
Deswey pun meneruskan pembicaraan tersebut. Ekspresi wajah kekhawatiran nya mulai tampak. Deswey terus saja berbicara dengan anak buahnya cukup lama. Setelah di rasa selesai Deswey pun kembali istirahat.
[Semoga permasalahan di sana, segera selesai dengan solusi yang diberikan, jadi mengkhawatirkan, hanya menunggu kabar saja kalau begitu] gumam Deswey hingga terlelap dalam tidurnya.
Deswey larut dalam tidurnya yang sangat nyaman. Hingga dering ponselnya kembali berbunyi.
[Argh, siapa lagi sih yang menelpon? ganggu saja sedang istirahat begini] gumam Deswey sambil mencari ponselnya dan mengangkatnya.
Setelah dilihatnya ternyata panggilan dari Gerald.
"Ya Hallo Gerald, ada apa?" ucap Deswey mencoba berbicara karena sudah sangat ngantuk dirinya.
"Deswey seperti nya kamu sudah mengantuk ya, tidak bisakah kita berbicara sebentar saja," ucap Gerald.
"Kalau sebentar ya tidak apa-apa, kalau lama aku perlu istirahat, karena sungguh lelah banget," ucap Deswey mendengus kesal karena istirahatnya di ganggu.
Mereka pun berbicara, tapi Deswey malah tidak memperdulikan nya hanya menjawab seadanya. Gerald terus saja bicara padanya, hingga Deswey menguap setiap tengah pembicaraan tersebut.
Hingga Deswey benar-benar lelah dan tidak sanggup lagi berbicara.
"Hallo Deswey, Hallo Deswey, berulang kali Gerald mengucapkan nama tersebut hingga tidak ada suara sama sekali,"
Gerald pun mematikan panggilan tersebut, dia hanya menggelengkan kepalanya saja. Seperti biasa Deswey setiap di telpon pasti akan begitu. Sejak mereka berkenalan lama sikap Deswey tidak pernah berubah. Bahkan, ketika sudah menikah pun seperti itu baginya hal yang biasa yang dilakukannya.
Gerald pun mengenang kebersamaan mereka. Gerald tersenyum sendiri dengan kenangan saat mereka bersama. Meskipun hanya berteman Gerald sangat bahagia bersama dengan Deswey. Bahkan, yang membuatnya salut dengan Deswey adalah dia seorang wanita yang tidak ada laki-laki yang berani dengannya.
Bahkan, Deswey satu-satunya wanita yang selalu membela dirinya. Gerald kala itu bukan laki-laki yang seperti sekarang, bahkan dulu laki-laki kalem tanpa banyak bicara.
Hingga kekalemannya berubah saat Deswey pernah terluka dan berdarah karena membela dirinya. Sejak itu Gerald menyalahkan dirinya sendiri. Hingga Deswey dan Gerald tidak bertemu untuk beberapa hari tersebut.
Bahkan, Deswey tidak diperkenankan untuk bertemu dengan Gerald. Karena bagi Tuan Herley, Gerald laki-laki pengecut yang berlindung dengan wanita.
Sejak itu Deswey tidak bertemu dengannya. Gerald merasa gelisah karena mereka tidak bertemu sama sekali, hingga Gerald mencari tempat pelatihan bela diri.
Awalnya Gerald enggan melakukan hal tersebut, karena dia tidak suka kekerasan. Bahkan, ketika mama nya di pukul oleh seseorang yang memiliki dendam pada keluarganya. Membuat Gerald melakukan hal yang tak terduga. Gerald meninju orang-orang tersebut dengan sekuat tenaga. Meskipun Gerald tetap kalah namun orang tersebut pun meninggalkan mereka begitu saja.
Sejak itu juga Gerald menguatkan diri untuk menjadi laki-laki yang dapat di andalkan. Tidak segampang itu dia bisa berdiri hingga sekarang. Bahkan papa nya sendiri pun sering memperolok nya. Hingga Gerald menjadi laki-laki yang bisa di andalkan oleh keluarganya.
__ADS_1
Jadi yang memimpin perusahaan keluarganya saat ini adalah Gerald. Gerald sudah mampu menjadi anak laki-laki yang diinginkan oleh papa nya.
Gerald pun terus meningkatkan potensi dirinya. Karena sejak perpisahan dirinya dengan Deswey keinginan terbesar nya bertemu dengan Deswey. Meskipun mustahil baginya untuk bersama Deswey. Sejak Deswey terluka parah karena melindungi dirinya membuat Tuan Herley tidak mempercayai Gerald.
Begitu lah kenangan Gerald kebersamaan nya dengan Deswey. Gerald pun melanjutkan aktivitas nya kembali, hingga dering ponsel nya bersuara dari sekretaris bahwa rapat akan diadakan segera. Gerald pun kembali fokus dengan aktivitasnya.
Deswey yang terlelap dalam tidurnya yang hanya sebentar, kembali terganggu karena dering ponselnya berbunyi.
drrrrrrtttt..... drrrrtttt...
Dengan berat hati Deswey mengangkat ponselnya.
"Ya Hallo, mama ini Deswey, apa yang bisa aku bantu," ucap Nyonya Geby.
"Sayang, bantu mama mengatur pernikahan adikmu yaa dengan Nyonya Geby karena papa mu ingin berbulan madu dengan mama, keinginan papa mu ini sangat mendesak, papa mu saat ini manja banget dengan mama," ucap Nyonya Geby malu-malu membicarakannya.
Deswey pun bangun dari tidurnya dan malah tertawa senang dengan ucapan mama nya.
Panggilan video call dilakukan.
"Iih Deswey, mama malu tahu kamu melakukan video call begitu," ucap Nyonya Geby.
"Hihi, ma sudah sangat lama Deswey tidak melihat wajah cantik mama yang gemesin kalau di goda sama papa," ucap Deswey bahagia.
"Kamu sama papa mu sama saja yaa, suka banget kalau menggoda mama," ucap Nyonya Geby dengan muka malunya.
"Hihi, maaf ma, mama yang begini aku paling menyukainya kalau bisa aku mau memeluk dan mencium mama deh, ohya papa dimana?" ucap Deswey masih tersenyum bahagia.
"Papa kamu masih di perusahaan, mama lagi kangen dengan kamu sayang, makanya menelpon kamu untuk meminta bantuan yang mama bilang tadi," ucap Nyonya Geby masih tertunduk malu-malu.
Nyonya Geby dan Deswey pun bercanda satu sama lain. Bahkan di sela mereka bicara ada gelak tawa yang tidak dapat terelakkan. Deswey bahagia melihat mama nya bahagia.
"Mama, apakah kita akan memiliki adik nie? lagian mama masih terlihat masih muda," ucap Deswey menggoda mama nya, yang saat itu pipi Nyonya Geby seperti kepiting rebus.
Lagi-lagi Deswey mampu membuat Mama nya tertawa. Nyonya Geby pun tidak kalah malu-malu nya di buat oleh anaknya.
"Sayang mama tutup dulu ya, nanti kita lanjut lagi, besok temani adikmu fitting pakaian pengantin ya," ucap Nyonya Geby tersenyum.
__ADS_1
"Siap mama ku yang cantik," ucap Deswey tersenyum bahagia.
Panggilan pun terputus.
Deswey pun kembali ke posisinya bangun dari tempat tidurnya.
Saat Deswey ingin beranjak dari tempat tidurnya.
Ponselnya kembali berbunyi.
"Argh, hidupku nggak bisa tenang banget sih, beruntun ditelpon terus," ucap Deswey mendengus kesal.
Deswey pun mengangkat telpon tersebut.
"Ya Hallo," ucap Deswey.
"Kok jawabnya ketuk gitu sih sama suami sendiri, kamu sedang memarahi siapa?" ucap Herlan bertanya dalam telpon tersebut.
"Ehm maaf suamiku, aku tadi kan rencananya mau tidur, nah beruntun di hubungi gitu," ucap Deswey mengatakan.
"Ohw begitu, baiklah kalau begitu kamu bersiap 2 jam lagi yaa istriku, temani aku menemui klien, kali ini klien aku berharap bisa mengajak kamu," ucap Herlan.
"Argh, menemui klien lagi, emang nggak ada hal yang menyenangkan apa?" ucap Deswey lagi-lagi kesal.
"Janji sayang, setelah ini kamu mau minta apapun aku kabulkan, selama tidak jauh dari ku," ucap Herlan.
"Haaaa !, huuu rencana ku mau beristirahat di tempat mama dan papa, tahunya nggak boleh jauh dari kamu," ucap Deswey memonyongkan bibirnya.
"Iyaa lah kamu itu sekaligus istriku, jadi aku punya hak untuk hidup mu sayang," ucap Herlan.
" Oke deh, aku mau menyiapkan diri kalau begitu," ucap Deswey mematikan ponselnya.
"Huuu, dasar istriku hanya dia yang berani mematikan ponsel lebih dulu, heem kalau bukan istri sudah ku marahi," ucap Herlan.
Panggilan telpon pun terputus. Herlan kembali bekerja, dan Deswey bersiap untuk berangkat 2 jam lagi.
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1