Jalan Cinta Halimah

Jalan Cinta Halimah
Episode 60


__ADS_3

Entah angin syurga dari mana yang datang ketika tiba-tiba iya membuka ointu mobil untukku.


Meberiku sebuah senyuman yang sangat manis.


Meraih tanganku dalam genggamannya.


Dan dengan perlahan menyeimbangkan jalan menggandengku masuk kedalam hotel yang cukup mewah.


"Hotel ini sepertinya masih baru ya?" tanyaku padanya sambil terus mengikutinya menuju balroom.


Dia mengangguk dan kembali tersenyum padaku.


"Bagaimana menurutmu? Apa kamu menyukainya?" tanya nya.


Aku mengangguk kuat.


"Bagus sekali.. Nuansa klasik modern nya tampak jelas... " jawabku mengangguk.


Dia kembali tersenyum.


Didalam Balroom yang megah ternyata sudah banyak sekali para tamu berdatangan.


"Apakah Dia mengajakku untuk menghadiri pernikahan teman nya?" bisikku masih bingung.


Semua mata tertuju pada kami, ketika kami mulai masuk melewati jalan yang berada diantara kursi yang tertata dengan rapih.

__ADS_1


"Mengapa mereka semua melihat kerah kita Bang? Apa pakaian kita salah?" tanyaku risih.


Abang Zaky menggeleng dan kembali tersenyum.


Sampai di bagian kursi paling depan kulihat Kedua mertuaku duduk berdampingan dengan elegan.


"Alhamdulillah..." ucapku dalam hati merasa lega melihat mereka diantara banyak nya orang yang tidak kukenali sama sekali.


"Masyaallah Halimah... Kamu cantik sekali sayang.." kata Eyang Uti menyambut salamku lalu meraba pipiku yang merona karena pujiannya.


"Terimakasih Eyang..." jawabku malu-malu.


Aku kemudian turut duduk disamping Abang Zaky satu meja dengan kedua mertuaku tercinta.


"Masyaallah..." kataku terkagum ketika mengetahui bahwasanya acara yang kuhadiri ini adalah acara peresmian serta pembukaan hotel terbaru milik seorang investor dari Belanda yang mereka panggil dengan nama MR. T bekerjasama dengan anak perusahaan milik suamiku Abang Zaky.


Aku benar-benar kaget dan takjub atas semua yang terjadi hari ini.


Abang Zaky yang begitu dingin tiba-tiba memperlakukanku begitu mesra dan hangat di depan para koleganya.


Memperkenalkanku pada semua jajaran direktur serta orang-orang penting yang menjadi partner kerja nya.


Dengan terbata dan malu Aku berusaha mengimbangi suamiku.


Bersikap seakan kami merupakan pasangan pengantin baru yang sedang dimabuk asmara.

__ADS_1


Bahkan di depan para tamu undangan, Abang Zaky tidak segan mencium keningku, ubun-ubunku, mengelus pundakku dan bahkan tidak pernah sedikitpun melepaskan genggaman tanganku dari jemarinya.


"Benarkan ini? Atau hanya sekedar drama?" bisikku dalam hati.


Selesai acara, Kedua mertuaku pamit lebih dulu meninggalkanku dan Abang Zaky di hotel.


Abang Zaky kemudian membawaku naik kelantai 8 melalui lift, dengan tangan yang masih terus menggandengku seolah takut Aku akan melarikan diri jauh darinya.


"Kita kemana lagi?" tanyaku kembali bingung dengan sikapnya.


Dia diam tak menjawabku sedikitpun.


Sampai di lantai 8, kami berjalan menyusuri lorong menuju kamar 504 yang ternyata didalamnya telah tersaji sebuah kamar mewah layaknya kamar pengantin baru.


"Suprise...!!" katanya menatap kearahku yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini.


"Ini???" tanyaku bingung.


"Yup... Ini kamar pengantin kita malam ini... " jawabnya mengagetkanku.


"Bukankah seminggu ini Abang begitu dingin padaku?" tanyaku bingung.


"Yup.. Aku tau.. Aku minta maaf.. Aku terlalu bingung waktu itu.. Sejujurnya, ketika kita melewati malam itu, Aku merasa berdosa pada almarhum istriku.. Aku begitu marah dan menyesali atas sikapku.. Lalu beberapa hari yang lalu Ayah mdngajakku berbicara.. Memberikan nasihat-nasihat yang begitu berharga.. Aku menyesalinya Halimah.. Maafkan Aku atas semua yang telah kulakukan padamu.." ujar Abang Zaky dengan jujur.


Aku hanya dkam tidak menjawabnya.

__ADS_1


__ADS_2