Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 69


__ADS_3

Setelah mereka makan bersama, dan berada di ruang tamu, keluar lah kata-kata dari mulut nakalnya Desy di saat menikmati cemilannya.


"Ma, papa dan semuanya, aku nanya serius jangan ditertawakan ya," ucap Desy bertanya serius.


"Tadi aku melihat warna merah di leher kakak Deswey, katanya itu di gigit nyamuk, tapi masak nyamuk nya banyak banget di lehernya Kakak Deswey, padahal Kak Deswey kan bukan darah manis," ucap Desy dengan polosnya.


"Hahaha, ya ampun sayang kamu polos banget sih, biar mama mu saja yang menjelaskan ya, Herlan dan Deswey malu karena perkataaan mu ini," ucap Tuan Herley tertawa dengan tingkah polos anaknya.


"Ayo Herlan ikut papa ke ruang utama, ada yang mau di bicarakan sebelum kalian pulang," ucap Tuan Herley memecahkan kebingungan kedua pasangan tersebut akibat ulah anaknya.


"Ehm baik pa," ucap Herlan.


Di dalam hati keduanya.


"Ih ini semua gara-gara Herlan,sudah aku bilang nyium nya jangan di gigit, kan jadi malu karena perbuatan polosnya Desy, hadeeh malu nya nggak ketulungan akibat ulah suamiku," ucap Deswey dalam hati.


"Aduh, pulang dari sini, bakal kena Omelan aku akibat ulah Desy, mampus aku bakal ngambek istriku, sayang semoga kamu memahami cintaku pada mu," gumam Herlan dalam hati.


Herlan pun mengikuti tuan Herley menuju ruang utama. Banyak hal yang dibicarakan, hingga Herlan hanya mengangguk saja.


Deswey pun pergi meninggalkan nyonya Geby dan Desy yang sedang serius membicarakan hal yang ditanyakan Desy. Deswey menyiram tanaman yang berada di taman mama yang membuatnya.


"Ma, jadi maksud tanda merah itu apa di leher Kak Deswey itu?" ucap Desy penasaran.


"Itu ciuman dari Herlan sayang, kalau kamu sudah menikah nanti dapat ciuman seperti itu dari suami mu," ucap nyonya Geby menjelaskan perlahan.


"Argh, pasti sakit ma kalau di gigit gitu, itu bukan bekas ciuman ma, kayak di gigit gitu, taring Kak Herlan besar juga ya," jawab Desy dengan polosnya.


"Ya ampun anakku polos banget sih tentang hal ini, kayaknya aku harus berbicara dengan Very deh," gumam nyonya Geby dalam lirihnya.


"Ma, kenapa diam jawab dong aku penasaran?" ucap Desy menunggu jawaban mama nya.


"Nanti kamu merasakan kenikmatan nya sayang kalau sudah di titik itu nanti," ucap nyonya Geby berbisik ke telinga Desy.


"Haha, kenikmatan apa ma? kenikmatan yang mengasyikkan itu menurut Desy yaa belajar, dengan belajar kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi diri kita dan orang sekitar," ucap Desy menjelaskan tentang konsep belajar pada mama nya.


"Ya ampun anakku ini terlalu banyak baca buku ilmiah, jadi nya dia polos banget tentang hal pernikahan," gumam nyonya Geby dalam lirih.

__ADS_1


Desy masih dengan seksama mendengarkan arahan mama nya, meskipun dia tahu bahwa dirinya di katakan wanita yang sangat polos. Padahal Desy sudah mengetahui semuanya, hanya saja dia lebih memilih fakta dengan orang terdekat nya saja.


Apakah yang dibaca nyaa tersebut benar atau salah? Desy seorang wanita yang mendasarkan segala sesuatu dengan fakta sehingga dia harus tabu dasar dari hal tersebut. Hingga hal itu lah yang membuat teman-teman nya enggan berdebat Desy.


Akan tetapi egois dan keras kepalanya Desy di kala kan dengan karakter Very yang seperti bongkahan es.


Setelah selesai Mereka semua kumpul di ruang tamu, karena Herlan ada urusan penting menemui mama nya.


"Mama dan papa, maaf ya kami harus pulang lebih awal, karena mama sedang tidak sehat, jadi kami harus lebih awal pulang," ucap Herlan menjawab.


Herlan pun meminta izin kepada mertuanya serta adik iparnya untuk pergi meninggalkan kediaman tersebut.


Herlan dan Deswey menuju ke mobil mereka. Deswey yang menyupir karena Herlan sibuk menelpon mama nya, yang sedang di rumah sakit.


"Sayang kira-kira kita sampai ke rumah sakit, berapa menit lagi? seperti nya 10 menit lagi bisa deh, sabar ya sayang," ucap Deswey mengambil jalan pintas.


Sepuluh menit kemudian.


Herlan berlari dari mobil menuju resepsionis mencari keberadaan mama nya, Deswey hanya terpaku melihat suaminya.


Herlan sudah sampai di ruang inap nyonya Heva. Herlan pun langsung memeluk mamanya.


"Mama kenapa bisa pingsan?" ucap Herlan bertanya.


"Mama capek saja sayang, kalian berdua kapan memberi mama cucu," ucap nyonya Heva.


Deswey yang sudah di depan pun di dengar olehnya.


"Doain saja ya ma, sedang proses," ucap Deswey bicara pelan.


"Haha, iya ma doain saja ya, yang pasti mama sehat selalu ya," ucap Herlan tersenyum.


Deswey dan Herlan hanya saling menatap satu sama lain mereka hanya tersenyum mengingat masa kebersamaan mereka yang lalu.


"Mama, mau minta dibelikan apa Herlan mau keluar ini?" ucap Herlan bertanya pada mama nya.


Herlan pun memberi isyarat pada istrinya untuk keluar sebentar. Nyonya Heva pun memahami kedipan dari Herlan untuk Deswey.

__ADS_1


"Deswey temani saja suami mu sana, mama ada yang mau di telpon," ucap nyonya Heva menyuruh Deswey bicara dengan suaminya dulu.


"Baiklah ma, terima kasih ya," ucap Deswey dengan senang hati.


"Terima kasih ya ma," ucap Herlan mencium pipi mama nya.


Herlan pun menggandeng tangan istrinya, Deswey tersenyum malu melihat tingkah suaminya yang romantis.


Keduanya pun berjalan mencari makanan menuju mini market. Sangat bahagia melihat keduanya, nyonya Heva yang melihatnya sangat bahagia melihatnya.


Herlan sangat bahagia setelah seminggu mereka bulan madu, tampak sekali di wajah Herlan ketika membeli makanan di mini market buat mama nya.


"Sayang, kamu mau makan ini nggak," ucap Herlan sambil tersenyum.


"Mau lah sayang, apapun yang kamu mau pasti aku suka kok?" ucap Deswey tersenyum.


Keduanya pun hanya tersenyum saja, ketika mereka keluar keduanya saling berpegang tangan dan berjalan dengan malu-malu.


Herlan pun mengajak Deswey untuk ke samping mini market, Herlan tidak tahan mencium istrinya, Herlan mencium istrinya sangat lembut.


Setelah selesai keduanya pun kembali menuju rumah sakit. Nyonya Heva hanya tersenyum melihat keduanya dan bertanya.


"Kalian berdua kok tersenyum begitu sih, hayoo kenapa?" ucap nyonya Heva tersenyum.


"Hihi lagi kangen-kangenan sama istriku mama, argh mama kayak nggak tahu saja," ucap Herlan mendekati mama nya.


Nyonya Heva hanya tersenyum saja melihat tingkah Herlan yang tak biasa, hingga Deswey pun tiba-tiba mual dan langsung menuju kamar mandi.


Nyonya Heva pun menyuruh Herlan untuk melihat istrinya yang sedang mual di toilet. Herlan pun segera menemui istrinya, akan tetapi Deswey sudah keluar lebih dulu.


Kebetulan ada dokter memeriksa nyonya Heva, Herlan pun menyuruh dokter untuk memeriksa istrinya.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Penasaran tunggu episode selanjutnya.


Like dan comment ya, terima kasih☺️

__ADS_1


__ADS_2