun langsung pada intinya" Herlan saya bukan tipekal wanita penjilat, bukan juga perebut kasih sayang orang dan juga bukan perebut harta orang serta ingat saya menikahi mu karena keinginan nyonya Heva yaitu mama kamu, kalau saya tidak berjanji, bisa kapan saja saya memutuskan ini, jadi stop berpikiran negatif tentang aku," ucap Deswey bicara lantang.
Herlan pun mendekati Deswey dan berkata "saya tak pernah bicara begitu dengan kamu, jangan asal bicara Deswey," ucap Herlan mulai kesal atas prasangka Deswey.
Deswey pun menatap wajah Herlan lekat dan berkata "saya mendengar lirih ketika saya menemani mama mu dengan para Ibu arisan, asal kamu tahu Herlan tidak ada satu pun orang yang bisa menemukan asal ku dari mana, coba pikir itu pertanda apa? dan saya tidak memiliki rasa suka sedikit pun dengan apapun yang kamu pikirkan tentang ku, jadi semua hubungan ini hanya menyenangkan hati mama mu ketika hatinya tenang saya sendiri yang akan bicara sebelum pernikahan kita digelar," ucap Deswey berdiri meninggalkan Herlan terdiam atas pernyataan tersebut.
Deswey pun kembali ke kamar tamu yang sudah di sediakan dan berganti pakaian tidur untuk beristirahat saat hendak tidur dering ponselnya berbunyi "Yaa Hallo, siapa sih malam-malam."
Namun, tidak ada sambungan dari nomor tersebut. Ehm sepertinya nomor iseng kali yaa begitulah pikir Deswey sudah 3 kali merasa ada yang menelpon tanpa suara.
Herlan yang berada dalam kamarnya gelisah dengan sikap tegas Deswey " bagaimana caranya agar aku bisa mengendalikan wanita seperti deswey yang kuat dan keras kepala begitu," ucap Herlan terlelap dalam tidurnya.
Pagi harinya.
Deswey olahraga pagi masih mengenakan pakaian tidurnya. Saat dilihatnya ada paket yang di terima oleh bik Ninik "stop bik, sepertinya ada yang aneh dari paket ini menjauhlah, saat Deswey membuka paket tersebut benar adanya ada bahan mercon yang meledak hampir mengenai wajah Deswey."
__ADS_1
Mendengar suara teriakan dari lantai bawah Herlan secepat kilat menuju sumber suara begitupun dengan Nyonya Heva, "apa yang sudah terjadi, bik Ninik kenapa Deswey pingsan?."
Dengan sigap herlan pun membawa Deswey di kamarnya.
Bik Ninik pun menceritakan semuanya, sedangkan Herlan menghubungi dokter pribadi mereka, Herlan panik luar biasa sedari tadi tangannya tidak jauh memegang jarinya Deswey seolah-olah takut kehilangan.
"Herlan, dokter sudah datang mundur dulu biar di periksa dulu," ucap Mama Heva menarik tangan anaknya.
Setelah dokter selesai memeriksa dia pun berkata "Nyonya Heva, calon mantu anda hanya syok saja terkait luka, hanya luuka kecil di wajah dan kakinya seluruhnya aman semua, ini resep yang silahkan ditebus saya pamit nyonya Heva," ucap dokter tersebut dan mama Heva menemaninya sampai ke pintu rumah.
Herlan pun menatap lekat Deswey dan berkata "nie cewek punya berapa nyawa sih? semua yang terjadi di rumah ini selalu dia yang menyelamatkan, bagaimana bisa aku tidak perhatian dengan dia, Deswey kamu itu milik aku hargai dong nyawa kamu," ucap Herlan kesal dengan dirinya sendiri.
Herlan pun menelpon karyawannya jika dia datang terlambat karena ada urusan penting di rumah. Nyonya Heva pun tiba di kamar Deswey dan berkata" sayang kamu jagain Deswey dulu yaa kata dokter kemungkinan sadarnya sebentar lagi, mama ke kantor dulu ada hal mendesak," ucap Mama Heva.
Mama Heva pun pergi sebelum itu dia mencium kening Deswey yang masih terbaring sakit " kalau ada apa-apa kabarin yaa sayang," ucap Mama Heva.
Setengah jam kemudian.
Herlan lagi memeriksa Deswey, tiba-tiba mata keduanya bertemu, sontak Herlan langsung memalingkan wajahnya dan memberikan minum kepada Deswey. Keduanya pun terdiam dalam beberapa menit.
Apa yang akan terjadi selanjutnya ya???
πππππ
__ADS_1
Like and commentβΊοΈ