Jalan Cinta Halimah

Jalan Cinta Halimah
Episode 63


__ADS_3

"Hai... Kok belum tidur?" sapa Abang Zaky yang ikut berbaring tepat di sampingku.


"Belum ngantuk.." jawabku singkat.


"Kamu kenapa?" tanya Abang Zaky yang seolah sangat mengerti dengan perasaanku yang saat ini lagi kacau.


"Abang... Sebenarnya Halimah dan Rahman dulunya adalah teman dekat, sangat dekat.." kataku memulai cerita pada Abang Zaky.


"Owwh... Terus?" tanya nya pula mulai penasaran.


"Halimah dan Rahman berteman sejak kecil, hingga kami dewasa.. Setelah kami lulus SMU, Rahman pernah meminta Halimah pada almarhum Ayah,tapi ditolak.." ceritaku mulai menerawang kembali kemasa lalu.

__ADS_1


" Halimah kemudian dijodohkan dengan almarhum Abang Hafiz anak Umi dan Abi satu-satunya.. Sementara Rahman mengembara ke kota mewujudkan cita-cita nya menjadi orang terpandang agar tidak di pandang sebelah mata oleh almarhum Ayah.. Rahman dan keluarganya pernah menaruh dendam pada keluarga Halimah.." kataku lanjut bercerita.


Abang Zaky mendengarkan dengan seksama tanpa menyela.


"Lalu kemudian Abang Hafiz meninggal dunia, Halimah sempat kembali tinggal di kampung dan Rahman pernah kembali meminta Halimah tapi kemudian di tolak oleh keluarganya yang masih membenci Halimah" kataku lagi.


"Demi menghilangkan isu yang tidak baik atas status janda yang Halimah sandang, Halimah akhirnya kembali pindah kepondok tinggal bersama Umi dan Abi serta anak-anak santri.. Lalu kemudian musibah itu terjadi, bencana longsor melanda kampung halaman tempat Ayah dan Ibu.. Dan mereka menjadi korban bencana waktu itu.." ujarku dengan nada serak menahan tangis mengingat kembali masa suram ketika melihat jenazah Ayah dan Ibu yang terbaring tidak berdaya didalam kantlng mayat berwarna kuning.


Abang Zaky kemudian memegang erat kedua tanganku.


"Tidak lama setelah Ayah dan Ibu meninggal, Rahman kemali berkunjung kepondok bersama orangtuanya dengan niat untuk meminangku dan ingin bertanggung jawab atas diriku yang telah menjadi yatim piatu.. Tapi Aku menolak lamarannya.." ceritaku lagi dalam pelukan Abang Zaky.

__ADS_1


"Dan kemudian, kita menikah dalam tentang waktu yang begitu singkat.. Pernikahan yqng hikmat dan tertutup.. Halimah tidak mengundang Rahman, tidak pula mengabarinya karena kami sudah tidak berbicara lagi, ataupun berkirim pesan lagi semenjak Halimah kembali menolak lamarannya.. Dan barulah kemarin ketika kita kembali bertemu tanpa disengaja.." kataku lalu menunjukkan semua pesan-pesan singkat yang Rahman kirim padaku.


"Halimah... Tenanglah, besok Abang akan berbicara padanya face to face.. Abang akan menjelaskan semua nya hingga iya paham dan tidak berburuk sangka padamu lagi.. oke?" pujuk Abang Zaky mencoba menenangkanku.


Aku menggeleng kuat.


"Tak perlu Bang... Biarlah semua yang telah terjadi.. Tidak ada yang perlu dijelaskan.. Dia bukanlah siapa-siapa bagi Halimah, Dia hanyalah masa lalu.. Mungkin ini lebih baik untuk kami.. Biarlah Dia membenci Halimah Bang.. Bagi Halimah yang terpenting adalah, Abang tidak beranggapan hal yang sama pada Halimah,.. Percayalah Bang, Halimah bersedia menikah dengan Abang bukan atas dasar harta dan kemegahan, tapi semua karena Halimah sayang pada Chia dan Eyang.." kataku lagi menegaskan pada Abang Zaky.


"Mungkin saat ini, Halimah masih belum bisa mencintai Abang sepenuh nya, begituoun Abang pada Halimah.. Tapi Halimah janji akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Abang.. Dan insyaallah akan terus menjafi istri Abang sampai jannah nanti.. " kataku lagi memandang lekat kewajahnya.


"Izinkan Halimah untuk berbakti pada Abang.. Beri Halimah ruang agar bisa menjadi bagian hidup Abang.. Please.." kataku meminta padanya.

__ADS_1


Dia mengangguk kuat.


"Abang akan berusaha belajar mencintai Halimah dan menjadi suami terbaik untuk Halimah.. Abang janji.." jawabnya membuatku merasa begitu tenang dan bahagia.


__ADS_2