Jalan Cinta Halimah

Jalan Cinta Halimah
Episode 8. Pernikahanku


__ADS_3

“Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir... Mudah-mudahan Allah memberkahi kalian, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kalian berdua pada kebaikan.. Aamiin" Ucap Kyai Rifa'i mendoakan pernikahanku dengan Abang Hafiz.


"Amiin" jawab serentak para tamu yang turut mendengar doa Kyai Rifa'i termasuk kedua orangtua ku.


Disepanjang akad Aku terus saja menangis terisak tidak mampu menahan pilu yang teramat sakit di dalam hatiku.


Masih tidak percaya rasanya hari ini tiba dimana Aku telah merubah statusku menjadi seorang istri dari seorang lelaki yang tidak ku kenal sama sekali.


Pertemuan singkat kami hanya sekali ketika Abang Hafiz datang bersama kedua orangtuanya untuk makan malam di rumah.


Bahkan kami juga baru sekali berbicara, Itupun hanya melalui sambungan telepon saja dan sangat singkat.


Namun kini kenyataan yang harus Aku terima adalah kenyataan bahwa kini Dia telah sah menjadi suami yang harus Aku patuhi sepanjang hidupku.


"Astagfirullah.. " bisikku lagi lirih.

__ADS_1


Acara Akad nikah yang di lanjutkan dengan sedikit pesta kecil-kecilan berjalan lancar.


Aku kembali menangis berulang kali ketika teman-teman sekolahku datang memberi ucapan selamat kepadaku dan Abang Hafiz.


Aku menangis lagi ketika para majelis guru, walikelas SMA ku dan kepala sekolah juga turut hadir dalam pesta pernikahanku.


" Semoga pernikahan kalian di rahmati oleh ALLAH SWT.. Dan semoga Halimah bisa menjadi istri yang sholeha untuk suami ya.. "ucap Walikelasku mendoakan.


"Makasih Buk.. "jawabku memeluknya erat dengan tetesan air mata pedih.


Terkubur bersama status baruku sebagai Seorang istri yang memiliki tanggung jawab besar terhadap suaminya dan keluarga.


"Astsgfirullah" ucapku berulang kali mencoba menenangkan perasaan hatiku dsn barusaha untuk sedikit tersenyum kepada para tamu yang hadir.


Ibu dan Ayah memelukku dan memberikan banyak wejangan agar Aku bisa menjadi istri yang sholeha terhadap suamiku kini.

__ADS_1


Menjadi istri yang menjaga marwah suami dan keluarga.


Menjadi istri yang taat terhadap perintah sang suami.


Menjadi tempat ternyaman bagi nya saat iya merasa terluka.


"Yang paling penting adalah kamu harus barusaha dengan lapangan hati untuk menerima semua kekurangan dari suamimu. Insyaallah jika kamu Ikhlas dan bersabar maka cinta diantara kalian akan tumbuh dengan sendiri nya atas izin ALLAH SWT.. Jadilah istri yang baik untuk suami mu ya nak.. Jaga nama baik Ibu dan Ayah.. Cintai keluarga barumu.. Jadilah istri yang sholeha dan Ibu terbaik untuk anak-anakmu kelak. Restu Ibu dan Ayah akan selalu menjadi doa untuk kebahagiaan pernikahan kalian" Ujar Ibu lagi menasehatiku dengan deraian air matanya.


"Insyaallah Buk" jawabku sambil menangis di dalam pelukannya.


"Percayalah, Ayah hanya ingin yang terbaik untuk kamu Halimah.. Insyaallah Hafiz adalah Pria yang baik dan akan menjadi suami terbaik untukmu.. Ayah dan Ibu sangat menyayangimu"ujar Ayah pula mencium keningku berulang kali.


Aku hanya mengangguk dan terus menangis.


"Apakah Aku mampu jadi istri yang baik ya ALLAH?? Bimbing Aku ya ALLAH.. Kini Aku benar-benar telah sah menjadi seorang istri untuk suamiku.. Ikhlaskan Aku menjalani takdirmu ya ALLAH... Tumbuhkanlah rasa cinta di dalam hatiku dan hati suamiku ya ALLAH.. Jadikan pernikahan ini sebagai ladang pahala untukku.. Biarlah cita-cita ku terkubur jauh tak berbekas.. Jadikanlah kebahagiaan dalam pernikahan sebagai cita-citaku yang baru.. Bantu Aku ya ALLAH" doaku terus di dalam hati.

__ADS_1


"Bismillah.. " ucapku lagi mengawali statusku yang baru.


__ADS_2