
Hari kedatangan Rahman pun tiba.
Aku tidak turut menjemputnya.
Begitu pula otangtuaku.
Dari berita yang kudengar dari Ibu, Orangtua Rahman merayakan kedatangan anaknya dengan upacara penyambutan yang cukup meriah.
Mereka mengundang hampir seluruh warga Desa untuk hadir kerumah guna memberi penyambutan pada Rahman.
Rahman disambut dengan begitu meriah.
Warga juga disajikan dengan berbagai makanan terlezat yang ada di kampung.
Ibu Rahman bahkan memesan kue yang cukup banyak pada Ibuku untuk perayaan penyambutan anaknya.
"Walaupun kita punya masa lalu yang kurang baik, tapi yasudahlah.. itu adalah masa lalu.. Bagi Saya kiylta tetap harus menjaga silaturahmi dengan baik.. Saya harap pesanan Saya bisa diantar tepat waktu ya Buk, biar tidak mengecewakan para tamu-tamu yang hadir nanti.. Dan Saya juga sekalian mengundang Ibu dan Halimah juga Bapak untuk datang Lusa kerumah ya.." ujar Ibu Rahman sore itu ketika datang kerumah untuk memesan kue.
"Insyaallah Buk.. Terimakasih karena sudah mempercayakan kue buatan Saya untuk menjamu para tamu-tamu Ibuk.. Saya sekali lagi minta maaf untuk masa lalu yang kurang menyenangkan yang pernah terjadi pada kita.. Insyaallah besok Saya datang ya Buk.." jawab Ibuku dengan begitu sopan.
Ibu juga sempat mengajakku pagi tadi untuk bersamanya datang kerumah Rahman, tapi Aku menolaknya.
__ADS_1
Ucapan Ibu Rahman kemarin hari cukup jelas mengisyaratkan betapa beliau tidak ingin Aku hadir dalam acara penyambutan itu.
Aku rasa Aku cukup mengerti perasaannya sebagai Ibu.. Dia takut jika Aku kembali berteman baik dengan Rahman, maka tidak menutup kemungkinan Rahman akan kembali menyukaiku. Dia tidak ingin anaknya sampai menikah dengan wanita janda sepertiku.
Menyedihkan...
Selesai mengerjakan sholat Dzuhur Aku berbaring malas di tempat tidur.
Ibu belum pulang sejak pagi tadi meninggalkan rumah untuk membawa kue pesanan Ibu Rahman.
"Assalamualaikum.." terdengar salam Ayah dari luar rumah.
"Ayah sudah pulang?Ibu mana?" tanyaku sambil mencium tangan Ayah.
Ayah mengangguk pelan.
"Ibu masih disana.. Dirumah Rahman.. Bantu-bantu dulu katanya..Rahman titip salam untukmu.. Ayah sudah bertemu langsung dengannya, meminta maaf atas semua ucapan Ayah dulu padanya.. Ayah juga kembali meminta maaf pada Ayah Rahman tepat di depan Rahman dan warga.. Ayah dulu mungkin terlalu arogan, Ayah lupa betapa ALLAH punya kuasa untuk membolak balikkan nasib seseorang... Maaf kan Ayah ya Nak.." ujar ayah padaku.
Aku begitu terharu mendengarnya.
"Ayah tidak perlu minta maaf pada Halimah Yah.. Ayah tidak salah.. Semua yang terjadi tentu saja atas izin ALLAH.. Halimah yakin semua yang Ayah perbuat semata-mata demi kebahagiaan Halimah. Halimah bangga pada Ayah yang berani meminta maaf dan mengakui kesalahan. Keadaan Halimah saat ini bukanlah salah Ayah.. ini adalah suratan dari ALLAH yang memang sudah menjadi takdir Halimah Ayah... Ayah tidak perlu merisaukan apapun.. Semua sudah diatur oleh yang maha pencipta.. Kita harus percaya, ALLAH pasti akan memberikan yang terbaik untuk hamba-hambanya.. Halimah sayang Ayah.." jawabku memeluk tubuh nya yang mulai renta.
__ADS_1
"Ayah juga sayang kamu Nak.."balasnya sambil mencium ubun-ubunku berulang kali.
"Wah... ada drama apa ini??" tanya Ibu yang baru saja tiba dirumah.
"Ibu..."Kataku kaget membuyarkan pelukan kami.
"Tidak ada Buk.. ini anakmu yang manja tiba-tiba memeluk Ayah.." ujar Ayah mengelak.
Ibu terseyum lalu ikut memelukku.
Akupun membalas pelukan Ibu dengan erat.
"Halimah begitu bersyukur memiliki Ayah dan Ibu yang begitu hebat.. Semoga ALLAH terus menjaga Ayah dan Ibu, juga terus memberikan Ayah dan Ibu kesehatan serta umur yang panjang sampai nanti Halimah bisa membahagiakan Ayah dan Ibu.. Halimah ingin sekali membuat Ayah dan Ibu bangga.." kataku berdoa didepan mereka.
"Aamiin..."jawab mereka bersamaan.
"Bagi kami, sejak kehadiranmu adalah hal yang paling membahagiakan hingga saat ini Nak.. Ayah dan Ibu sangat bahagia dan bangga memiki anak yang begitu cantik dan sholeha.. iya kan Buk?" ujar Ayah penuh semangat.
"Tentu saja dong..." jawab Ibu seloroh.
Kamipun kemudian tertawa bersama.
__ADS_1